Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 63# Penjelasan


__ADS_3

"Nel, jangan keras-keras" Fely langsung menutupi mukanya dengan sebelah tanganya, sementara Nella yang menyadari keheboanya malu sendiri.


"Gue kaget sumpah... Kok bisa sih??" tanya Nella lagi yang masih dengan ekpresi kaget.


Fely akhirnya menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan. Nella bisa memahami kenapa Fely selama ini tidak pernah membahas masalahnya, karena memang terlalu rumit menurut Nella.


"Fel, sumpah gue gak nyangka banget cerita hidup loe seperti Sinetron versi In Real Life" Nella terharu sekali mendengar cerita Fely.


"Iya gue ngerti kalo loe kaget, takut udah gak ada kesempatan caper sama Bos lagi kan?" cetus Fely dengan nada menggoda sahabatnya itu.


"Enak aja...meskipun pak Bos ORKA tapi bukan tipe gue" jawab Nella kesal.


"Terus tipe kamu yang seperti apa?" tanya Fely dengan serius.


"Kurang lebih seperti kak Varel" Nella senyum-senyum sendiri membayangkan wajah Varel, entah kenapa susah sekali melupakannya sejak pertama kali bertemu hari itu.


"Loe sakit?" Fely berdiri lalu menempelkan punggung tanganya di kening Nella.


"Sembarangan aja loe" decih Nella.


"Emang gak ada cowok lain di dunia ini yang buat loe bergetar? kenapa mesti suka sama kakak gue?" Fely heran dengan Nella, bisa-bisa nya dia menyukai kakaknya yang menyebalkan itu.


"Yang namanya perasaan kan gak ada yang tahu kita bisa suka sama siapa" jawab Nella dengan tatapan sendu. sepertinya Nella benar-benar tulus menyukai Farel.


"Iya.in aja deh yang lagi Bucin..." Ujar Fely sambil mengedip-ngedipkan matanya.


"Ngarang...mana ada gue Bucin" elak Nella, mulutnya memang bisa berbohong tapi hatinya lain lagi.


"Udah Yuukk...balik ke kantor" ajak Fely karena dirasa jam istirahat siangnya sudah habis.


Mereka berdua akhirnya kembali ke ruanganya masing-masing. Fely kembali berkutat dengan pekerjaanya, begitupun juga Nella saat ini sibuk dengan Laptopnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian ada seseorang yang masuk keruangan Fely tanpa mengetuk pintu. Ia mau marah tapi takut di pecat, walaupun Ferdi tidak mungkin memecat Fely.


"Dasar Bos...suka seenaknya sendiri masuk ruangan orang" Gerutu Fely kesal.


Ferdi berjalan menghampiri Fely "Sayang, nanti pulang kantor aku mau ajak kamu ke suatu tempat"


"Kemana emangnya?" tanya Fely dengan Intens.


"Ada deh...rahasia... nanti juga kamu tahu" jawab Ferdi.


"Tapi aku gak bawa baju ganti, masa pergi pakai baju kerja gini?" ujar Fely beralasan karena ia sebenarnya hari ini masih merasa sedikit capek dan mager.


"Tenang aja, nanti ada yang nganterin baju kamu kesini" Ferdi mengelus puncak kepala Fely lalu menyibakkan rambut istrinya itu ke belakang.


"HMmmm... ya udah kalo gitu" jawab Fely pasrah.


"Ok. Aku balik ke ruangan aku dulu" pamit Ferdi, tapi ia menyempatkan mengecup Bibir Fely singkat lalu secepat kilat ia pergi sebelum Fely marah-marah.


"Reza Ferdinand..." teriak Fely... namun sia-sia karena orangnya sudah masuk ruanganya.


Sementara Ferdi terus senyum-senyum di dalam ruanganya sampai tidak menyadari Om Johan sudah masuk ruanganya.


"Fer, kenapa kamu senyum-senyum seperti anak remaja yang jatuh cinta saja" cibir Om Johan.


"Om jangan ngarang... mana ada remaja jatuh Cinta senyum-senyum seperti aku?" elak Ferdi.


"Terus kenapa kamu?" tanya Om Johan lagi.


"Biasa Om... abis jailin Fely" jawab Ferdi terkekeh.


"Kamu itu ada-ada aja mentang-mentang sudah baikan" cibir om Johan.

__ADS_1


"Sepertinya om juga harus punya pacar biar gak monoton hidup Om" kali ini Ferdi berbalik mengejek om nya itu.


"Dasar bocah..." Om Johan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena saat ini ia belum terfikir untuk membuka hati lagi.


"Oh, iya Om. Gimana tugas yang aku kasih ke Om apakah sudah beres?" tanya Ferdi memastikan. Ia ingin memberi suprise kepada istrinya dengan mempertemukan Istrinya sama kedua sahabatnya semasa sekolah dulu.


"Beres...Om sudah berhasil melacak keberadaan mereka berdua" jawab om Johan dengan yakin.


"Ok Om, aku percayakan semua pada Om. Tolong atur semuanya" pinta Ferdi penuh harap.


"Siap tuan muda." Jawab Om Johan dengan tersenyum lebar.


Walaupun kesusahan mengajak Rossa dan Revi bertemu karena susah mendapat kan Tiket dalam waktu dekat namun pada akhirnya karma baik berpihak pada om Johan sehingga ia bisa mendapatkan tiket itu.


Rossa dan Revi Loss Contact sama Fely karena ternyata saat tiba di luar negeri Handphone Rossa ketinggalan di Pesawat, sementara Revi Handphone nya rusak dan semua kontak orang-orang penting yang ada di dalamnya hilang. Mau pulang pun tidak mungkin karena mereka belum menyelesaikan pendidikanya.


Rossa melanjutkan Study nya di Australia, sementara Revi ikut orang tuanya pindah ke Amerika. Mereka bertiga sebenarnya berat berpisah antara satu dengan lain nya tapi impian dan cita-cita yang membuat mereka semangat.


Awalnya mereka berjanji utuk terus berkomunikasi walaupun jarak memisahkan, namun siapa sangka takdir berkata lain, mereka bertiga akhirnya menjalani hidup baru masing-masing.


Kalau di bilang rindu pasti rindu tapi mau gimana lagi, bukan bermaksud untuk mengorbankan persahabatan, bukan pula tidak ingin mencari kontak sahabatnya tapi mereka memang tidak punya sosmed lain saat itu hanya Whatsapp saja. Dan bukankah sahabat yang baik akan selalu mensupport Sahabatnya? itu yang mereka yakini. Dan mereka tetap terus saling Mendo'akan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading...🥰🥰


Semoga menghibur...


__ADS_2