Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 69# Bertemu Farel


__ADS_3

"Besok libur kerja kamu gak pengen kemana-mana?" tanya Ferdi yang saat ini sedang berbaring di sebelah Fely.


"Aku pengen main ke Apartemenya kak Farel apa boleh?" Fely berharap suaminya mengizinkanya.


"Tentu saja boleh. Besok aku antar kamu ke sana" ucap Ferdi.


"Makasih sayang, kamu memang The Best pokoknya" Fely semakin merapatkan tubuhnya ke Ferdi. Gak tahu kenapa sejak hamil tiap tidur Fely ingin di peluk Ferdi terus.


"Gimana tadi kamu gak capek kerja nya?" tanya Ferdi memastikan, ia tidak mau kalau istrinya sampai kelelahan.


"Plis deh gak usah berlebihan bisa gak, aku baik-baik aja. Kalaupun aku ngerasa sakit aku pasti ngomong sama kamu, aku juga gak ingin calon anak kita kenapa-kenapa" dengus Fely.


"Iya iya maafin aku, aku percaya kamu pasti bisa menjaga anak kita dengan baik" Ferdi tersenyum lalu mengecup puncak kepala Istrinya berkali-kali, aroma shampoo Strawbery pada rambut Fely kini menjadi candu Ferdi setiap hari.


Beberapa saat kemudian nafas Fely terdengar makin teratur juga tidak ada pergerakan sama sekali itu tandanya Fely sudah tertidur pulas. Ferdi pun memejamkan mata dan ikut terlelap.


Keesokan harinya Ferdi menepati ucapanya kemarin malam untuk mengantar Fely ke Apartemen Farel, emang ada-ada aja Bumil maunya. Untung saja tidak minta ketemu sama kedua mertuanya, karena Mama Weni dan papa Bagas saat ini sedang berada di luar Negeri. Bisa-bisa Om Johan kalang kabut nyari tiket dan ngurus keberangkatan mereka. Plis jangan ngidam yang aneh-aneh sayang, ucap Ferdi membathin.


Setelah berkendara setengah jam lebih sampailah mereka berdua di depan Apartemen Farel, setelah memarkir mobil Ferdi lalu menggandeng Fely takut kalau lantainya ada licin.


"Yang, aku berasa kayak anak kecil deh kalo gini. Kamu ngapain sih nge gandeng aku kaya mau nyebrang aja" gerutu Fely sepanjang jalan naik ke ruangan Farel.

__ADS_1


"Kamu itu suka ceroboh, atau mau kita pulang aja sekarang" tegas Ferdi tak mau di bantah, ya kali udah mau nyampe depan pintu balik pulang ngeselin banget kan Ferdi.


"Ting...Ting" Fely memencet bel di depan mereka. Tak lama keluarlah sosok pria yang ia rindukan. Fely langsung memeluk kakaknya itu untuk menumpahkan kerinduanya.


"Dek, ya ampun...kamu lebai banget deh. biasanya juga gak gini-gini amat meluknya. Kok jadi takut sendiri gue, loe gak mungkin cinta sama gue kan" Farel menatap Fely menyelidik.


"Sembarangan aja loe bang, ini kemauan ponakan loe asal loe tahu. Gue juga ogah deket-deket loe" Fely melepaskan pelukanya lalu menampol lengan Farel, sementara Ferdi hanya geleng-geleng melihat interaksi keduanya.


"Apa tadi loe bilang? Ponakan? maksutnya loe lagi hamil sekarang?" tanya Farel beruntun.


"Iya. Ini gara-gara dia" Fely menunjuk perutnya lalu menunjuk Ferdi.


"Biasa aja mukanya, gak usah segitunya kali... emang salah kamu kan" Ujar Fely memelototkan matanya.


"Sabar bro, maklum ibu hamil rada konslet biasanya" bisik Farel pada adik iparnya itu.


"Kayaknya gue harus setok sabar yang lebih banyak lagi bang" bisik Ferdi lemas.


"Kalian berdua ngapain bisik-bisik? ngomongin aku ya?" tuduh Fely.


"GR banget jadi orang kamu" elak Farel.

__ADS_1


"Udah jangan ribut-ribut gak enak sama tetangga sebelah" Ferdi berusaha menengahi supaya istrinya tidak semakin menjadi.


"Iya sampai lupa, kalian gak mau masuk duduk dan minum dulu" Farel mempersilahkan kedua saudaranya.


"Kalian ngobrol aja berdua, aku ada urusan sama Om Johan. Gak apa-apa kan kamu disini dulu nanti sore aku jemput?" sebenarnya itu hanya alasan Ferdi saja, karena Ferdi ingin memberi ruang pada istri dan kakaknya supaya lebih bebas ngobrolnya.


"Gak apa-apa tenang aja kan ada bang Farel" jawab Fely dengan santai, kebetulan ada hal penting yang ingin ia bicarakan pada kakaknya.


"Tenang Bro, aman... udah jinak kok" Farel terkekeh dengan ucapanya sendiri.


"Ya udah bang gue pamit dulu" Ferdi lalu undur diri dari sana.


.


.


.


.


#Happy Reading...🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2