Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 23# Kesal


__ADS_3

Malam Harinya


Di kediaman papa Bagas dan mama Weni (orang tua Felysa), semua anggota berkumpul untuk makan malam. Makan malam merekapun berlangsung dengan suasana hening dan tenang cuma suara sendok dan garpu yang terdengar.


"Za, bagaimana dengan kuliah kamu. kurang berapa bulan?" tanya papa Bagas memecah keheningan di meja makan.


"Aku ambil kuliah cepat Pa. Cuma datang ujian dan Skripsi aja, mungkin Tiga bulan lagi sudah Wisudah" jawab Reza dengan sopan.


Sebenaranya Reza adalah Mahasiswa yang cukup pandai dan Ulet, tidak heran selain menjadi Asisten Dosen dia juga bisa mengajar di SMK TERATAI. Selain di kenal sebagai Mahasiswa dengan nilai terbaik, dia juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan Kampus. Makanya banyak para Dosen yang menyukai nya.


"Sekolah kamu gimana Ca. Apa nilai kamu buruk lagi?" lanjut papa Bagas bertanya sambil beralih menatap sinis Felysa.


Papa Bagas adalah orang yang sangat disiplin dan tegas. Wajar saja karena beliau orang yang mandiri. meskipun orang tuanya mampu tapi beliau tidak pernah mengandalkan kekayaan keluarganya, beliau benar-benar merintis usahanya dari Nol, makanya beliau menginginkan anak-anaknya bisa jadi orang yang sukses dan mandiri.


"Mampuss gue" Gumam Felysa pelan sambil menepuk Jidatnya.


"Gimana nilai kamu Ca" ulang papa Bagas lagi.


"He..he..he... ya gitu Pa. Tapi Eca janji bakal rajin belajar dan pasti mendapat nilai yg lebih baik" jawab Felysa dengan cengengesan tanpa rasa berdosa lalu seketika wajahnya berubah menunjuk kan keseriusan.


"Ingat papa mau kamu belajar dengan serius, contoh kakak kamu Farel" seru papa Bagas.


"Iya...iya...siapp pak Bos" jawab Felysa dengan penuh keyakinan.


"Sudah sudah kalian istirahat lah pasti sudah lelah" potong mama Weni. Karena merasa tidak enak kalo melihat putri nya berdebat di depan menantu nya. Papa dan Anak itu seperti Kucing dan Tikus. Papa Bagas lebih dekat dengan Farel, karena Farel anak yang penurut. Sementara Felysa lebih dekat dengan Mama Weni karena Mama Weni selalu memanjakan nya. Tapi baik Papa Bagas maupun Mama Weni tidak pernah membeda-bedakan dalam hal memberikan kasih sayang kepada kedua anak nya, Mereka selalu adil dan tegas, maka dari itu Sifat Farel dan Felysa selalu hangat pada semua orang.


"Syukurlah aku selamat, mama aku memang yang terbaik" gumam Felysa dalam hati.


"Ya udah kami istirahat dulu ya Ma, Pa" Felysa mencium pipi kedua orang tuanya lalu menggandeng tangan Reza.

__ADS_1


"Heiii, berhentilah bersikap manja. Kamu gak malu sama Eza" dengus mama Weni karena merasa risih melihat tingkah anaknya yang manja.


"Kalian harus ingat, aku tetap putri kecil kalian walaupun aku sudah menikah" jawab Felysa sambil tertawa membuat mama Weni geleng-geleng kepala.


Sementara Reza hanya terus senyum dari tadi melihat perdebatan keluarga baru nya. Dia merasa bersyukur berada di tengah keluarga yang harmonis seperti ini.


"Ma, Pa, kami istirahat dulu ya" pamit Reza, lalu mengekor di belakang Felysa.


"Dasar anak itu... masih saja bersikap kekanak-kanakan" gumam mama Weni.


Kedua pengantin baru itu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Reza sibuk berkutat dengan Laptop nya sementara Felysa sibuk membalas chat di Grup Whatsapp nya.


"Woyy udah pada tidur belum?" tanya Rossa mengawali chat Grup Whatsapp mereka yang di beri nama Trio Angel's.


"Berisik loe Munaroh" Revi mengirimkan balasan.


"Dasar loe main ganti-ganti nama orang se enaknya aja" balas Rossa lagi.


"Heeiii, PR kalian udh selesai belum?" Sahut Fely ikutan nimbrung di obrolan Grup.


"Ya ampuunn... gue lupa Beb" ya udah gue pamit, mon maaf mengganggu.


"Puyeng puyeng loe Munaroh..hehehe" balas Revi sambil kirim Emotion tertawa.


"Jangan gitu dong Beb, kasihan temen kita" balas Fely lagi.


"Abiss ngagetin orang aja dia malam-malam" balas Revi.


"Loe kaya gak tahu Rossa aja. Ya udah gue istirahat dulu" pamit Fely mengakhiri obrolan.

__ADS_1


"Cie pengantin baru mentang-mentang boboknya ada yang nemenin" Goda Revi, Felysa yang awalnya cekikik.an wajahnya langsung bersemu merah.


"Asem loe Rev" balas Fely, kemudian dia mematikan Handphone nya.


Melihat perubahan tingkah istrinya Reza pun menutup laptopnya lalu mendekati Felysa.


"Kamu kenapa sayang? apa ada masalah?" tanya Reza menatap dalam Felysa.


"Gak ada apa-apa Kak. aku hanya kesal sama Revi" jawab Felysa dengan mencebik kan bibirnya.


"Memangnya dia bilang apa, sampai kamu segitu kesalnya" tanya Reza penasaran sambil menyandarkan kepala Istrinya di dada nya.


"Eemmmm... ada deh. kepoh banget sih Kak Eza" Cibir Felysa, sebenarnya Felysa berusaha menyembunyikan kegugupan nya. meskipun sudah suami istri tapi hal-hal intim seperti ini baru pertama kali nya buat Felysa. Karena memang sebelum menikah dia tidak pernah pacaran sama sekali.


"Sudah lah jangan terlalu di pikirkan, tidurlah ini sudah malam" titah Reza.


"Apa pekerjaan kak Eza sudah selesai?" tanya Felysa pada suaminya.


"Sudah dari tadi, aku hanya memeriksa ulang saja" jawab Reza santai.


"Kakak juga tidur lah kalo begitu, besok kan kakak harus ke Kampus" seru Felysa lagi lalu di angguk i oleh Reza sambil tersenyum.


Reza terus mengelus-elus kepala Istrinya dengan lembut sampai Istrinya tertidur dan Reza pun ikut tertidur. Mereka berdua terlelap dalam mimpinya masing-masing.


Happy Reading yach Kakak....🥰🥰


Terimakasih buat yang sudah


Like, Coment, & Vote...🙏🥰

__ADS_1


Dukungan dari kalian membuat Author semakin bersemangat untuk menulis...🥰🥰


I Love You All...❤️❤️


__ADS_2