Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 45 ~ Aku hamil ~


__ADS_3

Melisa langsung memakai alat tes kehamilan,dia menunggu hasilnya dengan tangan gemetaran dan tubuhnya juga keringat dingin.


"Semoga saja tidak...Semoga tidak." Ucapnya dia membuka matanya perlahan lalu menatap alatnya dengan seksama dan hasilnya membuat dirinya benar-benar ketakutan.


Deg


"Aku hamil...Tidak aku tidak mau hamil,kenapa ini terjadi,aku tidak mau hamil." Tubuh Melisa yang gemetaran langsung duduk di lantai lalu dia menangis sesenggukan.Dia tidak tau harus bagaimana sekarang,dia takut kalau sampai orang tuanya tau dia bisa di bunuh apalagi orang tuanya orang yang alim di kampung.


"Bapak....ibu maafkan aku anakmu yang hina ini,aku sudah kotor,aku sudah ternoda bahkan hamil sebelum menikah...Hu....Hu...."Melisa terus menangisi dia tidak tau harus bagaimana sekarang apalagi sudah dua hari ini Juan tuan menghubunginya apalagi menemuinya.


Melisa terus menangis sepanjang hari,sempat terlintas dipikirannya untuk bunuh diri tapi dia takut hidupnya semakin berdosa apalagi sekarang sudah ada kehidupan baru di tubuhnya.


"Aku tidak bisa hamil,bagaimana ini aku takut." Ucapnya terus gemetaran di kamar mandi.Melisa menghabiskan waktu tiga jam menangis di kamar mandi setelah lelah dia keluar dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


Melisa memandangi ponselnya,dia ingin menghungi Juan tapi sudah dua hari ini pacarnya itu tidak ada kabar bahkan mengabaikan semua pesan dan panggilannya.


"Ada apa dengannya,kenapa dia mengabaikan aku,apa dia sudah memiliki wanita lain." Ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Melisa memandangi jam dinding sekarang masih pukul delapan,pikirannya semakin suntuk tidak tau harus ngapain sementara Juan tidak ada kabar sama sekali.


"Aku merindukan Dita,aku ingin bertemu dia."Ucapnya kembali.Melisa menghubungi nomor Dita,tidak berapa lama Dita mengangkat panggilnya.


πŸ“ž Akhirnya kamu menghubungi aku,kemana saja kamu selama ini,dasar teman durhaka dimana kamu,bisa tidak kamu datang ke kontrakan aku.


Terdengar begitu banyak ocehan dari mulut Dita dan itu yang membuat Melisa semakin sedih,dia melupakan Dita sejak pacaran dengan Juan hingga sekarang dia hamil,dan dia belum tau bagaimana nasib dirinya dan juga bayi yang ada di kandungannya.


Setelah Dita mengirim alamatnya Melisa buru-buru berangkat ke kontarakan Dita,yang ternyata tidak terlalu jauh dari kontrakannya hannya butuh waktu tiga puluh menit kalau tidak macet.


Dita langsung bergegas membuka pintu saat mendengar suara mesin mobil di luar rumahnya,Melisa tidak menyangka kalau ternyata Dita juga sendirian,dia mengira Dita tinggal bersama keluarganya.


Sekarang Melisa menangis di pelukannya itu artinya sahabatnya itu sedang ada masalah besar,karena dia bukan tipe wanita yang mudah ditindas.


"Melisa katakan apa yang terjadi hingga kamu menangis seperti itu,aku tau kamu bukan gadis lemah yang gampang menangis katakan dengan jujur apa Juan menyakiti kamu?" Tanya Dita dengan perasan meluap-luap.


ini saatnya dia membantu temannya itu,dari dulu Melisa selalu membantunya, dia akan menghajar orang yang mencemooh dirinya.

__ADS_1


"Ini lebih dari menyakiti,aku tidak tau harus bagaimana Dita aku memang perempuan nga benar,aku menyesal dita,aku tidak tau harus bagaimana sekarang kalau orang tuaku tau aku pasti di kubur hidup-hidup." Ucap Melisa sambil menangis sesenggukan.


Dita memeluk Melisa yang terus menangis,dia berusaha menenangkan sahabatnya yang dirundung banyak masalah.


"Kalau sampai Juan menyakiti mu aku akan menemuinya dan menghajarnya bahkan aku akan menyuruh Aska memecatnya." Ucap Dita keceplosan.Melisa yang masih menangis langsung diam lalu menyeka air matanya.


"Dita jujur padaku,apa kamu ada hubungan dengan Tuan Aska...Katakan jujur jika kamu masih menganggap aku sahabat mu." Ucap Melisa dengan paksaan.


Dita menunduk lalu mengangguk,dia juga bingung dengan hubungannya dengan Aska,di antara mereka tidak ada pernyataan cinta tapi Aska sangat baik dan perhatian kepadanya bahkan memberikan dia kalung berlian yang sangat indah dan juga anting.


"Maafkan aku Mel,aku tidak bermaksud merahasiakan ini dari kamu,tapi aku sangat segan cerita kepadamu,aku takut kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan." Ucap Dita .


"Kamu jahat Dita,kamu tau aku selalu ingin melihat mu bahagia tapi kenapa rahasia sebesar ini kamu sembunyikan sejak kapan kamu ada hubungan dengan tuan Aska,hebat sekali kamu bisa mendapatkan hatinya,sebenarnya dia pria Casanova,pria yang tidak akan puas dengan satu wanita." Ucap Melisa membuat jantung Dita berdebar saat mendengar kata-kata Melisa.


"Dita semoga kamu bahagia,suruh dia menikahi mu,jangan seperti aku,kamu tau aku sudah hancur dita...Aku hancur...hu...hu...hu" Melisa kembali menangis dan memeluk tubuh Dita dengan erat.


Dita semakin heran dengan Melisa,dia tidak tau masalah apa yang menimpa sahabatnya hingga dia begitu lemah saat ini bahkan terus menangis.

__ADS_1


"Apa sih yang terjadi sama kamu,kenapa kamu begitu lemah,kamu seperti bukan Melisa yang aku kenal." Ucap Dita.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2