
Hari-hari begitu cepat berlalu tak terasa sudah sebulan pertemuan Fely denfan duo R sahabatnya. Pagi ini Fely terlihat sangat pucat, tubuhnya teras berat untuk di buat beraktifitas. Rasanya Fely ingin rebahan saja, tapi ia ingat hari ini ada pertemuan dengan Klien penting. Tanpa membuang-buang waktu Fely segera bersiap-siap untuk berangkat kerja.
Ferdi dari kemarin ada urusan ke perusahaan cabang yang ada di kota X. Jadi Fely berangkat ke kantor sendiri hari ini, sebenarnya Ferdi sudah menyiapkan supir buat Fely, tapi Fely nya yang tidak mau merepotkan orang lain selagi ia bisa sendiri. Lagian menyetir bukanlah hal yang susah menurutnya.
Acara hari ini benar-benar bikin Fely semakin lelah, ia merasa tidak kuat untuk berdiri apalagi berjalan karena saking lemasnya. Nella yang melihat Fely tidak baik-baik saja akhirnya mendekati Fely.
"Fel, loe sakit?" tanya Nella setelah ia berada di samping Fely.
"Gak tau Nel, kaya nya Maag gue kambuh deh" lirih Fely lemas.
"Gue anter ke dokter ya?" tawar Nella yang khawatir terjadi apa-apa sama Fely, bisa-bisa ia kena semprot Bos nya.
"kaya nya gak perlu Nell, nanti pulang di buat istirahat pasti baikan" tolak Fely dengan saran karena ia berfikir sakit nya tidak terlalu serius, mungkin seperti sakit yang di alaminya sebelum-sebelumnya.
"Loe tadi pagi sarapan gak?" tanya Nella menginterogasi.
"Nah itu, gue lupa tadi pagi buru-buru soalnya keinget ada pertemuan dengan klien penting hari ini" ucap Fely sambil nyengir.
"Loe kebiasaan deh Fel... kalo loe sakit gimana" Nella terus menyerocos ngomel-ngomel ke Fely.
"Yang ada gue makin sakit karena loe ngomel2 terus Nell. Loe udah kayak emak gue aja kalo marah-marah" dengus Fely sambil menjatuhkan kepalanya di atas meja.
__ADS_1
"Fel, gue bukan emak-emak kali" ketus Nella.
"Terus apaan dong?" tanya Fely masih dengan suara lirih.
"Kenalin nih, Calon kakak Ipar yang baik" ucap Nella dengan percaya diri.
"Iya deh...emang loe yang terbaik" Fely memuji Nella dengan mengacungkan jari jempolnya.
"Gue mau ke kantin nih Fel, loe nitip apa biar gue beliin" tawar Nella.
"Gue pesen nasi Soto aja deh Nel, gak pakai sambel sama daun bawang ya" jelas Fely,
"Tumben loe biasanya suka daun bawang?" tanya Nella Heran.
"Loe jangan-jangan ngidam Fel?" tuduh Nella dengan tatapan seolah mengintimidasi.
"Ngarang...ya gak mungkin lah... masa iya" Fely melamun sejenak memikirkan ucapan Nella.
"Tunggu dulu, sekarang tanggal berapa?" Fely langsung melihat kalender yang ada di atas meja kerjanya.
"Mampuuusss...gue telat dua minggu" Fely menepuk jidatnya pelan. "Tapi gue gak yakin sih" ucap Fely kemudian.
__ADS_1
"Apanya yang gao mungkin Fel? Loe punya suami, gak mungkin kan pak Ferdi gak ngapa-ngapain loe?" Cecar Nella.
"Namanya juga cowok normal gak mungkin lah kalo gak gesrek" jawab Fely dengan santai padahal hatinya gusar.
"Ya udah gue beliin loe Makanan dulu, takutnya beneran ngidam gue kan gak mau kalo sampek ponakan gue Ileran" ucap Nella mendramatisir.
"Dasar loe...kalo gak baik sama gue awas aja loe gue tolak jadi calon ipar" kali ini Fely yang memasang muka sedih.
"Loe harus pastiin Fel nanti setelah pulang kerja, gue sih beeharapnya loe beneran hamil" ucap Nella dengan serius.
"Gue gak terlalu berharap banget takutnya kecewa" karena pasalnya sebelumnya Fely pernah kecewa.
"Iya gue ngerti perasaan loe" Nella menepuk pelan punggung Fely sebelum ia benar-benar pergi ke Kantin.
.
.
.
#Happy Reading
__ADS_1
#Selamat Hari Lahir Pancasila
#01_Juni_2022