Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps 16# Meminta Restu


__ADS_3

Perjalanan yang kami tempuh memakan waktu yang cukup lama, kurang lebih Dua jam kami tiba di kota B.


Kak Eza memarkir mobilnya di depan TPU kota tersebut. Aku masih tidak mengerti kenapa kak Eza mengajak ku kesini.


"Kak, kenapa kita ke sini?" tanyaku dengan heran.


"Sudah kamu ikutin kakak aja" perintahnya, dan aku terus mengekor di belakangnya. Tiba-tiba dia berhenti di depan Dua batu nisan yang ternyata adalah makam pakde dan Bude.


Lalu kak Eza bersimpuh dan berkata:


"Mi, Pi, sebentar lagi Eza dan Eca akan menikah, kami minta restu dari kalian berdua, bukankah ini permintaan terakhir kalian berdua, Eza akan mewujudkanya. Kalian pasti sudah tenang kan? Eza selalu berharap semoga kalian berdua bahagia di atas sana."


"Iya Pakde, Bude, Eca sebentar lagi akan jadi istrinya kak Eza, Eca janji akan berusaha menjadi istri yang baik buat kak Eza. Pakde dan Bude yang tenang ya di atas sana" sahutku sambil menepuk pundak kak Eza.


"Udah kak jangan sedih lagi, nanti Pakde dan Bude ikut sedih kalo kakak sedih terus seperti ini" aku berusaha menenangkan kak Eza.


"Makasih Ca, makasih kamu sudah mau menerima aku. Aku janji, aku akan berusaha menjadi suami yg baik buat kamu" ucapnya begitu serius dan penuh keyakinan membuatku sangat terharu,


"Iya kak sama-sama, Eca juga akan berusaha menjadi istri yang baik buat kakak. Mari kita mulai semuanya dari awal lagi" kak Eza hanya mengangguk dan tersenyum, lalu dia mengelus kepalaku dan mengecup keningku, lalu menyandarkan kepalaku di dada nya.


Entah kenapa aku benar-benar merasa nyaman dan bahagia saat berada di pelukan nya.


"Ya Tuhan, semoga dia adalah jodoh terbaik yang kau pilihkan untuk ku", ucapku sangat lirih mungkin tak terdengar oleh kak Eza.


Tak terasa hari sudah mau petang akhirnya kami memutuskan untuk pulang supaya tidak terlalu larut sampai di kota A.

__ADS_1


Aku merasa sangat lelah saat ini dan sudah tidak kuat menahan mataku untuk tidak terpejam, selama di dalam mobil aku dan kak Eza juga jarang berbicara, lagi-lagi kami masih sedikit canggung, lalu aku pun tertidur dengan sangat pulas. Mungkin karena begitu penat sampai aku tidak sadar ketika sudah sampai di depan rumahku.


Kak Eza menghentikan mobilnya di depan halaman rumahku lalu turun sendiri, kebetulan Mama dan Papa lagi duduk santai di depan rumah.


"Lho Za, Eca mana kok kamu sendiri?" tanya Mama sedikit cemas karena tidak mendapatiku.


"Ada Ma, di dalam mobil. Eca ketiduran, mungkin sangat capek, Eza tidak tega untuk membangunkan nya"


"Dasar anak itu, kalo tidur udah kaya Kebo" Gerutu Mama ku sambil berjalan menuju ke mobil Eza berniat membangunkanku.


"Gak pa pa Ma, sudah jangan di bangunin" cegah kak Eza sambil membututi Mamaku, dia diam sejenak lalu melanjutkan. "Apa boleh Eza bantu bawa Eca ke kamarnya?" tanya nya ragu-ragu.


"Ya boleh lah Za, kamu kan sebentar lagi akan jadi suami Eca" tutur Mama ku, sementara papa ku hanya tersenyum.


Kak Eza pun langsung menggendongku dan membawaku ke kamar, selesai membaringkanku dia tidak lupa menyelimutiku kemudian mengelus kepalaku dan mengecup keningku sebentar lalu dia keluar.


Aku masih senyum-senyum sendiri sambil memegang keningku, masih terngiang waktu kak Eza mengecupku tadi bagaimana tidak ini pertama kali nya aku mendapatkan perlakuan seperti ini dari lawan jenis. Dan aku bersyukur cintaku tidak jadi bertepuk sebelah tangan, hehehe.


Yaahh... aku tidak menyangka kenapa bisa mencintai sepupuku sendiri, meskipun bukan sepupu kandung karena Budeku sebenarnya anak dari teman baik Nenek ku.


Flasback On


Waktu itu teman beliau meninggal ketika melahirkan Budeku(Ibu dari kak Eza), jadi Nenek ku yang merawat Bude. Nenek sudah menganggap Bude seperti anak nya sendiri, begitupun dengan Mama ku. Walaupun mereka bukan saudara kandung tapi mereka berdua saling menyayangi karena Nenek dan Kakek juga tidak pernah membeda-bedakan dan sangat menyayangi mereka.


Flashback Off

__ADS_1


"Ma, Pa, Eza pulang dulu ya" pamit kak Eza sopan.


"Kamu gak mau nginep di sini aja Za" tawar mamaku.


"Ini udah malam loh, apa kamu tidak ngantuk?" Mamaku sedikit hawatir karena melihat mata kak Eza yang sudah merah lelah nya.


"Iya Za, nginep di sini saja" imbuh Papaku.


Akhirnya kak Eza tidak ada alasan menolak lagi, karena tidak enak dia meng iyakan.


"Baik lah Ma, Pa, Eza nginep di sini malam ini" Mama dan Papa lalu tersenyum.


"Gitu donk Za, sebentar lagi kamu kan juga akan jadi anak Papa" Ujar Papaku sambil menepuk pundak kak Eza, sementara Mama langsung menyiapkan kamar tamu. Tidak lama papa menyusulnya mengantar kak Eza supaya istirahat.


Keesoakan pagi nya aku bangun terlambat, padahal aku sudah pasang alarm tapi tidak terdengar sama sekali, aku langsung lari ke kamar mandi kemudian bersiap-siap dengan mengenakan sragam seperti biasa lalu keluar.


Tiba-tiba aku mematung melihat pemandangan di meja makan. di situ sudah ada Mama, Papa dan kak Eza.


Wajar aja aku kaget karena aku tidak tahu kak Eza semalam nginep di sini.


Happy Reading...🥰🥰


Terimakasih buat yang sudah support,


yang sudah Like, Komen dan Vote...🙏🙏

__ADS_1


Semoga ceritanya menghibur yach...🥰🥰


Maaf kalo masih banyak kekurangan...🙏🙏


__ADS_2