
Fely masih terbelalak melihat jumlah saldo ATM nya sampai ia tak menyadari kalau ada seseorang yang cukup lama berdiri di sebelahnya.
" Ah iya maaf, saya tidak tahu kalau ada kamu di sini " ucap Fely sopan.
" It's Ok. Never Mind. " Jawab lelaki itu.
" Apa sebelumnya kita pernah ketemu? " tanya Fely yang merasa tidak asing dengan laki-laki tersebut.
" Fel, loe masih ingat gue gak? " tanya orang itu. Fely mencoba mengingat-ingat siapa orang itu tapi ia masih belum bisa mengingatnya.
" Fel, hei... " panggil orang itu lagi sambil melambaikan tangan di depan wajah Fely,
" Maaf saya lupa, tapi sepertinya saya pernah melihat kamu " jawab Fely jujur.
" Ini gue Reynand Fel, loe gak ngenalin gue? " ucap Rey.
" Astaga...Rey... Rey anak baru di Sekolah SMK yang waktu dulu bukan? " tanya Fely memastikan.
" Iya, serius loe udah lupa sama gue? " tanya Rey dengan mimik wajah yang terlihat sedikit kecewa.
" Maaf Rey... gue tidak bermaksut melupakan loe, hanya saja kita sudah lama tidak ketemu dan kamu sekarang terlihat sangat berbeda sekali " jawab Fely. Jujur saja ia merasa bersalah karena tidak bisa mengenali salah satu teman baiknya dulu di sekolah.
" Udah Fel nyantae aja kali... mungkin karena gue yang sekarang lebih terlihat rapi gak secupu dulu, jadi wajar kalo loe nggak ngenali gue " ujar Rey.
" Iya Rey...loe yang sekarang beda banget " ucap Fely.
__ADS_1
" Fel, temenin gue makan yuuukkk... gue pengen ngomong sama loe. Lama banget kita gak kontekan " ajak Reynand.
" Ok Rey, kebetulan gue juga udah selesai belanja. " Fely mengiyakan ajakan Rey. Fely pun mengikuti Rey menuju Restoran terdekat dari tempat i
Di tempat lain tak jauh dari situ ada yang melaporkan kegiatan Fely kepada Bos nya. Sepertinya sang Bos sedang cemburu sampai anak buahnya yang di marahi.
" Terus pantau dan dengarkan obrolan mereka " perintah Bosnya dengan tegas.
" Baik Bos. tenang saja semua beres " jawab pria itu.
Sementara itu di Restoran Fely dan Rey sedang menikmati makanya dengan santai sesekali mereka bercanda, bercerita tentang kegiatan masing-masing, juga mengenang momen masa sekolah dulu sampai tak terasa jam sudah sore akhirnya Fely pamit pulang duluan. Rey sempat menawarkan untuk mengantar Fely pulang, tapi Fely menolak karena tidak ingin merepotkan Rey.
Rey terus menatap punggung Fely sampai menghilang dari pandanganya dengan tersenyum. " Fel, andai loe tahu kalo gue kembali kesini untuk memperjuangkan loe. Gue gak peduli walaupun status loe sekarang sudah janda, gue sayang banget sama loe " lirih Rey pelan.
" Waduh kayaknya saingan berat si Boss nih " ucap seorang pria yang berdiri tak jauh dari situ, kemudian pria itu segera melaporkan pada Bossnya dengan detail.
keesokan harinya pagi-pagi sekali Fely sudah bersiap memakai setelan kerjanya, kemudian ia lanjut sarapan lalu berangkat kerja. Karena ini hari pertama nya kerja ia tidak ingin telat.
Fely mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia mencoba rileks dan menetralisir kegugupanya. Tiba-tiba di depan jalannya macet ternyata ada kecelak.an, akhirnya Fely putar kendaraanya dan memutuskan lewat jalan lain. Fely sudah ngebut padahal tapi masih saja mepet waktunya, ia masuk kantor dengan sedikit lari.
Para karyawan baru sudah mulai mengikuti Briefing, Fely mengendap-endap ikut bergabung namun apesnya dia tetap saja ketahuan.
" Hei kamu, berani sekali kamu datang terlambat. Kamu itu anak baru harusnya kamu datang On Time. " Tegur sang menejer dengan tegas.
" Maaf Pak, mulai besok saya janji tidak akan terlambat lagi " jawab Fely. Percuma kalo Fely katakan penyebabnya nanti di pikir dia nyari alasan. Jadi ia patuh saja pada atasanya.
__ADS_1
" Beruntung kamu karena hari ini Bos besar tidak datang, tapi lain kali kalo ada Bos besar saya tidak tahu kamu di kasih toleransi apa tidak " ucap sang menejer mengingatkan supaya karyawan yang lainya juga disiplin.
" Baik Pak, akan saya ingat nasehat bapak " jawab Fely.
" Ya sudah kamu kembali ke ruang kamu. Untuk sementara kamu menjadi wakil Sekretaris Nela, kalo nanti kerja kamu bagus perusahaan akan memutuskan jabatan apa yang pantas buat kamu" jelas sang Menejer.
" Iya pak. kalau begitu saya permisi " jawab Fely sopan.
" Hmmm...silahkan " jawab sang Menejer.
Fely lalu pergi menuju ke ruanganya. Beruntung sekretaris Nela orangnya ramah dan sabar jadi Fely mudah sekali untuk mempelajari pekerjaanya.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading🥰🥰
__ADS_1
Trimakasih sudah setia menunggu kelanjutan cerita ini...🙏🥰