
Pagi hari nya mereka berdua bangun lebih pagi, setelah melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim mereka kembali beraktifitas. Fely mulai berkutat di dapur menyiapkan sarapan buat sang suami sementara Reza lari pagi keliling komplek perumahan.
Satu jam kemudian mereka berdua sudah sama-sama rapi dengan pakaian santai mereka, lalu sepasang suami istri itu bersiap untuk sarapan bersama. Suasana pagi hari itu sangat tenang dan sejuk karena sedang mendung.
"Sayang, aku besok ada perjalanan Bisnis ke Negara X" Reza membuka obrolan.
"Berapa hari kak?" tanya Fely sedikit kaget karena Reza bilangnya mendadak. Dan ini juga merupakan pertama kali Reza pergi melakukan perjalanan Bisnis, tidak tahu kenapa tiba-tiba hati Fely merasa sedikit tidak tenang.
"Paling lama Lima hari, paling cepat Tiga hari" jawab Reza sambil berdiri melangkahkan kaki menghampiri sang istri.
"Sudah kamu tenang aja aku pasti akan segera pulang kalo kerjaan di sana sudah selesai, karena aku tidak mau lama-lama jauh dari istri kecil tersayangku ini" lanjut Reza mengelus pundak Fely lalu mengelus rambut sang istri.
"Beneran ya jangan lama-lama di sana" rajuk Fely dengan memanyunkan bibirnya.
"Siap Ibu negara" jawab Reza dengan semangat dan tersenyum lebar. Tapi tidak tahu kenapa menurut Fely senyum itu terasa sedih banginya tapi ia masih terus berfikir positif.
"Ya udah nanti malam aku bantuin kakak berkemas ya?" tawar Fely pada sang suami.
"Boleh kalo tidak merepotkan istriku" goda Reza sambil mencubit gemas pipi Fely.
"Mana ada merepotkan, itu kan sudah tugas istri. Lagian kan cuma berkemas apanya yang repot" jawab Fely enteng. Karena itu memang bukanlah pekerjaan berat.
"Kalo kamu tidak berani di rumah sendirian kamu boleh ngajak teman-teman kamu nginap di sini" saran Reza. Karena dia tidak mau istrinya kesepian saat ia tidak di rumah.
"Siap Boss..." jawab Fely sambil mengagkat tangan di samping kepalanya seraya orang memberi hormat.
__ADS_1
"Yuuuk abis ini kamu temenin aku jalan-jalan" ajak Reza.
"Jalan-jalan kemana kak" jawab Fely sedikit malas untuk keluar karena ia masih sedikit cape.
"Kesupermarket sama ke taman" jawab Reza. "Aku mau beli beberapa barang" lanjut Reza lagi.
"Ya udah bentar aku ambil tas dulu" Fely lalu naik ke kamarnya mengambil tas nya tak lupa ia memasukkan Handphone dan dompet nya. Lalu ia memoleskan sedikit bedak dan lipstik supaya wajahnya terlihat lebih segar.
Lima menit kemudian Fely turun dengan penampilan yang semakin rapi dan terlihat lebih cantik sampai Reza semakin kagum di buatnya.
"Kenapa dandan segala, kamu mau menggoda siapa?" ketus Reza.
"Siapa lagi kalo bukan menggoda suamiku ini" jawab Fely sontak membuat Reza tersipu malu.
"Udah ah yuukkk berangkat" ajak Reza sambil mengulurkan tanganya.
Reza pun melajukan mobilnya ke Supermarket, setelah berbelanja barang-barang yang di perlukan mereka membayar nya ke kasir.
"Kamu gak mau Ice Cream?" tanya Reza. karena dia tahu kalo Fely qaktu kecil suka sekali makan Ice Cream.
"Pengen sih tapi malu masa udah gede masih makan Ice Cream" jawab Fely dengan wajah memelas tapi justru terlihat semakin imut.
"Gak usah malu. mau aku temenin makannya?" tanya Reza lagi.
"Boleh. Emang kakak gak malu?" Fely memastikan lagi.
__ADS_1
"Apapun yang membuat istriku bahagia aku tidak akan malu" jawab Reza berhasil membuat Fely merona dan salting.
"Cie kayaknya seneng banget nih" goda Reza.
"Apaan sih....basi tau gombalnya" jawab Fely sambil berjalan lebih cepat di depan Reza dan melupakan Ice Creamnya. Untung saja Reza hafal kesukaan istrinya jadi ia langsung mengambil beberapa Varian cup Ice Cream lalu menyusul Fely yang sudah menunggu di samping mobil Reza.
Lalu Reza mengemudikan mobilnya lagi dan memarkir di pinggir taman, mereka berdua keluar dan berjalan jalan sebentar sambil berbincang. Setelah merasa sedikit lelah berjalan mereka duduk di salah satu kursi taman sambil bercanda mengingat hal-hal yang lucu.
"Oh Tuhan aku sangat bersyukur bisa memilikinya, jika ini mimpi jangan bangunkan aku dari mimpi ini. Ingin sekali rasanya aku hentikan waktu dan biarkan kebahagiaan ini seperti ini terus, kenapa hati ini terasa berat untuk mengizinkanya pergi. Tolong jangan ambil dia dari sisihku Tuhan. Jangan pisahkan kami, persatukan kami di dunia dan Jannah Mu" (lirih Fely dalam hati).
Hari pun tak terasa sudah mulai gelap, Fely dan Reza akhirnya memutuskan untuk pulang.
.
.
.
.
Happy Reading All
Makasih buat semua yang udah suppport karya q ini...🙏🥰
Maaf yach kalo Author Up nya blm bisa
__ADS_1
Rajin...🙏🙏
Author menyayangi kalian semua...❤️❤️❤️