
Juna menghentikan mobilnya tepat di lampu merah,matanya berkeliaran menatap sekitar tempat yang begitu ramai itu.Pada saat itu matanya tertuju kepada dua orang wanita yang duduk di dekat tukang bakso.
"Melisa...Dia ada disana." Ucap Juna,dia membawa mobil pergi tepat lampu berubah menjadi hijau.Setelah itu dia menepikan mobilnya dan menghampiri Dita dan Melisa yang sedang menikmati bakso tusuk di jalan.
Sebelum mendekat ke arah mereka,Juna menatap Melisa dari kejauhan,dia melihat perubahan di tubuh Melisa dan ada raut kesedihan di wajah wanita itu tapi tidak membuat hati Juna tersentuh sedikit pun malah sebaliknya dia membenci Melisa sampai ke akar-akarnya karena sudah memberi tahu segalanya kepada Aska.
"Melisa...."
deg
Tiba-tiba jantung Melisa berdetak hebat saat mendengar suara yang begitu familiar di telinganya,dia takut menoleh ke asal suara itu,dia takut kecewa kepada Juna yang sudah menghilang sekian lama.
"Oohh...Ternyata kamu masih berani menunjukan batang hidung mu ya bajingan, berani sekali kamu menemui kami,setelah sekian lama kamu menghilang?" Dita membayar makanan yang sudah mereka habiskan lalu mendekati Juna yang masih berdiri tampa merasa bersalah sedikit pun bahkan wajahnya terlihat sinis dan menjijikkan.
"Melisa ikut aku..." Juna menarik pergelangan tangan Melisa, lalu membawanya dengan paksa ke dalam mobilnya,melihat sesuatu yang tidak beres Dita mengikutinya dan menarik tangan Melisa.
"Mau kemana kamu membawa Melisa,lepaskan dia atau aku berteriak."Dita menarik tangan Melisa hingga terjadi tarik menarik dengan Juna,Dita semakin kesal lalu dia menatap Juna.
"Apa yang kamu lakukan,kamu mau bawa kemana Melisa,katakan." Dita memekik hingga orang-orang disana mulai menatap mereka dengan kesal.
"Jika kamu tidak ingin membiarkan teman mu pergi sendirian silakan kamu ikut jangan menggonggong disini." Ucap Juna dia kembali menarik tangan Melisa dan akhirnya Dita dengan terpaksa mengikuti mereka.
Sepanjang jalan Dita tampak ketakutan,di takut Juna melakukan sesuatu yang buruk kepada mereka berdua apalagi pria itu tidak berbicara sedikit pun kepada mereka berdua.
__ADS_1
"Juna kamu mau membawa kami kemana,kamu jangan macam-macam ya,jika kamu berani kepada kami aku tidak akan segan-segan melaporkan kaku ke polisi."
Skittt.....
Juna yang membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi langsung mengerem mendadak hingga terdengar suara gesekan ban mobil di aspal.Beberapa pria yang mengemudi di belakang memaki Juna karena hampir saja menabrak mobil Juna untungnya mereka bisa mengendalikan mobilnya.
"Kamu memang semakin lancang ya,gadis buruk rupa,oohh kamu sekarang merasa hebat ya karena seorang direktur bodoh mencintai wanita seperti mu,harusnya kamu ngaca kamu itu hannya pelampiasan Aska jangan berharap seorang Aska akan menikahi mu." Ucapnya dengan senyum bodohnya.
Dita sangat sakit hati mendengar kata-kata pria itu,sakit sekali rasanya dia dimaki sedemikian rupa padahal selama ini dia sudah berusaha untuk merawat diri bahkan giginya yang sedikit mancung sudah tidak terlihat karena dia sudah memeriksa dan memperbaiki di rumah sakit spesialis gigi.
Tubuhnya yang dulu gendut juga sudah tidak terlihat,begitu juga dengan rambutnya sekarang sudah lurus dan rapi kalau pun itu terlihat curly itu sengaja dilakukan oleh Dita untuk mempercantik penampilannya.
"Kenapa kamu diam,kamu sudah merasa hebat bisa berpacaran dengan Aksa,apa kamu melayani nafsunya setiap hari?kalau pun kamu cantik itu karena dia memodali mu,mana mau dia pacaran dengan wanita jelek sebelum kamu di permak kemarin hahaha....Kamu terlaku banyak bermimpi kawan."Ucap Juna dengan kata-kata yang cukup kasar.
Melisa hannya bisa diam mendengar semua kata-kata hinaan Juna sekarang dia baru sadar kalau Juna bukan lah pria baik-baik,bahkan dia sudah jelas tau kalau keadaanya sedang hamil tapi dia sama sekali tidak menanyakan masalah kehamilannya itu bahkan dia datang hannya menghina Dita yang membelanya.
Tidak ingin ribut lagi Juna kembali membawa mobilnya,sebenarnya dia bingung ingin membawa mereka berdua kemana akhirnya dia memutuskan membawa Keduanya ke rumah yang ditinggalinya.
Setelah sampai di rumahnya dia menarik Melisa terlebih dahulu setelah itu dia menutup pintu dan mengurung Dita di dalam mobil.Dita semakin yakin kalau Juna sedang merencanakan sesuatu yang buruk terhadap dirinya dan juga Melisa.
Sebelum Juna keluar dari dalam rumah,Dita menghubungi Aska yang kebetulan sedang melakukan meeting bulanan.
"Kemana sih Aska tolong kami mas." Pada saat itu Juna sudah keluar dari dalam kamar,dia segera mengakhiri panggilannya lalu mengirim pesan kepada Aksa.
__ADS_1
π¬ Mas tolong kami,juna membawa kami ke sebuah rumah yang tidak tau kami dimana,aku takut mas."
Setelah mengirim pesan nya,tepat saat itu Juna membuka mobil Dita sangat kaget hingga ponsel yang ada di tangannya jatuh kebawah.
"Kamu ingin melapor kepada Aksa ya....Percuma dia tidak akan menemukan mu,"Juna merampas ponsel Dita lalu melemparnya ke tanah hingga ponsel Dita mati dan layarnya hancur total.
Dita sangat ketakutan,apalagi saat itu Juna langsung menarik tangannya dan memaksanya masuk ke dalam ruangan disana ada Melisa juga dia menangis sesenggukan dan wajahnya juga ada luka memar yang artinya Juna tadi menghajarnya.
"Kalian berdua tidur disini,jangan coba-coba kabur atau aku membunuh kalian berdua dan memberikan tubuh kalian pada hewan peliharaan ku." Ucapnya,Juna membuka sebuah tirai yang memperlihatkan kandang harimau.
Kedua harimau itu mengaum saat Juan membuka tirai,Melisa dan Dita sangat ketakutan,dan Juna memanfaatkan ketakutan mereka berdua.
"Melisa aku akan mencari dokter yang bisa membuang janin di kandungan mu,aku tidak Sudi memiliki anak dari gadis miskin seperti mu,sebenarnya aku menyukai mu tapi karena kamu miskin aku terpaksa meluapkan kamu." Ucap Juna lalu menutup pintu dan mengunci dari luar.
Melisa menangis keras,dia tidak mau mengugurkan kandungannya dia juga tidak mau menanggung resiko yang tinggi untuk mengugurkan kandungannya.
"Aku memang berdosa terhadap orang tua ku,kalau aku tidak menolaknya waktu itu nasib buruk ini tidak akan mungkin menimpaku." Ucapnya sambil menangis.
Dita memeluk tubuh melisa,lalu menepuk pundaknya untuk memenangkan perasaan Melisa yang hancur karena pria yang dicintainya.
****
Aksa baru saja keluar dari ruang rapat,dia menghela napas lega setelah rapat membosankan itu selesai.
__ADS_1
Aska melonggarkan dasi yang melilit di lehernya lalu mengambil ponselnya,dia kaget melihat banyak panggilan dari Dita.
πππbersambung πππ