Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 59# Pura-Pura Tidur


__ADS_3

"Za, maafkan sikap Fely ya. Kamu yang sabar menghadapi Fely" mama Weni merasa tidak enak akhirnya berusaha memecah ketegangan yang barusan terjadi.


"Tidak apa-apa Ma... aku bisa ngerti, wajar bila Fely marah besar karena aku sudah membohonginya" ucap Ferdi lirih.


"Sebaiknya kamu susul Fely ke kamarnya, kalian harus bicara baik-baik biar masalah ini tidak berlarut-larut." Titah papa Bagas.


"Apa tidak sebaiknya kita biarkan Fely sendiri dulu Pa, aku takut Fely semakin marah dan benci sama aku" ucap Ferdi.


"Justru kalau semakin lama kamu membiarkan dia sendiri semakin lama dia akan marah, malah itu tidak baik buat hubungan kalian. Biar bagaimanapun kamu masih suami Sah Fely, bujuk dia, papa yakin perlahan pasti dia akan memaafkan kamu." jelas papa Bagas lagi.


"Baik Pa, Ma, Bang, aku pamit ke atas dulu" terlihat langkah Ferdi ragu-ragu menapaki anak tangga tapi tetap melangkahkan kakinya, sementara kedua mertua dan kakak iparnya hanya mengangguk dan tersenyum seolah mengisyaratkan memberi semangat pada Ferdi.


Perlahan Ferdi membuka pintu kamar di depanya, kamar yang dulu pernah mereka tempati berdua melewati berbagai rasa. Terlihat Fely meringkuk memeluk guling, sepertinya Fely sudah tertidur nyenyak karena tidak ada pergerakan. Ferdi berjalan mendekat ke sisi ranjang lalu duduk di sudut ranjang tersebut, ia memandangi wajah senduh istrinya yang masih terlihat jelas ada kesedihan di sana. Ferdi membelai lembut rambut Fely lalu mengecup kening Fely dengan sangat pelan.


"Maafkan aku...maafkan aku...maafkan aku sayang... aku bodoh karena sudah meragukan cinta dan kesetiaan kamu" Ferdi berucap pelan tak sadar air mata menetes ke Pipi Fely membuat empunya tidurnya terganggu tapi Fely enggan membuka matanya dan masih berpura-pura tidur.


"Aku tidak bermaksud membohongi kamu, aku hanya ingin kamu bahagia. Aku tidak mau kamu menyia-nyiakan hidup kamu merawat aku yang lumpuh dulu. Tapi caraku benar-benar salah, aku mengambil keputusan semauku sendiri. Benar yang kamu katakan kalau aku egois dan pengecut, tapi asal kamu tahu aku benar-benar tidak bisa kehilangan kamu. Selama ini kamulah semangat aku buat sembuh, aku kerja lebih keras supaya bisa membahagiakan kamu dan anak-anak kita kelak. Tapi semua itu sepertinya tidak ada gunanya kalau aku kehilangan kamu sayang. Aku mohon maafkan aku, beri aku kesempatan untuk memperbaiki dan menebusnya" Air mata Ferdi menetes kesekian kalinya membuat Fely tidak tahan untuk tidak bergerak, Fely sebenarnya terharu dengan kata-kata Ferdi tapi tetap ia tahan... toloongg...Fely sudah tidak kuat untuk terus pura-pura tidur dalam situasi seperti ini tapi Fely juga tidak mau semudah itu menerima Ferdi, paling tidak ia ingin memberi Ferdi hukuman dulu sampai ia benar-benar melupakan kekesalan hatinya begitu pikirnya.


"Mmmmmmm" Fely pura-pura melenguh lalu membalikkan badanya membelakangi suaminya. Ferdi langsung menghapus air matanya, lalu menuju kamar mandi untuk mencuci muka nya.

__ADS_1


Terdengar pintu kamar mandi yang sudah tertutup Fely langsung membuka matanya.


"Apa aku keterlaluan marah sama dia? apa aku terlalu jahat? Ahh..


tapi biarkan saja... biar dia sedikit tersiksa... biar dia menyadari kesalahanya... mau merayu aku?? Oohh...tidak semudah itu Ferguso..." Fely terus bermonolog dengan dirinya sendiri.


"Ckleekkk..." tak lama pintu kamar mandi terbuka Fely kembali berpura-pura tidur.


Ferdi akhirnya memutuskan tidur di samping Fely, matanya sudah tidak tahan untuk tidak terpejam karena dari kemarin ia tidak bisa tidur di tambah lagi banyak Dokumen yang harus ia periksa. Hari ini Ferdi tidak masuk kantor ia menyuruh Om Johan untuk menggantikannya di kantor sementara waktu sampai masalahnya dengan Fely beres.


"Aku gak bisa bayangin kalo kehilangan kamu sayang" lirih Ferdi yang saat ini sedang memiringkan tubuhnya lalu memeluk lembut pinggang ramping Fely. Tak butuh waktu lama Ferdi terlelap dengan nyaman.


Berbeda dengan Fely yang saat ini sedikit risih di peluk seperti ini karena ia sudah lama tidak seintim ini dengan laki-laki walaupun Ferdi bukan orang lain baginya tapi tetap saja ada perasaan canggung untuk saat ini. Fely akhirnya terus terjaga karena mau memindahkan tangan Ferdi takut orangnya bangun.


"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Ferdi dengan nada suara yang sangat lembut membuat hati Fely terasa hangat tapi Fely masih pura-pura acuh.


"HMmmmm" hanya itu jawaban Fely.


Ternyata memang benar kata orang kalau titik lemah seorang wanita adalah diam, kalau wanita sudah diam artinya ia sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


Ferdi saat ini tidak memprotes sikap Fely terhadapnya karena ia sadar penyeban semua ini adalah dirinya. Ferdi berfikir mungkin ini hukuman dari Fely untuknya sehingga ia harus bersabar dan menguatkan hati. Ia hanya berharap semoga waktu bisa menyembuhkan sakit hati Fely terhadapnya.


.


.


Semangat yach abang Ferdi...💪💪


Semoga Fely nya segera luluh kembali...


.


.


.


.


#Happy Reading...🥰🥰

__ADS_1


#Semoga kalian suka...


#Love You All...❤️❤️


__ADS_2