
Hari ini adalah hari Minggu, Fely dan Ferdi terlihat masih bergelung dalam selimut. Mungkin karena efek dari hormon kehamilan sehingga membuat Fely jadi malas banget, kalau Ferdi jangan di tanya lagi, dimana Fely mager disitu ia ikutan mager. Hehehe...udah satu paket sih mereka...
Drrrrrrt...
Drrrrrrttt...
Drrrrttttt...
"Siapa sih pagi-pagi sudah berisik" kesal Ferdi.
Fely menautkan kedua alisnya "mana aku tahu, tolong ambilin HP aku dong" pintanya sedikit manja karena kebetulan benda pipih miliknya itu ada di atas nakas yang lebih dekat dengan suaminya. Manja sama suami sendiri gak papa lah. Hehehe...
"Iya hallo Nel ada apa?" tanya Fely setelah tersambung dengan Nella.
"Fel, jalan yuukk ke Mall... aku ada perlu nyari sesuatu" ajak Nella.
"pengen sih, tapi loe tau sendiri kan gimana possesifnya suami gue" keluh Fely. "Gue suntuk juga sebenarnya di rumah" imbuh Fely kemudian.
"Dasar Si Boss" umpat Nella.
"Saya mendengar umpatan kamu Nella" sahut suara bariton tiba-tiba membuat nyali Nella sontak menciut. "Mammmpuuusss" umpatnya dalam hati.
__ADS_1
"Fel, kenapa gak bilang sih kalo di samping loe ada si Bos" kesal Nella.
"Hahaha... emang kamu tadi nanya?" ujar Fely.
"Yah mana gue tahu kalo kalian lagi berduaan udah jam berapa sekarang? jangan bilang kalian lagi Ehm...ehm" sarkas Nella.
"Ngaco kamu...yah lagian gue gak ada kegiatan Nell, mau ngapain lagi kalo gak rebahan, gue gak boleh capek-capek sama Bos loe" decih Fely.
"Bos gue itu suami loe kalo loe lupa" Fely langsung terkekeh sedikit keras.
"Gimana kalo loe main ke rumah gue aja Nell, kita makan-makan" usul Fely antusias, tidak tahu kenapa tiba-tiba ia pengen bakar-bakar.
"Boleh juga Fel, daripada gue gak ada kegiatan di rumah" jawab Nella mengiyakan.
Tiga puluh menit kemudian Dua buah mobil bersamaan memasuki sebuah rumah yang cukup megah itu. Setelah kedua kemudinya sama-sama keluar mereka kaget dan saling memandang cukup lama. Yah mereka adalah Farel dan Nella, takdir memang unik terjadi begitu saja tanpa rencana.
"Silahkan masuk tuan dan nona" suara seorang lelaki yang cukup dewasa menghentikan kekagetan mereka.
"Ferdi sama Fely di rumah kan Pak" tanya Farel. Karena memang ia ingin mengunjungi adik kesayanganya itu.
"Iya mereka di rumah, pasti ini Mas Farel sama mbak Nella yah? mari saya antar sudah di tunggu dari tadi" Farel dan Nella hanya mengangguk mengikuti.
__ADS_1
Sebelumnya Farel ternyata sudah menghubungi Ferdi kalau dirinya mau mampir, jadi Ferdi menyuruh pak Amar selaku supir pribadinya untuk menunggu mereka di depan.
Terlihat Jelas Farel dan Nella sama-sama canggung, entahlah takdir ternyata mempertemukan mereka lagi. Masing-masing berusaha menutupi kegugupannya karena saat ini Jantung mereka sedang berdisko ria.
"Hai Nell, kamu main kesini juga?" sapa Farel berusaha memecah keheningan saat ini.
"I..iya kak Farel, Fely ngundang aku makan-makan katanya lagi ngidam" jawab Nella sekenanya, Farel hanya ber Oh... lalu manggut-manggut.
"Kak Farel tumben emang lagi libur?" kali ini Nella balik bertanya pada Farel.
"Bisa di bilang Libur tapi kenyataanya enggak...hehehhe...yah kebetulan aku tadi ada kerjaan di dekat sini jadi mampir sekalian" jelas Farel.
"Cie...yang datangnya barengan" goda Fely pada dua orang yang saat ini berjalan menghampirinya.
"Udah deh Bumil gak usah banyak tingkah" sengit Farel membuat Fely memanyunkan bibirnya.
""Silahkan duduk Bro, Nella" Ferdi mempersilahkan tamu nya.
.
.
__ADS_1
.
#Happy Reading...❤️❤️