
Dita memang merasakan sakit yang luar biasa diperutnya,dia memang sudah biasa merasakan ini jika dia sedang datang bulan tapi kali ini dia merasakan sakit yang berbeda dari bulan-bulan sebelumya.
"Kamu bertanya apa salahku,kamu bodoh atau memang tidak punya hati? Setelah kamu merampas masa depanku kamu bertanya apa salah ku? "Dita menatap Aska dengan tatapan membunuh membuat Aska salah tingkah dan menunduk tidak berani menjawab kata-kata Dita.
"Aku hannya tidak tega melihatmu kesakitan seperti itu?"
"Memangnya kamu siapa....Tidak usah sok peduli dan perhatian kepadaku aku sangat membencimu bahkan melebihi apa pun di dunia ini,kamu sudah merenggut masa depanmu,dan karena kamu mungkin aku tidak akan menikah lagi.Karena aku tidak punya kesucian lagi pria mana yang mau menerima orang jelek sepertiku." Dita langsung terisak dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya ingin sekali Aska memeluknya tapi dia takut membuat Aska semakin menangis.
Tidak mungkin dia harus katakan kalau dia mencintai wanita yang baru saja dikenalnya apalagi wanita itu sangat jauh dari kata seleranya,hannya karena dia mendapatkan kesucian wanita itu bukan berarti dia mencintainya.
"Buka pintu aku mau kembali ke restoran karena pekerjaan ku banyak disana kamu kan tau yang namanya wanita jelek,miskin harus kerja keras agar pemilik restoran terus memakai jasa kita untuk memperkaya dirinya." Sindir Dita.
Aska tersenyum kecut mendengar kata-kata Dita,ternyata dibalik kekuasaannya ada orang-orang lemah yang menjadi korbannya contoh kata wanita itu disaat dia sakit wanita itu tetap berusaha untuk bekerja.
"Sudah kamu istrahat saja nanti aku yang bicara kepada Anto agar pekerjaan mu diambil alih."
"Maksudmu aku dipecat."
"Tidak kamu istrahat sampai kamu sehat,setelan itu kamu kembali bekerja jika keadaan mu sudah membaik. Restonan itu milikku jadi apa pun yang aku katakan mereka pasti akan mendengarnya." Ucap Aska dengan lembut.
Dita cukup kaget mendengar kata-kata Aska,dia tidak menyangka kalau pria yang di hadapannya punya kehebatan seperti itu.
__ADS_1
Melihat Dita yang terdiam Aska kembali mengajaknya ke rumah sakit,dia masih tidak tega melihat Dita yang selalu meringgis kesakitan.
"Aku tidak sakit,ini cuma sakit biasa untuk wanita setiap bulannya tuan." Jawab Dita dengan suara mulai lembut.Saat dia tau kalau Aska adalah pemilik restoran tempat dia bekerja,dia tiba-tiba lembut,dia takut Aska memecantnya dia sudah terlanjur nyaman bekerja di restoran walau hannya bagian dapur karena gaji yang lumayan tinggi.
"Kamu datang bulan,terus kenapa kamu terus menringgis dan bahkan wajahmu pucat.Kamu harus jujur anggap aku ini bos yang sedang marah dengan bawahan." Ucap Aska memanfaatkan keadaan.Melihat Dita sepertinya menyukai pekerjaanya Aska ingin memanfaatkannya untuk melakukan semua yang dia inginkan.
"Asam lambungku naik tuan,beberapa hari ini aku tidak sarapan pagi untuk mengehamat unag,adikku sebentar lagi akan masuk sekolah menegangah jadi mereka butuh uang banyak." Ucap Dita sedikit terbuka.
Aska merasa iba mendengar kata-kata Dita,disaat hiduinya bergelimang harta bahkan dia selalu menghabiskan uang untuk wanita-wanita pelacur ternyata ada banyak orang menahan lapar dan haus hannya demi uang yang tidak seberapa.
"Baiklah kalau begitu kita makan di restoran saja,kamu jangan menolak kalau kamu tidak ingin aku pecat." Ancam Aska membuat Dita tidak berani berkutik.
"Aku tidak percaya diri jika harus makan di restoran bersama mu, apalagi dengan penampilan ku yang sangat kucel ditambah wajahku yang sangat tidak pantas jalan dengan mu." Ucap Dita.Jujur saja dia memang tidak merasa pantas berdampingan dengan Aska sekalipun dia hannya kariawannya.
Dita terlihat makan dengan lahap, sepertinya dia memang kelaparan atau mungkin dia sangat menyukai makanan itu Aska tidak mengerti.Setelan menghabiskan makanannya,Dita keluar dari dalam mobil dan membuang sampah makanannya di dalam tempat sampah.
Saat Dita sedang di luar Aska mengambil ponsel Dita yang terletak di jok mobil lalu mengambil nomornya,entah kenapa dia merasa malu jika harus memintanya sendiri kepada Dita.
"Tuan antar aku kerja kembali,aku tidak mampu jika besok pagi harus berangkat pagi-pagi sekali hannya untuk melakukan pekerjaan yang tidak aku lakukan hari ini." Ucap Dita lalu kembali naik ke dalam mobil.
Sebenarnya Aksa tidak ingin membiarkan dia bekerja lagi tapi karena Dita terus memohon dengan berat hati dia mengantar Dita kembali ke restoran.
__ADS_1
Sebelum sampai di halaman restoran Dita lansung meminta untuk diturunkan disana,dia tidak ingin ada yang melihatnya keluar dari mobil pemilik restoran.
Aska kembali kemejanya setelan hampir satu jam menghilang,Alex sangat heran melihat sikap tuannya akhir-akhir ini yang sering hilang tanpa kabar.
"Anto temani aku memeriksa semua ruangan dapur,aku ingin melihat kinerja setiap kariawan disini?" Anto langsung gemetaran saat Aska memintanya untuk mengelilingi semua lingkungan restoran dia sangat takut jika ada kesalahan sedikit pun di dapur atau di setiap lingkungan.
Aska pura-pura meminta menejer untuk menemaninya,nyatanya itu hannya alasannya dia ingin melihat Dita dan terus berada di sampingnya.
Aska berjalan menuju dapur tempat dimana ruangan paling sumpek,Anto semakin gemetaran dia takut sekali jika melihat kekacauan dapur restoran.Aska berdiri menatap Dita yang mengangkat piring-piring kotor menuju kamar mandi jujur saja dia sangat kasihan melihat Dita yang bekerja sendirian disana sementara di depan begitu banyak pelayan.
"Tambahkan beberapa kariawan yang dari depan menemaninya bekerja,apa kalian ingin membuatnya mati bekerja sendirian di dapur ini?"
"Maafkan aku tuan,aku segera melakukanya." jawab Anto dengan gugup.Dia sangat ketakutan padahal Aska sama sekali tidak marah bahkan dia terlihat tenang.
"Hei...Kamu kemari sebentar." Panggi Aska.Dita bergegas menghampiri Aska dia bersikap profesional dalam bekerja dia tidak ingin ada orang yang tau kalau mereka saling kenal.
"Ada apa tuan?" jawab Dita sambil menunduk di hadapan Aska.
"Saya perhatian anda kurang sehat dan sangat lemah seminggu ke depan kamu istrahat di rumah,setelah merasa sehat kamu kemabli bekerja." Ucap Aska lalu meninggalkan Dita yang belum memberikan jawaban apa pun kepadanya.
"Anto kamu harus lebih perhatian dengan kariawan,bagaimana bisa seorang kariawan lemah seperti itu tidak kamu suruh istrahat." Sungut Aska.
__ADS_1
πππbersambung πππ