
Setelah selesai sarapan mama Weni berkemas karena nanti sore akan berangkat keluar kota. beliau tidak begitu banyak membawa barang kare segala keperluan nya sudah ia siapkan di mobil jadi kalo mau kemana2 tinggal membawa beberapa setel pakaian saja.
"Ma, mau di bantuin gak?" tanya Fely dengan suara lesu. Ia sedih karena baru pertama kalinya orang tuanya pergi ke luar kota dalam waktu lama, biasanya cuma dua sampai tiga hari saja sudah pulang. Tapi kali ini berbeda, meskipun dia di rumah tidak sendiri karena ada Reza sang suami tapi tetap saja ia merasa ada yang kurang dan kesepian, itu yang Fely hawatirkan.
"Tidak perlu sayang, mama sudah selesai kok. Mama tidak bawa barang banyak biar tidak terlalu ribet" jawab mama Weni dengan senyum lalu mengajak Fely duduk.
"Selama mama dan papa pergi, mama harap kamu bisa belajar menjadi istri yang baik buat suami kamu. Walaupun kamu saat ini belum bisa, tapi mama yakin selama kamu mau belajar terus pasti lama-lama kamu akan terbiasa." Mama Weni kembali memeluk sang putri dengan erat dan mengecup kening Fely dengan lembut.
"Fely bakalan kangen banget sama mama, hiks...hiks..." sambil terus terisak Fely membalas pelukan sang mama, butiran cairan bening yang sejak tadi ia tahan pun berhasil lolos dari persembunyian nya.
"Sudahlah jangan menangis jelek loh, kaya mama mau pergi ke luar negeri aja. Kalo kamu kangen mama sama papa, kamu kan bisa ngajak Reza berkunjung ke sana kalo libur sekolah" sambung mama Weni sambil menangkup kedua pipi putri kecilnya.
Setelah dari kamar sang mama, Fely pun kembali ke kamarnya, melihat suaminya sedang fokus berkutat dengan laptopnya ia memutuskan memainkan game yang ada di ponselnya saja karena takut mengganggu sang suami.
"Cukup membosankan juga ternyata lama-lama main Hp" gumam Fely lirih tapi masih terdengar oleh suaminya. Reza melirik istrinya yg terlihat Bad Mood akhirnya menyudahi pekerjaanya yang kebetulan sudah selesai lalu mematikan laptopnya.
"Kenapa bete gitu mukanya?" Reza melangkah mendekati sang istri dan duduk di sebelah Fely.
"Abiz gak ada kerjaan" jawab Fely datar.
__ADS_1
"Kamu pasti sedih ya karena mama sama papa mau pergi" tanya Reza pelan tapi tiba-tiba tanganya ikut reflek memegang tangan Fely lalu menciumnya berkali-kali. Fely yang mendapat perlakuan seperti itupun suasana hatinya mulai mencair.
"Ia kak, selama ini aku selalu terbiasa bersama mereka. Rasanya tidak lengkap kalo gak ada mereka, apalagi harus berjauhan dalam waktu yang lama" Fely terus mengutarakan isi hatinya sambil menggeser tubuhnya lalu merebahkan kepalanya di atas bantal. Dan Reza pun ikut berbaring di sebelahnya dengan terus memegang tangan sang istri dan sesekali menciuminya.
"Kita ambil positifnya saja sayang, mama pasti juga ingin supaya kita bisa lebih mandiri. Lagian kan ada aku, sudahlah jangan hawatir aku pasti bakalan jagain kamu dan semua nya pasti baik-baik saja" ucap Reza lembut menatap dalam Fely berusaha menenangkan sang istri lalu melingkarkan tangan nya di pinggang istrinya.
"Iya kak, mungkin karena aku belum terbiasa saja makanya jadi cengeng seperti ini" balas Fely menatap sendu suami nya lalu bergerak menempelkan kepalanya pada dada bidang sang suami.
Reza tersenyum lebar merasakan setiap kenyamanan yang ia lalui bersama Fely, walaupun hanya berupa hal sederhanah tapi ia sangat bahagia. Mereka berdua pun akhirnya sama-sama terbawa dalam mimpi tidur siang mereka.
Sore haripun tiba, mama Weni dan papa Bagas berpamitan pergi ke luar kota. Reza dan Fely mengantar mereka sampai halaman depan.
"Siap Pa, nanti kalo Eca nakal akan Reza hukum" jawab Reza sambil membalas pelukan papa Bagas.
"Iiissshhhhh.... kalian para lelaki memang nyebelin" dengus Fely kesal membuat ketiga orang di depanya tertawa.
"Sudah-sudah jangan godain putri mama yang cantik terus donk, udah jelek nanti malah makin jelek kalo ngambek" mama Weni kali ini ikut menggoda sang putri.
"Mama sama aja, kalian bertiga jahat hiks...hiks..." ucap Fely dengan nada manja.
__ADS_1
"Ya udah mama dan papa pergi dulu ya sayang, jangan lupa pesanan mama he...he..he" pamit mama Weni sambil mencium dan memeluk anak dan menantunya bergantian.
"Emang mama pesan apa?" tanya papa Bagas dan Reza bersama'an. Karena biasanya kan yang di tinggal yg minta oleh-oleh, ini malah yang mau pergi yang minta.
"Emmm....itu...itu...mama pesan..." Fely menggaruk kepalanya bingung mau jawab apa. "
"Mama pesan cucu yang imut pa, Za" sahut mama Weni enteng, membuat Papa Bagas dan Reza tertegun. "Ya Ampuun mak gue kalo ngomong emang suka gak pake filter" gumam Fely pelan.
"Owwww... itu... papa kan juga pengen. Kalian harus bekerja keras biar segera jadi" kali ini papa Bagas mulai ikutan menggoda mereka berdua. Reza hanya tersenyum menanggapi, sementara Fely kesal menahan malu sampai wajahnya memerah.
"Ya sudah kami tinggal dulu ya." Reza dan Fely mengangguk.
"Papa dan mama hati-hati" ujar Reza dan Fely.
papa Bagas pun beranjak memasuki mobil bersama mama Weni. Lalu mengemudikan mobil tersebut keluar melewati pagar hitam yang sudah terbuka dari tadi. Reza dan Fely terus menatap jauh kepergian mobil yang di tumpangi orang tua mereka sampai tak terlihat lagi, setelah itu mereka berdua kembali memasuki kediaman mereka.
Makasih buat semua yang sudah Support aku sampai saat ini...🙏🥰
Smoga kalian selalu sehat & bahagia...🤲🤲
__ADS_1
Happy Reading All...🥰🥰