Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 72# Kisah Farel 2


__ADS_3

Suatu hari saat Wisuda kelulusan Farel datang menemani Shella, ia tak habis fikir di saat momen penting seperti ini orang tua Shella juga tidak bisa datang. Ia jadi sangat merasa bersyukur karena mempunyai orang tua yang perhatian seperti Mama Weni dan Papa Bagas.


"Shell, kamu setelah lulus mau kuliah di mana?" tanya Farel.


"Mami dan Papi sudah ngurus keberangkatanku ke Paris kak" jawab Shella dengan mimik muka sedih.


"Kamu mau ninggalin aku?" tanya Farel lagi.


"Bukan begitu kak, aku tidak bisa menolak keinginan Mami dan Papi" Shella sangat merasa bersalah pada Farel sebenarnya tapi ini juga bukan kemauanya.


"Apakah suatu hari nanti kamu akan kembali?" kali ini Farel kembali memastikan.


"Akan aku usahakan untuk kembali" jawab Shella Sedikit tidak yakin.


"Kak, aku tidak menyuruh kamu menunggu aku kembali. Carilah perempuan yang lebih baik dari aku" ucap Shella.


"Aku sudah menemukan yang baik kenapa kamu menyuruhku mencari yang lebih baik?" kesal Farel, ia merasa seolah Shella tidak menghargainya.


"Aku tidak bermaksud seperti itu. Maafkan aku" sebenarnya Shella juga terluka dengan keadaan ini tapi ia tidak bisa menjelaskan pada Farel, ia takut menyakiti Farel, tapi ia juga Egois tidak mau melepaskan Farel arena ia sangat menyayangi Farel.


"Aku akan menunggkumu sebisaku sampai aku menemukan penggantimu" tidak tahu mendapat keyakinan dari mana tapi ia saat ini yakin dengan keputusanya, ia yakin Shella suatu hari nanti akan kembali ke kota ini lagi.


*Bukankah cinta itu memberi tanpa meminta


Bukankah cinta itu meskipun bukan karena

__ADS_1


Tapi kenapa cinta ini sangat menyiksa


Kenapa takdir kita tidak bisa bersama


Aku terlalu rapuh untuk melawan


Aku terlalu takut degan tantangan


Aku terlalu egois dan pengecut


Bahkan melepasmu aku sangat takut


Bila memang ada takdir kita berjumpa


Aku ingin kita kembali bersama


Tapi aku sangat mengharapkanya*


Begitulah jerit suara hati Shella saat ini, lidahnya seakan keluh untuk berkata yang sebenarnya. Akhirnya hari itu Farel dan Shella pergi jalan-jalan untuk terakhir kali sebelum Shella berangkat, karena besok siang Shella sudah harus terbang ke Paris.


"Kak, jangan lupain aku" mohon Shella begitu egois tapi Farel mengiyakan nya.


"Kamu sudah mengisi hatiku, bagaimana aku bisa melupakan kamu" Farel mengucapkannya sambil mengelus rambut indah Shella yang terurai.


"Percayalah aku tidak nenginginkan semua seperti ini kak, apapun yang terjadi padaku nanti tolong dengarkan penjelasanku jangan percaya sama siapapun" pinta Shella terdengar begitu egois.

__ADS_1


"Maksud kamu apa?" Farel bingung dengan ucapan Shella.


"Intinya jika suatu saat kakak mendengar berita buruk tentang aku atau kejelekanku tanyakan langsung padaku jangan mudah percaya pada orang lain" jelas Shella untuk berjaga-jaga kalau-kalau suatu hari nanti Farel mengetahui yang sebenarnya karena tidak mungkin ia selamanya akan menutupinya dari Farel.


"Akan aku usahakan untuk itu" jawab Farel. "Apakah hanya itu saja, apa kamu tidak ada permintaan lagi?" tanya Farel


"Ada. Bolehkah aku memeluk kakak sebelum aku pulang?" tanpa persetujuan Shella langsung memeluk Farel dengan erat-erat cukup lama seoalah tidak ingin melepas Farel, begitupun Farel juga membalas pelukan Shella. Walau Farel sebenarnya kecewa tapi ia tidak mau menjadi penghalang Shella untuk mengejar cita-citanya.


"Your Dream Is My Dream" ucap Farel.


"Hubungi aku ketika kamu dalam kesulitan" sambung Farel lagi.


"Hmmmm" Shella hanya mengangguk tersenyum.


Setelah urusan mereka berdua selesai, merek berdua pulang kerumah masing-masing. Farel berniat mengantar Shella tapi supir Shella ternyata sudah menjemputnya.


.


.


.


.


#Terimaksih sudah mengikuti sampai Bab ini...🙏🙏

__ADS_1


#Author menyayangi kalian...❤️❤️


__ADS_2