
Malam harinya Fely membantu sang suami berkemas, setelah selesai memasukkan barang-barang yang di perlukan Fely meletakkan Koper tersebut di samping lemari pakaian mereka.
"Huuuffffttt...akhirnya selesai juga" desis Fely sambil menguncir rambutnya ke atas karena merasa sedikit gerah.
"Sayang, kamu lagi ngapain?" tanya Reza yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk.
"Ini barusan aku abis bantuin kakak berkemas"
"Owww...lagi sibuk gak?"
"Gak juga. Emang kenapa kak?"
"Bisa tolong bantuin ambilkan baju ganti buat q?" tanya Reza.
"Ok siap" Fely pun berjalan membuka lemari dan mengambilkan pakaian ganti buat suaminya. Saat ia mau mengambil ****** ***** Reza, ia ragu-ragu mau menyentuhnya. Tiba-tiba sebuah tangan kekar lebih dulu mengambilnya dan itu adalah Reza yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang Fely.
"Astaga...sejak kapan kakak di sini?" tanya Fely gugup dengan wajah yang Blushing.
"Sejak istriku ragu-ragu mengambil ****** ***** suaminya" goda Reza sambil tersenyum smirk.
"Issh...dasar nyebelin. Kenapa gak ambil sendiri aja sih aku kan belum terbiasa" jawab Fely dengan nada kesal lalu berjalan dan berdiri di tepi ranjang.
"Gitu aja ngambek" goda Reza lagi. Tidak tahu sejak kapan Reza suka sekali menggoda istrinya.
"Cup"
"Cup"
reza mengecup pipi kanan dan pipi kiri Fely, membuat sang empunya semakin merona dan gugup. Saat Reza mau mencium bibir Fely, Fely malah memundurkan tubuhnya sehingga membuat dia terpeleset dan reflek menarik Reza. Reza yang tidak kuat menjaga keseimbangan mereka akhirnya
"Bruuuuukkkk...." mereka berdua jatuh terpental di atas Ranjang dengan posisi Reza menindih di atas Fely dan kepala mereka berbenturan.
"Aduuuhhh...aauuuwwww" ucap Fely dan Reza bersamaan. Lalu Reza segera bangun di ikuti Fely sambil masih mengelus keningnya yang masih sakit.
"Kenapa kakak rese banget sih" ketus Fely.
"Ya maaf kan aku cuma niatnya jailin kamu, gak taunya kamu malah terpeleset" kekeh Reza yang merasa lucu dengan ekpresi Fely.
"Makanya jangan suka jailin orang" Fely masih kesal lalu mengambil piyama dan menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Biarin aja kan jail sama istri sendiri apa salahnya" teriak Reza tapi masih terdengar Fely yang sedang berada di kamar mandi.
"Bodoh amat..." Fely juga tak kalah kencang berteriak. Sementara Reza masih terkekeh sendiri membayangkan istrinya yang menggemaskan itu.
Lima belas menit kemudian Fely keluar dengan memakai piyama nya. Lalu ia menunaikan kewajibanya sholat isya' terlebih dahulu, setelah itu ia melakukan rutinitas malamnya sebelum tidur yaitu memakai Skincare atau Night Cream. Reza yang kebetulan masih belum tidur karena masih membaca berkas nya.
"Dia keren banget kalo sedang bekerja. Semakin terlihat berkharisma, aduuh...suamiku...jadi makin sayang aku"(bathin Fely).
"Kamu baru tahu ya kalo suami kamu ini ganteng, Udah puas ihatin nya?" ujar Reza tiba-tiba membuat Fely gelagapan.
"Ah...si si siapa yang lihatin kakak. Geer banget sih" kilah Fely, sambil naik tempat tidurnya lalu membenarkan selimutnya. Ia berusaha berkali-kali memejamkan matanya namun masih saja tidak mau terpejam. Tak lama setelah itu Reza ikut berbaring di sebelah Fely.
"Good Night My Wife, Cup" Reza mendekat ke arah Fely lalu mengecup kening Fely singkat.
"Hmmmm..." Fely hanya menjawabnya dengan tersenyum. Akhirnya mereka terlelap dalam mimpi indah mereka masing-masing.
.
.
.
.
"Om Johan udah berangkat kak?" tanya Fely dengan sedikit gusar.
"Iya katanya udah On The Way kesini" jawab Reza sambil memeluk pinggang Fely.
"Jangan lama-lama ya kak perginya. Aku gak mau lama-lama jauh dari kakak" mohon Fely dengan nada manja nya.
"Aku juga gak ingin lama-lama sayang. Aku janji bakal cepet-cepet selesaikan pekerjaanku di sana." Jawab Reza berusaha menenangkan Fely.
"Apa kamu mau ikut ke sana? biar bisa deket terus sama aku." tanya Reza.
"Pengen sih tapi kan besok lusa ada pengumuman kelulusan, gak mungkin lah aku ikut sama kakak" jawab Fely dengan wajah sedikit murung.
"Iya juga sih. Udah tenang aja jangan mikir macem-macem, ini salah satu kartu ATM aku kamu pegang untuk jaga-jaga buat keperluan kamu. Tiap bulan aku sudah suruh om Johan buat Transfer ke Rekening kamu." Reza membuka Dompetnya dan memberikan salah satu ATM nya yang memang sudah ia siapkan buat Fely.
"Ok kak. Tapi apa gak terlalu berlebihan seperti ini?" tanya Fely merasa sedikit sungkan sama Reza.
__ADS_1
"Tidak ada yang berlebihan untuk istri. Uang suami itu uang istri juga. Kamu gak boleh nolak. Cup..." jawab Reza tegas sambil mencium singkat bibir Fely supaya tidak lagi membantah perkataan Reza.
"Iya baiklah kalo gitu" jawab Fely pasrah.
Tiiiiiittt...Tiiiiiitttt...
suara klakson mobil om Johan terdengar, mereka berdua pun langsung keluar.
"Om gak mampir masuk dulu?" tawar Fely sambil mencium punggung tangan om Johan.
"Lain kali saja Fel, takutnya telat naik pesawatnya" jawab om Johan membuat Fely mengangguk mengerti.
"Ya udah aku berangkat dulu ya sayang" pamit Reza sambil mengecup kening Fely.
"Iya kak hati-hati ya. Kalo sudah sampai sana cepat kabarin aku dan jangan telat makan" pesan Fely sambil mencium punggung suaminya.
"Ok siap bu bos" jawab Reza dengan semangat Empat Lima.
"Fel, kami jalan dulu ya" pamit om Johan sambil melambaikan tangan.
"Iya om kalian hati-hati" ujar Fely.
Om Johan pun menancapkan gas mobil nya meninggalkan halaman rumah Fely, setelah mobil yang mereka tumpangi sudah tidak terlihat dari pandangan nya Fely pun memutuskan masuk kedalam rumah.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading All...🥰🥰
Jangan lupa Like, Komen, dan Vote kalo kalian suka dengan karya ini...🙏🥰
__ADS_1
I Love You All...🥰🥰
Happy Weekend...🥰🥰