Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 75# Gercep


__ADS_3

Mereka berempat berbincang tapi terlihat jelas ada kecanggungan antara Farel dan Nella. Mereka kadang terlihat saling curi-curi pandang satu sama lain, kadang juga kaku ngomongnya. Ferdi akhirnya pura-pura ngajak Fely ke dapur bikin cemilan, mereka sengaja meninggalkan kedua tamunya itu supaya Farel sama Nella bisa lebih leluasa ngobrolnya.


"Nel," panggil Farel


"Kak," panggil Nella


mereka akhirnya tertawa karena bersamaan saling memanggil.


"Kamu duluan aja Nell," ujar Farel sedikit kikuk.


"Kakak aja yang duluan ngomong" Nella sendiri juga bingung mau tanya apa, kalo diem-dieman terus kan malah akan semakin aneh.


"Perempuan yang harusnya duluan, laki-laki ngalah" kekeh Farel.


"Ya udah deh, aku mau nanya gimana kerjaan kak Farel lancar? lagi sibuk apa selain kerja?" percayalah saat ini Nella sedang Nervous setengah mati, hanya itu pertanyaaan yg sepontan keluar dari mulutnya. Rasanya ia ingin sekali menceburkan diri ke sumur.


"Yaah biasa... ngurus proyek sama handle marketing sementara soalnya salah satu karyawan masih cuti habis kecelakaan dan saat ini masih dalam masa pemulihan." Jawab Farel jujur, Nella hanya mengangguk-angguk paham.


"Kamu sendiri sibuk apa kegiatanya?" kali ini Farel balik bertanya.


"Gak ada sih kak, yah cuma kerja aja dan di luar itu cuma di kost" jawab Nella, kini mimik wajahnya tiba-tiba berubah sedikit berbeda dari sebelumnya.


"Memangnya keluarga kamu tinggal dimana Nel" tanya Farel lagi.


"Semua keluarga aku di kampung kak, paling kalo libur Nasional atau cuti panjang aku baru mudik" tiba-tiba Nella sedikit sedih mengingat keluarganya, sedang apa mereka di kampung, apa baik-baik saja. Ia hanya berharap keluarganya baik dan selalu sehat, kalo soal materi Nella tidak terlalu khawatir karena ia rutin mentransfer uang ke Ibunya yang menurutnya sudah lebih dari cukup karena ia tahu Ibunya termasuk tipe orang yang hemat, jadi pasti ibunya akan mempergunakan uangnya dengan sebaik mungkin.

__ADS_1


"Maaf kalo bikin kamu sedih" Farel tidak enak hati karena melihat Nella sedikit sedih seperti ini.


"Santai aja lagi kak, aku gak apa-apa, aku hanya tiba-tiba jadi kangen mereka" jawab Nella dengan senyum yang sedikit di paksakan.


Tidak tahu kenapa melihat Nella sperti ini Farel jadi tersentuh, sepertinya hidupnya Nella tidak mudah Terlihat jelas kalau Nella sedang sedih berjauhan dengan keluarganya. Tidak seperti dia dan Fely yang sejak remaja sudah terbiasa di tinggal kedua orng tua mereka ke luar kota ataupun keluar Negeri.


"Nel, memangnya pacar kamu sibukbbanget ya sampai gak ada waktu ngajakin kamu jalan keluar?" tanya Farel hati-hati sementara Nella malah tertawa membuat Farel jadi bingung. "cewek yang unik" gumamnya dalam hati.


..."Pliisss deh kak jangan ngaco, aku gak punya cowok. Lagian mana ada cowok yang suka cewek seperti aku" gurau Nella....


..."Tapi aku suka" jawab Farel terdengar ...


..."Maksutnya?" tanya Nella bingung....


"Owwww...gitu" Nella sedikit kecewa dengan jawaban Farel, tapi ia juga sadar diri tidak mungkin Farel secepat ini menyukainya apalagi mereka baru dua kali bertemu.


"Nel, aku pengen kenal kamu lebih dekat kalo boleh" ucap Farel sontak membuat Nella gelagapan.


"Gim...gim...gimana maksutnya kak?" Nella menatap lekat Farel maminta penjelasan.


"Kalau kamu tidak keberatan aku pengen jadi orang yang sepesial buat kamu" Ooohhhh astaga apalagi ini... baru beberapa saat yang lalu ia di bikin sedikit kecewa sekarang tiba-tiba di bikin melayang. Memang benar-benar sungguh tidak bisa di tebak pria yang ada di hadapanya saat ini.


"Aku yang tidak pantas buat kakak, kak Farel terlalu perfect" ucap Nella pelan.


"Ini yang membuat aku semakin menyukai kamu, kamu benar-benar berbeda" Farel menggenggam kedua tangan Nella lalu mengangkat sedikit.

__ADS_1


"Tolong beri aku kesempatan buat dekat sama kamu Nel" mohon Farel lagi.


"Kakak yakin?" tanya Nella, karena bagi Nella hubungan itu bukan hal yang main-main. Ia ingin serius hanya dengan satu orang saja. Rasanya ia tidak percaya, apa ini mimpi. Kenapa Farel tiba-tiba sperti ini, tapi ini memang nyata. Nella yang seakan terhipnotis dengan tatapan Farel yang meneduhkan itu akhirnya tanpa sadar hanya mengangguk berkali-kali.


Sementara di balik dinding ada dua pasang mata yang menguping pembicaraan mereka. Ferdi sebenarnya malas di ajak nguping seperti ini, bisa-bisa harga dirinya sebagai CEO hancur kalau sampai ketahuan orang-orang tapi demi sang Istri ia rela berdiri menemani Fely menguping pembicaraan kakak dan sahabatnya itu.


"Gila...kakak gue gercep banget" Fely tak habis fikir melihat kakaknya, ia kira akan sulit membuat Farel melupakan perempuan itu. Namun tak di sangka Farel benar-benar sudah mau untuk memulai membuka hati.


"Sayang udah dong ngapain sih kamu ngintipin mereka, itu bukan urusan kita" gerutu Ferdi, karena sejak tadi Fely di ajak kembali kedapur tidak mau.


"Bukan urusan kita kamu bilang? Dia itu kakak aku, jadi aku berhak tahu dengan siapa ia menjalin hubungan" sudahlah debat sama Bumil tidak ada gunanya, iya.in aja lah daripada makin panjang urusanya. Bisa-bisa malam ini ia di suruh tidur Sofa, Ferdi bergidik sendiri membayangkannya bisa-bisa pas bangun pegal-pegal semua badanya.


.


.


.


.


.


#Happy Reading...


#Semoga Terhibur

__ADS_1


__ADS_2