Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 79# Farel & Nella (Fanel)


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, seringnya bertwmu membuat Farel dan Nella semakin akrab. Hari ini kebetulan Long Weekend, Farel berniat memperkenalkan wanita pyjaanya secara resmi pada kedua orang tuanya.


Pagi-pagi sekali dengan penuh semangat Farel menjemput Nella, senyum tak pernah pudar dari bibirnya. Berbeda dengan Nella, justru ia Nervous membayangkan akan bertemu Orang tua pacarnya, sekaligus Orang tua sahabatnya.


" Kak, aku takut.. " ucap Nella hati-hati takut kalu ia menyinggung Farel.


" Takut kenapa Nell? " Farel yang awalnya fokus menyetir langsung menurunkan satu tanganya lalu memegang tangan kekasihnya itu dengan lembut.


" Aku takut ketemu sama orang tua kakak, apa ini tidak terlalu cepat? " Nella kembali memastikan, karena jujur saja ia sama Farel baru Dua Minggu menjalin hubungan.


" Udah, nyantae aja.. Mamaku gak bakalan gigit kamu kok " Goda Farel, berharap bisa mengurangi ketegangan Nella.


" Malah Mama yang nyuruh aku ngajak kamu kerumah " lanjut Farel meyakinkan.


" Maaf ya kak kalo nanti misalnya aku ngecewa'in kakak.." ujar Nella dengan tatapan senduh.


" Hei, kamu ngomong apa sih sayang.. jangan berpikir yang macem-macem. Mamaku baik kok orangnya Affair sama siapapun, gak seburuk yang kamu bayangkan pastinya " Nella hanya mengerucutkan bibirnya sementara Farel menahan senyum karena menurutnya Nella sangat menggemaskan saat ini. Kalau saja mereka sudah Sah mungkin Farel akan langsung menciumnya saat ini juga.


" Kak, kakak beneran serius sama aku? Kakak gak cuma sekedar main-main kan? " sepertinya Nervous membuat Nella gusar sehingga terus bertanya.


" Kalau gak serius mana mungkin aku ngenalin kamu ke orang tua aku " jawab Farel santai tapi penuh keyakinan.


" Maaf yach kak aku banyak kurangnya... aku hanya anak kampung dari keluarga sederhana, maaf kalau seandainya aku tidak seperti yang kakak harapkan. " ucap Nella dengan pilu.

__ADS_1


"Hei udah dong jangan merendah terus yank... Kamu adalah pilihan aku yang terbaik menurut aku" ucap Farel meyakinkan.


"Makasih ya kak, aku sayang sama kakak" Nella menyandarkan kepalanya di pundak Farel membuat Fokus mengemudinya sedikit terganggu tapi ia senang, sampai tak terasa mereka berdua sudah tiba di depan rumah orang tua Farel.


"Ayow turun yank, biasa aja jangan gugup mamaku baik kok" goda Farel membuat Nela jadi tremor.


"Iya aku akan berusaha biasa saja" jawab Nella.


"Assalamu'alaikum Ma, Pa" Ucap Farel.


"Wa'alaikum salam.. Anak gantengnya mama sudah pulang rupanya, sama siapa ini?" tanya mama Weni penasaran.


"Kenalin Ma, ini Nella calaon istri Farel" Farel memperkenalkan Nella sebagai calon istri tentu saja membuat perasaan Nella campur aduk tidak karuan.


"Astaghfirullah Ma... Tega banget nuduh anak sendiri begitu" ucap Farel mendramatisir.


"Abisnya punya calon istri cantik begini kok baru di kenalin sama mama, mama kan pengen lebih akrab sama mantu mama" omel mama Weni, Nella hanya senyum menyaksikan perdebatan Ibu dan anak itu.


"Ma, ada apa ribut-ribut? Kenapa tamunya gak di ajak masuk" sahut papa Bagas dari ruang tamu sambil membaca Koran.


"Ah.. Iya mama sampai lupa Pa. Ayow sayang mantu mama yang Cantik, kamu pasti lelah perjalanan jauh kesini" Ajak mama Weni sambil menggandeng tangan Nella ke dalam.


"Pa, kenalin ini Nella calon mantu kita" ucap Mama Weni pada papa Bagas.

__ADS_1


"Kenalin Om saya Nella" Nella mengulurkan tanganya menyalimu papa Bagas dengan sopan.


"Saya Bagas, panggil Papa saja, kamu juga bisa panggil Istri saya Mama. Wah...kamu ternyata Cantik dan sopan pantesan Farel ngebet minta kawin" gurau papa Bagas mencairkan suasana.


"Makasih Om, Tan... Eh... Maksud saya Ma, Pa, sudah menerima saya di Keluarga ini" Ucap Nella penuh Haru, ia tidak menyangka baru pertama kali bertemu mendapat sambutan yang baik dari keluarga Farel. Pantas saja Fely baik banget karena keluarga mereka memang hangat begitu pikirnya.


Merekapun saling bertukar cerita, mengobrol, sehingga membuat mereka semakin akrab, di akhiri makan bersama sampai tak terasa sudah jam setengah 7 malam Farel bergegas pamit pada orang tuanya mengantar Nella pulang karena besok Nella harus bekerja.


"Sayang, pulang ke Appart aku aja ya biar besok kamu deket berangkat ke kantor nya" modus Farel, padahal ia sebenarnya masih kangen sama Nella.


"Maksud kamu kita tidur beedua gitu?" tanya Nella takut-takut.


"Yah enggak lah yank, ada Dua kamar disana kamu bisa tidur di kamar tamu" jelas Farel supaya Nella tidak salah paham.


"Tapi baju ganti aku gimana yank?" tanya Nella.


"Udah tenang aja aku siapin semua keperluan kamu disana" jawab Farel enteng. Tapi memang ia Tiga hari yang lalu menyuruh orang menyulap kamar tamunya untuk Nella biar sewaktu-waktu Nella nginep disana Nella nyaman.


"Ok deh aku percaya sama kamu tapi jangan macem-macem ya kamu" ancam Nella.


"Tenang aja yank, aku tahu batasan aku" jawab Farel. Akhirnya mereka berdua pulang ke Apartemen Farel.


#Happy_Reading

__ADS_1


__ADS_2