
Melisa terus melangkahkan kakinya menelusuri jalanan,dia menikmati pemandangan yang ada di jalanan,sekilas orang melihat Dita sama persis seperti orang gila dia berjalan dengan rambut tidak di ikat dan kakinya hannya memakai alas kaki sendal jepit.
Lelah berjalan,Melisa mampir ke sebuah mini market yang di halaman ada tempat nongkrong,dia membeli minuman dan juga cemilan untuknya.
Setelah membayar pesannya melisa duduk sendirian di pojok sambil memandangi orang-orang yang lalu lalang dan juga mobil-mobil yang lewat.
Saat melihat mobil yang mirip dengan mobil Juna seketika dia teringat dengan pria pecundang yang sudah membuat hidupnya hancur berantakan.
Melisa teringat semua janji-janji manis Juna,yang nyatanya memang cuma hannya manis di bibir.Sudah dua bulan pria itu tidak kabar dan bahkan pria itu memblokirnya,dia merasa Juna pria yang sangat keterlaluan,tapi mau gimana lagi semua sudah terjadi dia harus sabar dengan semua ujian hidup.
Melisa sudah mulai belajar iklhas,bahkan beberapa hari ini dia sudah mencoba belajar menulis yang kebetulan dari kecil dia sangat hobi menulis apalagi tulisan yang berbau setan-setan gitu.
Melisa bergabung ke sebuah aplikasi berbayar dia ingin menuangkan hobinya disana dan dia juga sudah mengikuti semua persyaratannya dia sangat berharap dengan menulis dia bisa mendapat penghasilan tambahan untuk biaya sekolah melahirkan delapan bulan lagi.
Setelan puas menikmati semua cemilan nya dia kembali ke rumahnya dia takut Dita khawatir jika tidak melihatnya di rumah.
"Melisa kamu dari mana aku khawatir sekali,aku kira kamu kembali ke kampung."
"Memangnya aku mau mati, aku hannya jalan-jalan sebentar." jawab Melisa dia membawa Dita masuk kedalam rumah,dia senang karena Dita tetap perhatian kepadanya.
****
Keesokan harinya Aska mengadakan meeting di sebuah restoran mewah bersama wanita cantik dan seksi,dia menunggu wanita itu disana karena sepertinya dia terlambat karena jalanan yang begitu macet.
__ADS_1
"Alex...Sekali lagi aku tidak menerima klien tidak jelas seperti ini bisa-bisanya aku yang menunggunya sementara dia yang membutuhkan aku." Dari sepuluh menit yang lalu mereka sampai di sana Aska terus mengomel kepada Alex hannya karena mereka terlambat datang,Alex juga kesal dengan sikap klien baru itu.
Setelah menunggu hampir lima belas menit seorang wanita yang sangat cantik,seksi putih dengan kaki yang sangat seksi datang menemui mereka,dibelakang wanita itu seorang pria mengikutinya.
"Maafkan saya tuan Aksa,saya sudah terlambat untuk menemui mu di hari pertama kerja sama ini dimulai_
"Ingat nona Stella,aku tidak suka dengan orang yang tidak menghargai waktu,untuk saat ini aku akan memaafkan kalian.Silahkan duduk dan presentasikan produk kalian kepada ku." Ucap Aska dia belum menyadari kalau pria yang ada di belakang Stella adakan Juna pria yang sudah di cari Aska beberapa bulan ini karena telah lari dari tanggung jawab.
Saat keduanya duduk Aska sangat kaget melihat kehadiran Juna disana dia tersenyum kecil sambil menatap Juna.
"Hmm sebelum kita lanjutkan kerja sama ini,tolong nona jelaskan siapa pria ini?"
"Hahaha,selain tuan Aska orang hebat,dalam bisnis ternyata tuan Aska juga jeli dalam melakukan kerja sama,baiklah aku akan memperkenalkan pria yang ada di sampingku,dia Juna Pratama,calon suami sekaligus asisten ku,kami sudah menjalin hubungan lebih dari tiga tahun.Sebelumnya dia bekerja sebagai chef tapi belakangan ini ada masalah dia mundur dan menemui dan meminta pekerjaan ini untuk ku." Ucap Stella dengan senyum yang manis.
"Baiklah tuan Aksa bagaimana menurut anda."
"Semua baik aku akan menerima kerja sama ini." Ucap Aska,padahal dia sama sekali tidak mendengar apa pun yang di jelaskan Stella dia hannya sibuk mengambil gambar Juna dan Stella.
Setelah selesai tanda tangan Stella dan Juna ingin segera pergi dari sana, Juna menghela napas lega setelah Aksa tidak mengatakan apa pun selama dia sampai disana bahkan sampai mereka ingin keluar dari tempat itu.
Saat dia baru sampai di jantung nya langsung berdetak keras saat melihat Aska ada disana,padahal dia sama sekali tidak tau kalau Aska tau semua tentang Melisa.
"Baik lah tuan Aksa kami pamit lebih dulu karena kebetulan ada urusan lain di luar."
__ADS_1
"Oohh silahkan...Tapi tunggu Juna kenapa kamu tidak pernah mampir lagi ke restoran,Melisa mencari-cari mu beberapa bulan ini,dia sedang hamil dan mungkin sebentar lagi akan melahirkan."
Deg...
Juna sangat kaget saat mendengar ucapan Aska,wajahnya langsung pucat dan tiba-tiba dia merasa keringat dingin apa lagi Stella memandangnya dengan penuh tanya.
" Kamu kenal dengan calon suami saya tuan Aksa,kenapa baru bilang dan siapa wanita yang kamu maksud hamil?"
"Tanyakan langsung kepada kekasihmu nona,sebelum memutuskan pacaran dengan seorang pria ada baiknya anda mencari tau tentangnya terlebih dahulu."Ucap Aska dia juga bangkit dari tempat duduknya lalu meninggalkan keduanya.
Alex mengikuti Aksa yang pergi dari tempat itu,sementara Stella dan Juna masih berdiri di tempatnya dengan tatapan Stella yang sangat sinis.
"Apa maksudnya ini Juna,siapa yang hamil? atau jangan-jangan kamu menghamili wanita lain saat aku sedang di luar negri,katakan dengan jelas." Ucap Stella dengan nada tinggi hingga orang-orang disana menatap ke arah mereka.
"Sayang...Stop jangan asal menuduh,Melisa itu dulu pembantu di rumah kami,dia hamil oleh tukang kebun kami tapi pria itu kabur dan Aska meminta ku untuk mencari tukang kebun itu,terus untuk apa aku peduli dengan hal itu." Ucap Juna dengan gugup,keringat menetes dari dahinya apalagi orang-orang menatap mereka dengan tatapan sinis juga.
"Kamu akan menyesal jika sampai aku tau kamu berbohong." Ancam Stella lalu dia pergi lebih dulu di ikuti Juna dari belakang dia menghela napas lega saat Stella mempercayai setiap omongannya.
Juna sangat kesal karena Aska sudah berani ikut campur dengan masalah pribadinya,sore harinya saat Stella kembali ke rumahnya dia membawa mobil Stella menuju perusahan milik Aska dia ingin menegur Aska untuk tidak ikut campur masalah pribadinya.
Setelah melewati seleksi ketat akhirnya dia sampai di depan ruangan Aksa,dia cukup kagum melihat kemewahan perusahan Aska,walaupun mereka masih ada hubungan darah jauh Juna jarang sekali mau bergaul dengan Aksa.
πππbersambung πππ
__ADS_1