Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 67# Hamil


__ADS_3

Sepulang dari kantor Fely mampir ke Apotek terlebih dahulu untuk membeli Tespek. Ia berharap semoga saja hasilnya tidak mengecewakan seperti sebelumnya. Semoga kamu sudah hadir di sini nak, ucap Fely sambil mengelus perut nya yang masih rata.


Sementara itu, Ferdi yang sudah pulang dari Kota X kelimpungan mencari Fely di rumah. Pasalnya ini sudah lewat jam pulang kantor, niatnya mau ngasih suprise tapi malah Fely nya gak pulang-pulang akhirnya Ferdi memutuskan untuk menghubungi Fely.


Drrrttttt..


Drrrrttt...


Dering panggilan Whatsapp masuk membuyarkan lamunan Fely ternyata Ferdi yang menelpon.


"Hallo, Assalamu'alaikum" terdengar suara dari seberang.


"Wa'alaikum salam" jawab Fely.


"Kamu sekarang lagi dimana sama siapa? bukanya ini sudah lewat jam pulang kantor? kenapa masih belum sampai rumah?" pertanyaan beruntun dari Suaminya membuat Fely bingung menjawab mulai dari mana.


"Kamu kalo tanya satu-satu dong" gerutu Fely.


Ferdi yang menyadari sikapnya pun akhirnya memelankan suara kemudian bertanya kembali sama Fely . "Kamu posisi lagi dimana sekarang biar aku jemput kesana?" tanya Ferdi kali ini dengan nada yang terdengar lebih santai.


"Aku lagi di Apotek" jawab Fely singkat.


"Kamu sakit apa? kenapa di Apotek?" tanya Ferdi dengan begitu cemas.


"Aku gak apa-apa, cuma lagi ada sesuatu yang harus aku beli aja" jelas Fely. Ia sedang malas terlalu banyak ngomong di telfon saat ini.


"Ok kalo gitu share lokasi kamu, aku kesana sekarang" titah Ferdi.

__ADS_1


"Gak usah, aku bawa mobil sendiri, ini juga mau pulang. Kamu tunggu di rumah aja" Fely langsung mematikan Telephone nya sepihak.


Tuutt...Tuuut... panggilan tiba-tiba terputus membuat Ferdi khawatir dan semakin gusar. Pikiranya sudah membayangkan yang tidak-tidak tapi ia masih berusaha berfikir tenang kembali.


Sepuluh menit kemudian terdengar suara mobil memasuki halaman rumah, ia yakin itu pasti Fely. Dan benar saja Ferdi langsung menghampiri istrinya lalu menarik lembut lengan istrinya, tak lupa ia memperhatikan setiap inci bagian tubuh istrinya memastikan bahwa tidak ada yang terluka.


"Ngapain kamu lihatin aku seperti itu?" tanya Fely dengan mengerutkan keningnya.


"Kamu beneran gak apa-apa?" selidik Ferdi.


"Seperti yang kamu lihat" jawab Fely dengan malas.


"Kenapa wajah kamu pucat? kamu sakit?" tanya Ferdi.


"Aku hanya lelah aja, nanti setelah istirahay juga pasti akan segar kembali." Fely berusaha meyakinkan suaminya kalo ia baik-baik saja walaupun raut wajahnya tidak dapat berbohong.


"Aku ke kamar dulu mau memberdmsihkan diri" tanpa menunggu persetujuan Ferdi, Fely sudah berjalan memasuki kamar mandi. Tak lama kemudian terdengar suara cukup keras dari dalam nya


"Sayang, kamu kenapa?" Ferdi mengetuk pintu kamar mandi itu cukup keras.


"Aku sepertinya masuk angin" suara Fely terdengar melemah. Ferdi merasa tidak yakin pun akhirnya memutuskan untuk menunggunya di depan pintu.


"Ckleek.." pintu pun terbuka menampakkan sosok istrinya yang terlihat tak bertenaga.


"Sayang, Are You Ok?" tanpa persetujuan Fely, Ferdi langsung mengangkat tubuh istrinya lalu membaringkanya di kasur mereka.


"Kita periksa ke dokter ya?" ajak Ferdi. "Atau kamu mau aku panggilkan dokter kerumah saja?" Ferdi masih berusaha membujuk Fely. Ia sangat tahu kalo Fely sangat keras kepala dan tidak mudah untuk mengajaknya ke rumah sakit.

__ADS_1


"Nggak perlu, aku gak sakit" jawab Fely dengan santainya membuat Ferdi semakin Khawatir.


"Maksut kamu apa? sudah seperti ini masih bilang gak sakit..." kesal Ferdi dengan raut wajah yang sulit di tebak.


"Aku memang gak sakit, semuanya karena ini" Fely lalu mengeluarkan benda kecil panjang yang terlihat ada dua garis merah di sana. Seketika Ferdi langsung te.rsenyum lebar saking senangnya sampai kedua matanya berkaca-kaca, kemudian ia reflek menciumi wajah Istrinya berkali-kali.


"Ini beneran kan Sayang?" tanya Ferdi memastikan kalau ia tidak sedang bermimpi saat ini.


"Iya beneran, kamu akan menjadi calon ayah" Fely mengangguk lalu sedikit tersenyum.


"Sejak kapan?" tanya Ferdi ingin tahu lebih detile lagi.


"Aku tidak tahu pastinya, tapi du minggu ini aku telat datang bulan. jujur Fely sendiri memang tidak mengetahuinya.


"Apa kamu tidak ingin memeriksakanya ke dokter? apa kamu tidak ingin mengetahui perkembanganya?" tanya Ferdi lagi.


"Besok-besok saja" sekarang aku lagi males kemana-kemana.


"Ya sudah terserah tuan Putri saja..." Ferdi lagi-lagi masih menggoda Fely namun kali ini ia beralih menciumi perut istrinya dengan penuh kasih sayang. Ia masih tidak menyangka secepat itu benih cintanya tumbuh di dalam sana.


.


.


.


.

__ADS_1


#Happy_Reading All...🥰🥰


Maaf kalo kurang Greget...🙏🙏


__ADS_2