Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 18# CEMBURU


__ADS_3

setelah selesai dari kantin kami ber empat kembali ke kelas. Bayu berjalan di sampingku kami terus bercanda sambil berjalan, sesekali Bayu menepuk pundak ku. Mungkin di mata orag lain kami terlihat seperti sepasang kekasih begitupun kak Eza yang melihat kami saat melintasi depan kantor guru, tatapan nya tajam ke arah ku. Aku yang menyadarinya langsung menjaga jarak dan mencari alasan.


"Gue mau ke Toilet dulu ya guys, kalian duluan aja ke kelas" ujar ku pada mereka bertiga


"Loe sendirian aja Fel, apa mau gue temenin?" tanya Rosa.


"gak usah, gue cuma bentar kok" jawabku.


"Oow...ya udah kalo gitu" timpal Revi.


Sebenarnya aku juga bingung mau ngapain ke toilet, ya udah lah nanti cuci muka saja pikir ku. Tiba-tiba saat mau memasuki toilet tanganku di tarik oleh seorang laki-laki, lalu aku di bawa ke taman belakang sekolah.


"Kak Eza, apa maksud nya kakak bawa aku ke sini?" tanyaku heran.


"Aku mau ngomong sama kamu Ca" jawabnya datar. terlihat wajahnya seperti orang yang sedang marah.


"Mau ngomong apa kak?" tanyaku lagi.


"Ada hubungan apa kamu sama cowok tadi, kelihatan nya kalian akrab banget?" tuduhnya.


"Gak ada apa-apa kak, aku cuma temenan aja sama dia kak" jelasku dengan wajah serius.


"Benar kamu gak ada apa-apa sama dia?" tanya nya lagi memastikan.


"Beneran kak, cuma temen aja" jawabku lagi.


"Jangan dekat-dekat sama dia, kakak gak suka Ca" seru kak Eza.


"Kenapa memang nya kak?" tanya ku penasaran.


"Ya pokoknya kakak gak suka, ya udah kakak mau kembali ke kantor dulu" pamit nya sambil mengelus kepalaku, kemudian berlalu meninggalkan ku.


"Iih...dasar aneh, seenaknya sendiri aja" gerutuku terus-menerus sambil berjalan. aku bingung sama sikap kak Eza, kenapa dia nglarang-nglarang aku supaya tidak dekat-dekat sama Bayu, padahal aku dan Bayu gak ada hubungan apa-apa. Aku masih bertanya-tanya sendiri dalam hati, sampai tidak sadar sudah sampai di kelas.

__ADS_1


"Loe kenapa beb, balik dari toilet muka kusut banget" tanya Revi.


"Iya, kesambet ya loe?" timpal Rosa.


"sembarangan aja kalian" jawabku kesal.


"Trus kenapa dong?" tanya Rosa dan Revi kompak.


"Gue lagi kesel sama kak Eza, Huufffttt" dengusku pelan.


"Memangnya kesel kenapa?" tanya Rosa penasaran.


"Tahu nggak kalian, pas gue mau masuk ke toilet tadi gue di tarik ke taman belakang sama kak Eza" cerocosku.


"lalu-lalu gimana, loe di apain?" kali ini Revi yang kepoh.


"Gak di apa-apain, dasar kotor otak kalian berdua" ujar ku.


"yah...gue kira kaya di drama-drama korea gitu terjadi adegan romantis Beb" lanjut Rosa.


"Ya iya lah secara loe kan calon istrinya" ucap Revi dengan santai.


"Kaya nya pak Reza cemburu Fel sama Bayu" seru Rosa.


"Masa sih? gitu aja dia cemburu. Kalian kan tahu sendiri dari dulu gue memang akrab sama Bayu" terang ku.


"itu kan menurut loe Fel, tapi kan beda lagi menurut Bayu nya" sahut Revi.


"Emang loe gak nyadar kalo Bayu naksir sama loe?" tanya Rosa lagi.


"Yah... mana gue tahu Guys" jawab ku polos.


"dasar ya...emang loe kebangetan gak peka nya" omel Revi, sementara Rosa menjitak kepala ku.

__ADS_1


"Aduh...sakit tahu" rengek ku sambil meringis dan memasang wajah yang memelas, lalu kami bertiga tertawa. Sampai guru datang melanjutkan pelajaran hingga waktu nya pulang. Saat keluar dari kelas aku melihat kak Eza sudah menunggu ku di depan pintu.


"Ada apa pak Reza?" tanya Rosa. yang berjalan lebih dulu di depan u dan Revi.


"Felysa nya mana?" tanya kak Eza.


"Ada, itu sama Revi di belakang" jawab Rosa. sambil menunjuk ke arah ku sambil berteriak.


"Ada apa Beb?" tanya ku penasaran.


"ada yang nyari loe Fel" jawab Rosa.


"Siapa Beb?" tanyaku lagi.


"Lihat aja sendiri" seru Rosa, lalu menarik tangan Revi kemudian pergi meninggalkan aku berdua sama kak Eza.


"yah...kalian berdua jahat banget sih. Kenapa gue di tinggalin woy?" gerutuku kesal, tiba-tiba aku menoleh di depan ku ada kak Eza.


"Tenang aja Ca, kakak anterin pulang" ucap kak Eza santai.


"Aku bisa pulang sendiri kak" jawab ku pura-pura nolak, padahal dalam hati ini seneng banget.


"Tidak ada bantahan Ca, kamu sudah jadi tanggung jawab kakak" jawabnya tegas.


"ya udah deh" jawab ku pasrah.


"Anak pinter..." ucap kak Eza sambil memegang hidung ku dengan jari telunjuk nya.


"Iihhh...apaan sih... orang nikah aja belum, udah seenaknya ngatur-ngatur aku" aku masih terus ngedumel sambil berjalan beriringan dengan kak Eza, gak tahu dia dengar apa tidak tp kak Eza terus tersenyum dari tadi. Selama di dalam mobil aku juga masih terus menggerutu sanpai aku tidak menyadari kalo mobil kak Eza sudah terparkir di halaman rumah ku. Aku langsung turun masuk kamar, Kak Eza juga turun, setelah menyapa Mama dan Papa ku kak Eza berpamitan untuk pulang.


Terimakasih atas dukunganya Readers...πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Terimakasih juga buat yang sudah Like, komen, dan Vote..πŸ™πŸ»πŸ˜

__ADS_1


Stay Healthy yach...πŸ₯°πŸ₯°


Happy Reading...😍😍


__ADS_2