
Aksa keluar dari kursi kebesarannya,lalu mendekati Alex yang berdiri tidak jauh dari hadapannya dia menatap wanita itu dari atas kebawah.
"Alex... Mulai hari ini jangan mencoba-coba membawa pelacur keruangan ku,aku tidak menyukai wanita-wanita murahan yang seperti ini." Ucap Aksa.Wajah wanita itu langsung memerah, harga dirinya sebagai seorang wanita sangat terluka.
"Mas...Sekali lagi sebelum boking lihat dulu jenis prianya ya...Kalau prianya seperti ini tolong jangan panggil saya...Dia terlalu munafik." Ucap wanita itu lalu keluar dari ruangan itu.
"Keluar..." Aksa juga mengusir Alex keluar dari ruangannya seharian ini konsentrasinya sangat terganggu hannya karena Dita wanita yang sangat membuatnya marah beberapa hari ini.
"Gila apa yang terjadi dengan tuan Aksa hingga dia menolak wanita cantik barusan,apa otaknya sedang tidak baik hari ini,biasanya sesulit apa pun masalahnya akan sembuh jika aku memberikan dia wanita cantik." Ucapnya dalam hati.
"Sepertinya aku akan mencari tau apa yang terjadi dengan tuan Aksa." Ucapnya lalu dia berjalan keruangannya dengan hati yang sangat penasaran.
****
sementara itu Melisa sudah hampir seminggu pisah kerja dengan Dita,dia menikmati pekerjaannya di bagian depan.Semenjak pacaran dengan Juna Melisa memang sangat jauh berubah,dia semakin tidak ada waktu buat Dita bahkan dia sudah jarang membantu Dita dan selalu meninggalkan Dita saat pulang kerja.
Perubahan Melisa membuat Dita sangat sedih,sekarang dia tidak punya teman yang bisa menasehati dan mendukung dia karena orang-orang jarang ada yang mau berteman dengannya.
"Melisa... Sekarang ini kamu semakin jarang pulang bareng sama teman jelek mu itu ada apa,semenjak kamu pindah bagian kamu jarang menemaninya?" Tanya seorang kariawan yang juga di bagian depan.
"Tidak juga aku tetap dekat dengan Dita cuma aku sedang sibuk beberapa hari ini makanya aku tidak ada waktu untuknya." Jawab Melisa penuh alasan.
"Hmm...Aku kira kamu sudah tidak mau menemaninya atau mungkin kamu malu berteman dengan wanita jelek sepertinya." Ucap wanita itu kembali dengan senyum merendahkan.
__ADS_1
Hari ini semua pelayan restoran sedang bersiap-siap menunggu kedatangan tamu penting restoran itu,hari ini pemilik restoran memberi kabar kepada menejer bahwa dia dalam perjalanan menuju restoran.
"Kita semua harus terlihat rajin,kalian tau yang aku dengar pemilik restoran ini masih pria muda belum menikah!!"
"Hei...Babu kamu pikir kamu itu seleranya tidak usah banyak menghayal ini bukan dunia novel atau sinetron korea dimana pangeran tampan nan kaya raya melamar gadis miskin." Ucap seorang pria yang sangat usil.
"Memang...Iri ya karena kami berharap sama pria tampan apa yang kita harapkan dari orang miskin seperti kamu."Jawab kariawan wanita dengan judesnya.
Saat sebuah mobil mewah sampai di parkiran halaman semua kariawan sibuk menyambutnya bahkan melupakan pelanggan yang juga butuh pelayanan mereka,tapi yang namanya wanita pasti akan cari perhatian dengan pria yang katanya kaya raya dan masih lajang.
"Sudah kalian semua pokus dengan pekerjaan kalian,aku tidak butuh di layani seperti ini,lebih baik kalian melayani para pelanggan lainya." Ucap Aska lalu mengambil meja yang ada di pojokan.Menejer dan Alex mengikutinya dari belakang.
Aska tiba-tiba teringat dengan Dita yang pernah keluar dari restoran ini,perlahan dia menatap semua pelayan wanita satu-satu.
"Tidak mungkin restoran sehebat ini mempekerjakan wanita seperti dia aku sangat yakin itu." Ucapnya.
Alex dan Menejer berdiri tidak jauh dari Aska,melihat makanan yang begitu banyak sedikit pun tidak bisa menggugah selera Aksa apalagi saat dia teringat dengan Dita.
"Anto...Kamu pergi ke ruangan aku datang hannya ingin makan bukan untuk di tonton seperti ini,dan kamu Alex temani aku makan seperti biasa." Ucapnya.Anto menghela napas lega akhirnya dia disuruh pergi dari tempat yang membuatnya sesak napas.
Mereka berdua makan dengan santai,pada saat Aksa menyendok makanan ke mulutnya tiba-tiba matanya memandang keluar dan saat itu matanya menatap wanita yang sangat mirip dengan Dita.
Aksa mengucek matanya,dia mengira dia sedang bermimpi melihat Dita bekerja sebagai kariawan di restorannya dan sedihnya wanita itu bekerja sebagai kariawan rendahan di restorannya.
__ADS_1
Dita baru saja mengangkat semua sampah lalu membawanya ke tempat sampah umum,dia merasakan sakit yang luar biasa di pinggangnya karena beberapa ini dia sedang datang bulan.
Dari dulu Dita selalu merasakan sakit di seluruh tubuhnya,kalau dia sedang datang bulan,dan saat ini hal itu juga terjadi tapi karena hannya dia yang di bagian dapur terpaksa dia bekerja walau tubuhnya sedang lemas.
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tiba-tiba Aksa sudah berada di belakangnya,Dita lansung menoleh dia sangat kaget melihat Aksa menatapnya tatapan sayu.
Dita yang sangat kelelahan,mencoba bangkit dia ingin kembali ke belakang melakukan pekerjaan lainnya tapi Aksa sudah terlebih dahulu menarik tangannya dan membawanya ke dalam mobilnya.
Aksa membawa Dita keluar dari restoran, dia sangat iba melihat Dita yang sangat kelelahan apalagi wajahnya yang pucat membuat Aksa marah dan kesal.
"Sudah tau kamu capek kenapa kamu memaksakan diri untuk melakukan semua pekerjaan itu kamu bodoh atau apa sih." Aksa sangat marah,apalagi Dita yang selalu memegangi perutnya.
"Kamu sedang sakit aku akan membawa mu ke dokter jangan membantah"Aksa menyetir mobilnya perlahan sementara itu Dita semakin mengerang kesakitan.
"Tidak usah membawaku ke rumah sakit." Ucap Dita dengan rintihan di wajahnya.Aska terlihat sangat marah bahkan disaat Dita kesakitan dia masih bisa bertahan dengan egoisnya yang tinggi.
Dia mengerem mendadak hingga terdengar gesekan antara aspal dan roda mobilnya,seseorang dari belakang yang hampir menabraknya langsung keluar dari dalam mobil dan mengetuk kaca mobilnya.
"Hei...Bung meskipun anda pemilik mobil mewah anda harus tau tata tertib lalu lintas jangan berhenti sesukanya di jalanan seperti ini kalau terjadi kecelakaan apa anda bisa tanggung jawab." Ucap pria itu dengan wajah kesal.
Tapi saat melihat Dita yang lemah di dalam tiba-tiba pria itu mengerti dia langsung minta maaf dan kembali ke mobilnya apalagi beberapa mobil dari belakang sudah membunyikan klakson.
Aska menepikan mobilnya ke pinggir untuk menghindari kemacetan,setelan itu dia mematikan mesin mobilnya dan menatap Dita wajah yang terlihat marah.
__ADS_1
"Kamu itu kenapa sih,kalau orang sakit itu berobat bukan malah merintih tidak jelas disini,kamu kenapa sih terlalu sensi kepada ku,apa salahku?"
💗💗💗 Bersambung 💗💗💗