Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 71# Kisah Farel 1


__ADS_3

Flash Back On


Seorang pemuda menjemput gadis berseragam SMA di depan gerbang sekolah dengan menaiki motor Ninja nya, pemuda itu adalah Farel. Sepuluh menit menunggu akhirnya gadis pujaanya itu menghampirinya.


"Udah lama kak nunggu disini?" tanya gadis yang bernama Shella itu.


"Belum lama kok, mau langsung pulang atau jalan-jalan dulu?" tanya Farel.


"Jalan-jalan yuk kak. Pulang juga percuma di rumah sepi gak ada orang" Shella adalah anak tunggal dari pengusaha PT. S, walaupun hidupnya tidak pernah kekurangan tapi ia selalu kesepian. Orang tuanya jarang sekali pulang, ia seperti hidup sendiri di rumah nya, tidak ada kehangatan keluarga, tawa riang canda di dalamnya. Hidupnya terasa hampa dan kosong sampai akhirnya Farel masuk ke hidupnya.


"Nih pakai dulu Helm nya" Farel menyodorkan sebuah Helm pada Shella, gadis itu menurut lalu memakainya.


"Lest go..." ujar Farel, Shella pun menaiki motor Farel. Jalanan kota kebetulan tidak begitu ramai membuat Farel santai berkendara.


"Shell, gimana tadi sekolahnya?" tanya Farel ketika mereka berhenti di Setopan lampu merah.

__ADS_1


"Yah begitulah kak, seperti biasanya. Aku malas banget sama guru Killer itu tiap ngajar gak pernah masuk ke otak" dengus Shella.


"Jangan gitu dong, semakin kamu benci sama orangnya semakin teraaa sulit pelajaranya" tutur Farel, tidak di sangka Farel bisa berbicara dengan bijak juga.


"Iya juga sih, tapi gimana ya...benci sama gurunya udah mendarah daging kaya nya" ucap Shella.


"Oh iya, emang kakak gak lagi repot hari ini?" tanya Shella mengubah topik pembicaraan.


"Kalo repot gak mungkin q ngajak kamu jalan sekarang" jawab Farel.


"Buat kamu aku usahain selalu ada waktu" Farel mengatakanya sambil mengusap-usap punggung tangan Shella.


Kalau di bilang pacaran memang seperti orang pacaran, tapi mereka tidak pernah ada status apapun, yang jelas Farel sangat menyayangi Shella seperti ia menyayangi Fely adiknya.


Berawal dari ia melihat gadis itu menangis di Jembatan dekat taman kota, saat itu ia melihat Shella sangat menyedihkan. Bagaimana tidak, di hari ulang tahun nya orang tuanya tidak ada ada yang mengucapkan apalagi merayakan. Farel yang melihat Shella hampir melompat ke sungai itu pun langsung berlari menarik tangan Shella lalu membawa Shella duduk di bangku taman.

__ADS_1


"Biarkan aku mati, jangan ikut campur... aku tidak mau hidup lagi" teriak Shella dengan keras.


"Jangan bodoh kamu gadis kecil... kehidupan setelah kematian lebih menyedihkan daripada hidupmu saat ini. Jangan bertindak bodoh hanya karena masalah kecil" tutur Farel.


"Buat apa aku hidup? tidak ada yang menyayangiku. Aku tidak punya teman atau sahabat untuk berbagi. Mereka semua berteman dengan aku hanya karena uangku" teriak Shella lagi membuat Farel berfikir betapa beruntungnya adiknya punya sahabat yang setia dalam apapun, lalu ia menatap iba gadis di depanya saat ini.


"Kalau kamu merasa tidak punya siapa-siapa kamu boleh menganggap aku kakak kamu, teman kamu, atau keluarga kamu" Farel terus berusaha menenangkan Shella dengan menyenderkan Kepala Shella kepundaknya, Shella yang pertama kali mendapat perlakuan seperti itu dari laki-laki merasa nyaman dan tenang dekat dengan Farel. Sejak saat itu mereka bertukar nomor kontak dan sering jalan bareng ketika sama-sama ada waktu luang membuat keduanya semakin dekat dan saling menyayangi.


.


.


.


#Happy Reading...🥰🥰

__ADS_1


"


__ADS_2