
Dita membuka pintu kontrakan mereka,lalu mengambil air putih lalu duduk di atas lantai rumah sempit mereka.Sudah bisa bagi mereka duduk tampa alas karena memang mereka sangat menjaga kebersihan rumah.
Sesaat Dita teringat kejadian tadi waktu Melisa melabrak Arga bersama wanita lain,sedikit pun tidak perasaan sakit di hatinya saat melihat Arga dengan wanita lain tapi dia merasa semakin minder dengan pria-pria di luar sana karena memang wajahnya yang sangat di bawah rata-rata.
"Dita apa yang kamu pikirkan?" Tanya Melisa saat dia baru saja keluar dari kamar mandi.
"Tidak ada,aku hannya merasa aneh saja dengan sikap chef Juna,masak tiba-tiba dia berubah baik seperti itu,apa dia naksir sama kamu?"Tanya Dita.Melisa tersenyum kecil,chef Juna memang sangat tampan di dukung dengan tubuhnya yang tinggi kulitnya putih sepertinya dia sangat merawat kulitnya apalagi dia juga kaya.
"Jangan menduga-duga orang kampung seperti kita harus sadar diri, dan jangan terlalu mudah percaya dengan apa kata lelaki siapa tau dia buaya darat." Ucap Melisa.Tapi jauh di dalam hatinya dia juga penasaran dan merasa sangat bangga jika seorang Juna jatuh hati padanya.Seketika dia teringat dengan sumpah serapahnya tadi siang kepada Juna membuatnya menyesal.
"Sudahlah namanya juga lagi emosi pasti kita tidak sadar dengan apa yang kita ucapkan." Ucapnya menghibur dirinya sendiri.
Keduanya sudah selesai mandi dan makan malam,Dita yang sudah kelelahan langsung tidur dia juga malas memikirkan semua masalah yang ada di pikirannya lebih baik pokus bekerja dan mencari uangnya pikirannya makanya dia memilih tidur saja.
Melisa mengambil ponselnya yang sedang dia letakkan di meja kecil yang ada di ruangan itu,dia melihat ada beberapa pesan dari nomor yang tadi.
"Juna mengirim pesan lagi,apa dia sudah gila?" Tanya dalam hati tapi bibirnya tersenyum dan jantungnya berdebar sedikit lebih kencang dari biasanya.
π¬"Malam gadis cantik dan baik hati,aku harap kamu sudah menyimpan nomor ini ya.Kamu sedang apa sekarang?"
Senyum di bibir Melisa semakin mengembang membaca pesan yang di kirim Juna dia merasa seperti anak ABG yang sedang dapat uang.
π¬"Lagi baca pesan kamu saja." Balasnya dia tidak mau membalas panjang lebar takut dikira murahan.
Sudah beberapa menit mengirim pesannya Juna belum membalas pesannya membuat Melisa menunggu dan bolak-balik melihat ponselnya.
__ADS_1
Setelah satu jam tidak ada balasan bahkan pesannya belum dibaca akhirnya Melisa mulai memilih tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Dita.
****
Aksa memasuki klub malam langganannya,malam ini dia sudah memesan dua wanita cantik untuk menemaninya minum dan kalau dia menyukai wanita itu biasanya dia akan membawa kedua wanita itu ke hotel untuk bermain lebih jauh lagi.
Aksa Pratama seorang pria bebas,dia memutuskan untuk tidak pacaran dengan seorang wanita karena dia sangat tidak suka jika terlalu dikekang.
"Bos Aksa akhirnya kamu datang,wanita pesan mu sudah ada di ruangan biasa dia masih muda dan juga masih segar bayangkan wanita ini masih umur lima belas tahun katanya dia butuh uang untuk biaya sekolah." Ucap Temannya pemilik klub malam itu.
"Sudah tidak perlu percaya omongan sampah seperti itu,namanya juga wanita pasti banyak berbohong,dia ingin mencari mangsa untuk mainannya." Jawab Aksa .Marko sahabatnya itu tersenyum melihat kehebatan Aksa dalam mempelajari wanita.
Aksa masuk ke dalam ruangan yang sudah di pesannya,benar saja dua wanita yang masih sangat mudah sudah menunggunya,walaupun masih mudah wajahnya terlihat dewasa.
"Sayang malam ini kami akan menemani mu minum,kalau kamu suka kami juga bisa melayani dalam hal lain kami bisa melakukan apa pun yang kamu suruh." Ucap salah satu dari mereka berdua seraya mengelus paha Aksa.
Aksa lalu meneguk minuman yang sudah dituangkan salah satu dari mereka,dia sudah sering melihat wanita seperti ini baginya sudah biasa tapi karena dia sangat menginginkan kehangatan malam ini dia memutuskan membawanya ke hotel.
Aksa langsung membawa keduanya ke kamar hotel yang ada di lantai atas,dia ingin memastikan apa dia masih benar pelajar atau memang sudah berpengalaman.
Aksa mengambil ponselnya lalu meminta nomor rekening salah satu dari mereka dan mengirim pembayaran via rekening.
"Sayang...Aku bisa minta nomor ponsel mu?" Tiba-tiba Luna wanita yang paling cantik dari antara mereka berdua langsung beranjak dari tempat tidur dan memeluk Aksa setelah usai melakukan permainan yang tidak berkesan bagi Aksa.
Aksa dengan kasar membuka tangannya dari pegangan tangan Luna lalu mendorongnya ke atas ranjang.
__ADS_1
"Kamu hannya seorang pelacur bayaran,aku tidak membutuhkan kamu lagi dan aku tidak perlu membagi nomor ponselku." Ucapnya kasar.Wajah Luna langsung memerah dia sangat malu mendengar kata-kata yang di lontarkan Aksa.
"Makanya jangan ganjen,kamu pikir ada pria yang mau sama kita?" Ucap temannya saat Aksa sudah keluar dari ruangan itu.
Sementara itu Aksa beberapa kali memaki keduanya dia merasa kesal malam ini,kedua wanita itu tidak sebaik yang diceritakan Marko membuat mood Aksa memburuk.
"Marko...Dasar sialan kamu,untuk apa kamu memberikan wanita seperti itu kepada ku,umur masih muda tapi cita rasanya sama persis seperti nenek-nenek." omelnya,dia menarik kursi lalu duduk di depan marko.
"Hahahaha....Ada-ada saja kamu,mereka sendiri yang datang kemari katanya mereka masih anak sekolah dan mereka butuh uang untuk bayar uang sekolah."Ucap Marko sambil tertawa lepas.
"Sudah lah lebih baik aku pulang ini juga sudah larut malam."
"Untuk apa pulang jam segini toh tidak ada yang menunggumu,makanya nikah dan punya anak biar hidup berwarna,punya banyak harta dan latar belakang keluarga yang hebat tapi kamu tidak punya istri atau pacar sama saja bohong."
"Bodoh amat aku tidak butuh wanita,mereka hannya bisa membuatku pusing."Jawabnya.
"Bagaimana kabar Aurora,beberapa hari yang lalu dia mencari mu kesini?" Tiba-tiba Marko ingat kedatangan Aurora.
"Sudahlah aku tidak menyukainya,jika dia datang lagi katakan aku tidak menyukainya dan jangan menganggu hidupku jika dia ingin hidup tenang." Ucapnya lalu dia segera meninggalkan tempat itu dan masuk kedalam mobilnya.
Aksa membawa mobilnya dengan kecepatan rendah,hannya ini yang bisa dia lakukan setiap malam untuk membuang rasa jenuh di hatinya.
Aksa merasakan hidupnya yang begitu membosankan,sejak tunangannya mengkhianati nya beberapa tahun yang lalu Aksa bersumpah tidak akan memberikan hatinya seratus persen kepada wanita lagi.
πππbersambung πππ
__ADS_1