
Aska sangat kesal melihat kedatangan Aurora ke kantornya,selama ini tidak ada satu wanita pun yang berani datang ke kantornya,Aska memang tidak menyukai wanita yang suka ingin numpang pamer kepadanya.
"Maafkan aku sayang,aku sengaja datang kesini karena ada hal penting yang harus aku bahas denganmu." Ucap Aurora dia langsung duduk tanpa dimeja kerja milik Aska membuatnya semakin kesal.
"Turun...."
"Apa...."
"Turun aku katakan,apa kamu tidak punya etika hingga kamu berani duduk di meja orang lain,percuma aku ada pendidikan tapi etika mu sangat rendah." Ucap Aska.Aurora langsung turun dari atas meja dan berdiri di hadapan Aska.
"Apa yang ingin kamu katakan,pekerjaanku masih banyak tidak ada waktu untuk melayani mu." Ucap Aska ketus.Aurora merasa harga dirinya sangat terluka sebagai seorang model yang sangat terkenal,yang memiliki kecantikan luar biasa bahkan dia juara satu kontes kecantikan tingkat Asia diabaikan seorang pria ya memang dia harus akui kalau Aska adalah orang hebat.
"Aska,besok malam aku ada undangan pesta,aku ingin kamu menemaniku kesana,beberapa agensi memintaku membawa pasangan sementara aku hannya memiliki kamu." Ucap Aurora dengan wajah memelas berharap Aska mau menemaninya.Dia ingin memamerkan Aska kepada setiap saingannya yang selalu ingin menjatuhkan dirinya.
"Maaf aku tidak bisa,aku ada janji dengan pacarku,kalau sudah tidak ada lagi yang ingin kamu katakan pintu terbuka silahkan keluar aku masih sibuk." Ucap Aska lalu kembali menatap leptop yang ada di hadapinya.
"Aska.....Aku tau kamu tidak punya pacar dan hannya aku pacarmu saat ini,tidak bisa kah kamu menemaniku nanti malam." Aska mengabaikan kata-katanya,dua security yang ada di belakangnya mulai datang mendekatinya ingin membawanya keluar dari ruangan Aska Pratama.
"Aku bisa keluar bodoh.Aska!!!aku tidak akan membiarkan wanita mana pun yang mau dekat denganmu,kamu jangan permainkan perasaanku."Ucapnya.Dia keluar dari ruangan Aska setelan mengucapkan kata-katanya
Aska menghela napas berat dia menyesal sudah menerima taruhan dari teman-temannya satu bulan yang lalu hingga membuatnya terjebak dengan wanita seperti Aurora.
Aska mengambil ponselnya lalu mencari nomor Dita yang sempat dia simpan dan ambil tadi saat Dita keluar dari mobilnya.Saat dia memanggil nomor itu ternyata nomornya tidak bisa panggil alias diluar jangkauan.
__ADS_1
"Siapa yang menghubunginya tadi hingga dia marah dan membanting ponselnya,ada-ada saja yang membuat emosiku marah." Sungutnya lalu kembali pokus menyelesaikan pekerjaannya.
****
Keesokan harinya,Dita benar-benar tidak masuk kerja,dia takut Aska marah dan memecatnya kalau sampai dia masuk padahal dia sendiri sudah menyuruhnya istrahat untuk beberapa hari
"Enak sekali nasibmu Dita,tuan Aska perhatian kepadamu,seandainya aku masih dibelakang mungkin dia juga akan menyuruhku istrahat.Kalau aku istrahat aku bisa jalan-jalan sama sayangku juan." Ucapnya dengan nada manja.Dita mencibir saat mendengar ucapan Melisa ada rasa kesal dan ada juga bahagia.
"Pacaran melulu kerja mu,hati-hati pacaran yang ada nanti malah hamil." Ucapnya menasehati sesaat dia ingat dirinya yang sudah beberapa kali di tiduri Aska tanpa status yang tidak jelas.
"Hmm biar saja,kalau aku hamil Juan pasti langsung melamar ku."Ucapnya lalu dia lari dari hadapan Dita takut dilempar sendal."
"Hahaha...Canda sayang makanya cari pacar saja." Ucapnya lagi tanpa memikirkan perasaan Dita lagi lalu dia pergi meninggalkan Dita yang masih pusing mengingat kata-kata ibunya kemarin.
Tepat jam dua siang adiknya mengirim pesan kepadanya untuk menjemputnya ke terminal,sangat berat rasanya tinggal bersama adiknya,dia tau Nissa wanita yang cantik tapi sangat liar masih SMA saja dia sudah beberapa kali dilabrak istri orang karena dia pacaran dengan suami orang tapi ibunya selalu membelanya tanpa mau tahu kesalahan adiknya apa.
Dita berangkat ke terminal naik angkutan umum,dia harus menghemat sampai gajian tiba.
"Bagaimana caraku nanti untuk menjaganya,belum lagi dia sangat boros uang,hannya memikirkan itu saja kepalaku sudah pusing." Ucapnya dalam hati.
Sesampainya di terminal,dari kejauhan dia sudah melihat Nissa berdiri di terminal dengan wajah di tekuk, mungkin dia marah karena Dita sedikit lama,kemacetan di jalan cukup membosankan karena ada insiden kecil.
"Nissa kamu sudah lama?" Dita menghampirinya dia berusaha tenang walaupun sebenarnya malas menyambut kedatangannya.
__ADS_1
"Lama sekali sih kak,aku sudah bosan tau nga sih,kakak tidak senang ya dengan kedatanganku.Bahkan aku sudah kelaparan." Nissa mengoceh sampai kemana-mana membuat Dita jadi kesal sendri.
"Siapa juga yang mau lama,tadi jalanan macet kamu pikir di Jakarta kayak di desa,jalanan sepi." Jawab Dita tidak mau kalah ingin sekali dia memaki Nissa tapi dia takut Nissa mengadu kepada ibu mereka.
"Belagu banget sih kamu,sudah lama di Jakarta pacar sudah punya belum,jangan-jangan kamu tetap tidak laku kayak di kampung dulu,makanya kulit itu di rawat entah keturunan siapa kamu bisa lahir sangat jelek seperti itu." Jawab Nissa sengaja menyakiti perasaan kakaknya.
Dita sudah sangat emosi tapi dia tidak mau ribut lagi dengan adiknya,akhirnya dia mengabaikan kata-kata adiknya dan pergi meninggalkan Nissa di tempat semula.
"Dasar wanita jelek,bisa-bisanya dia meninggalkan aku begitu saja."Sungutnya tapi dia mengikuti Dita dari belakang dan mereka meninggalkan terminal dan menunggu angkot di pinggir jalan.
Nissa sangat kesal melihat tingkah kakaknya dia sudah meminta agar mereka naik taksi saja tapi Dita yang sudah tidak banyak uang menolak saja.
"Sudah tidak usah banyak tingkah,aku tidak punya uang kalau kamu ada uang silahkan kamu naik taksi sendiri." Jawab Dita dia terus melambaikan tangannya memanggil angkot yang akan membawa mereka.
Sampai akhirnya mereka sampai di kontarakan wajah Nissa tetap ditekuk,apalagi saat Dita tidak menawarkan makanan untuknya membuat Nissa semakin kesal.
"Aku akan melaporkan kakak sama ibu ya,bagaimana bisa kakak tidak memberikan aku uang,padahal aku sudah sangat lapar." Dita melemparkan uang lima puluh ribu rupiah kepada Nissa.
Setelan Nissa pergi dari rumahnya dia menghela napas berat ini awal yang akan sulit baginya menghadapai sikap adiknya yang sangat menjengkelkan apalagi dia yang tidak tau malu sedikit pun.
"Aku juga lapar makan Indomie saja lah,Nissa sangat keterlaluan,lebih baik aku menyuruhnya mengontrak sendiri,jika kami tinggal bersama aku yakin setiap hari kami akan ribut."Ucapnya dalam hati.
πππbersambung πππ
__ADS_1