Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 12# Pengakuan


__ADS_3

"Eca, kamu kenapa diam aja" panggil kak Eza.


"Aku ga pa pa kak" jawabku singkat.


"Kamu gak bohong sama kakak?" tanya nya lagi.


"Ohh, i..i..itu kak... Baiklah, a..a..aku mau jujur sama kakak, tapi setelah mendengar semuanya kakak jangan marah ya" ucapku lirih.


"Iya, kakak gak bakalan marah. Mana mungkin kakak marah sama kamu, melihat kamu menghindari kakak saja membuat kakak sangat tersiksa" jelasnya dengan nada sedikit menggoda, "Blussss..." membuat mukaku langsung bersemu merah seketika.


"Apa kakak benar-benar ingin tahu kenapa aku menjauhi kakak?" tanyaku memastikan.


"Iya, kakak selalu bertanya-tanya kenapa kamu selalu menghindar dari kakak" imbuhnya lagi.


"Kak, sebenarnya beberapa bulan yang lalu pas hari ulang tahun kakak aku datang ke Kampus kakak. Aku berniat menyatakan perasaanku juga memberi kakak kejutan, waktu itu aku merasa sangat merindukan kakak dan aku sudah tidak kuat memendamnya lagi. Tapi tiba di depan kelas kakak q berhenti dan ku urungkan niatku, karena aku melihat kakak sedang bermesraan sama Fika. Aku berfikir cintaku telah bertepuk sebelah tangan bahkan sebelum aku ungkapkan perasaanku, sepulangnya aku menangis sepanjang jalan, Kue dan kado buat kakak juga aku buang di tempat sampah, karena itu aku benci dan terus menjauhi kakak. Aku berusaha melupakan kakak, menghindari kakak, dan menghapus kontak kakak supaya aku dengan mudah bisa melupakan kakak. Tapi hasilnya malah nihil, semakin aku menjauhi kakak semakin aku menyayangi kakak. A..a...ak..ku..." Aku tak sanggup lagi melanjutkan ceritaku. Sementara kak Eza langsung menarik tanganku dan langsung memelukku, aku menyandarkan kepalaku di dadanya, airmataku terus berjatuhan sampai membasahi kemeja kak Eza.


Sesaat kemudian kak Eza berbicara. "Eca, maafkan kakak, kakak sama sekali tidak tahu kalo kamu datang ke Kampus kakak. Kakak benar-benar bodoh dan tidak peka, maafkan kakak" Kak Eza terus meminta maaf sambil mengelus lembut kepalaku.


"Asal kamu tahu Ca, dari dulu di hati kakak cuma ada kamu, makanya kakak sampai sekarang belum pernah pacaran. Kakak merasa nyaman dan bahagia setiap berada di dekat kamu. Awalnya kakak mengira kakak cuma menyayangi kamu sebagai seorang sepupu, entah kapan rasa sayang itu berubah menjadi cinta. Setelah kamu menghindari kakak baru kakak merasa ada yang hilang dalam hidup kakak, maafkan kakak yang terlambat menyadarinya, kalau sebenarnya kakak juga mencintai kamu." Mohonya dengan penuh harap.


"Sudahlah kak, semua sudah terjadi. Maafkan Eca juga karena sudah salah paham sama kakak" kataku untuk menghangatkan kembali suasana yang dari tadi tegang.


"Tentu saja sayang pasti kakak maafkan kamu"


godanya sambil mencubit hidungku, aku mengira mungkin aku salah dengar kalau dia memanggilku sayang jadi aku mengabaikanya.


"Aduh... sakit kak" rengekku manja walaupun sebenarnya sama sekali tidak sakit. Tapi malah kak Eza menempelkan hidungnya pada hidungku, "Dag..dig..dug...(anggap saja suara detak jantung)" jantungku semakin Berdisco tidak beraturan, seperti mau melonjak-lonjak.

__ADS_1


"Kamu kenapa, grogi ya deket sama kakak?" kak Eza terus menggodaku, "HMmmm..." aku hanya berdehem dan sedikit menyunggingkan senyum padanya lalu menunduk, aku benar-benar malu tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Gimana, apa masih sakit sayang" untuk yang kedua kalinya kak Eza memanggilku sayang lagi, tidak mungkin aku slah dengar sampai dua kali, aku jadi semakin salting di buatnya. "Apa, sayang.. dia manggil aku sayang. Ada apa dengan dia, kenapa dia jadi genit gini sih" ucapku pelan tapi masih terdengar oleh kak Eza.


"Udah deh kak jangan godain aku terus" ucapku sedikit kesal untuk menutupi saltingku. Lalu aku melangkah berniat mau meninggalkan ruang UKS, tapi dengan cepat kak Eza menarik tanganku kembali dan mengunci hingga akupun kembali terjatuh di pelukannya.


"Jangan pergi lagi Ca, jangan pernah jauhi kakak, kakak tidak mau kehilangan orang yang kakak sayang lagi, Papi dan Mami sudah meninggalkan kakak. Sekarang keluarga yang aku punya cuma kamu, Om, dan Tante, apa kamu bersedia nikah dengan kakak dan mau menerima kakak jadi suami kamu?" Tanyanya dengan wajah sendu yang terlihat begitu tulus.


Sebenarnya kak Eza itu orang yang sangat lembut, tapi dia sangat tertutup, sejak dulu dia hanya mau berbagi masalahnya dengan alm. maminya dan mamaku. Makanya dia akrab sama mamaku. Kalo di depan ortuku dia agak ja'im, jadi terlihat seperti aku dan dia tidak akrab.


"Mana mungkin aku menolak kakak, kakak kan yang terbaik" godaku balik, dia masih bengong dan tidak sadar kalo aku sudah berlari dan lepas dari pelukanya sambil tertawa (ha ha ha).


"Kamu ya, udah berani godain kakak" dia langsung saja mengejarku dan berhasil menangkapku.


"Udah kak, ampuun...katanya tadi kakak mau ngantar aku pulang?" aku mencoba mengalihkan.


Aku dan kak Eza berjalan beriringan keluar,


tiba-tiba kita di kejutkan sama dua R, siapa lagi kalo bukan Rosa dan Revi yang sejak tadi sudah ada depan pintu.


"Ka ka kalian berdua sejak kapan ada di sini?" tanyaku gelagapan.


"Loe berhutang penjelasan sama kita Fel" seru Rosa, "Iya Fel, jelasin sama kita. Ada apa di antara kalian berdua?" imbuh Revi.


Aku cuma diam saja karena bingung mau ngomong apa.


"Felysa adalah calon istri saya, untuk lebih jelasnya kalian tanya langsung ke Eca" kak Eza membuka suara memberitahukan, membuat Rosa dan Revi membulatkan mata kemudian saling pandang lalu beralih memandangi kami berdua karena saking terkejut nya.

__ADS_1


.


.


Happy Reading Yach


Mohon dukunganya yach Kak...🙏🙏


Kalo kalian suka sama cerita ini jangan lupa


di Like, komen, juga Vote yach...🥰🥰


Mohon maaf kalo masih banyak kesalahan


kata/penulisan, Author masih belajar, mudah-mudahan kedepanya bisa


lebih baik lagi...🤲🙏


Terimakasih Readers...🙏🥰


#Stay Healty


#Stay Safety


#Stay At Home


#Semoga pandemi ini segera berakhir...Aamiin...🤲🙏

__ADS_1


__ADS_2