
" Hei Boneka Taddy kenapa kamu diam saja? " tanya Fely dengan polosnya.
" Jelas saja diam ini Boneka Taddy bukan Boneka Hantu " umpat Ferdi yang dari tadi menahan boneka itu.
" Eh, kok ada suara tapi tidak ada orangnya? " Fely menggoyang-goyangkan Boneka itu kekiri dan kekanan. Sementara Ferdi yang sedari dari menahan Boneka Taddy itu sudah sedikit lelah akhirnya kehilangan keseimbangan kemudian "Bruuuukkk...." Ferdi dan Boneka Taddy itu jatuh menimpa Fely.
" Aaauuww... " aduh Fely yang kesakitan tertimpa Boneka dan Bos nya. Ferdi yang menyadari Fely kesakitan pun langsung bangkit dan dengan cekatan dia mengangkat Boneka Taddy itu lalu membuang ke sembarang arah.
" Kamu tidak apa-apa? " Reza berjongkok lalu membantu Fely duduk. Fely hanya terus mengusap-usap kepalanya yang pasti sedikit sakit karena terbentur lantai.
" Ga papa gimana, sakit ini kepala saya Pak " gerutu Fely sambil terus meringis.
" Ya maaf...kan kamu sendiri tadi yang goyang-goyangin " ucap Ferdi mencari Pembelaan, karena memang Fely jatuh karena ulahnya sendiri.
" Ahh bapak nyebelin banget sih " Fely masih marah dan menggerutu sambil berjalan masuk kamarnya.
" kok jadi dia yang marah sih " gumam Ferdi pelan tapi maaih terdengar oleh Fely.
" Ya elah... Bos memang selalu benar.... " Fely makin menjadi marahnya...
" Tok...Tok...Tok... " Ferdi mengetuk pintu kamar Fely.
" Iya masuk " jawab Fely sedikit malas. Saat ini mood nya lagi gak bagus.
" Kamu marah sama saya? " tanya Ferdi yang tak ingin masalah mereka berlarut-larut.
" Mana berani saya marah sama Bapak " jawab Fely dengan tertawa yang sedikit hambar namun tetap ia paksa tersenyum.
__ADS_1
" Maafkan saya ". Fely mematung berusaha mencerna apa yang baru saja ia dengar. Apakah tidak salah seorang CEO yang menurutnya Arogan baru saja meminta maaf kepadanya, begitu pikirnya. Ahh sudahlah Fely saat ini pusing memikirkanya.
" Maaf untuk apa Pak? " tanya Fely pura-pura tidak faham.
" Emmm... ya soal tadi sampai bikin kamu jatuh " jawab Ferdi.
" Ahh soal itu... lupain aja pak. Anggap aja gak pernah terjadi " Fely mengulum bibirnya menahan untuk tidak tersenyum.
" Ya sudah kamu istirahat " titah Ferdi.
" Iya Pak " jawab Fely malas.
" Dan... Boneka Taddy ini buat kamu " tukas Ferdi lalu kembali melangkah memasuki kamar nya yang berada tepat di depan kamar Fely.
" Apa maksudnya dia ngasih aku Boneka Taddy ini? " Fely masih tak habis pikir dengan kelakuan Boss nya itu yang tiba-tiba baik tiba-tiba aneh, dan sekarang ngasih boneka Taddy.
Fely akhirnya memutuskan tidur sambil merengkuh boneka barunya itu. Kehadiran Boneka Taddy ini membuat tidurnya lebih nyaman dan nyenyak tentunya.
Tiba-tiba di depan pintu kamar Bosnya seorang Art sedang berusaha membangunkan Bos nya tapi tidak juga bangun.
" Ada apa Bi? apa bapak belum bangun? " tanya Fely heran, karena ini sudah jam setengah Tujuh.
" Belum non, sepertinya tuan Ferdi tadi malam tidur terlalu larut " hanya dugaan Art itu, karena selama ini Ferdi selalu Disiplin dan profesional kalau urusan pekerjaan.
" Bi, biar saya saja yang bangunin pak Ferdi " sang Art pun mengangguk lalu kembali melakukan pekerjaanya.
Setelah cukup lama mengetuk tak ada jawaban, Fely di akhirnya memberanikan diri untuk masuk kamar Bos nya.
__ADS_1
Fely sedikit takut memasuki kamar itu, walaupun iki yang kedua kalinya tapi tetap saja masih ada rasa canggung.
" Pak Ferdi... " Fely mengedarkan pandanganya di tatapnya ranjang King Size di hadapanya terlihat Bos nya masih meringkuk di tempat tidur dengan pulasnya.
Fely memutuskan menghampiri ke samping ranjang Ferdi, ia menepuk-nepuk pelan tangan Ferdi tapi tetap saja tidak bangun.
" Dia sebenarnya tidur apa tidak sih, kenapa susah sekali di bangunkan " decih Fely. Sementara Ferdi yang merasa seperti ada orang di dekatnya mencoba membuka matanya, berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke kamarnya.
" Uummmm... kenapa kamu di sini? " lenguh Ferdi dengan suara serak khas bangun tidur.
" Maaf pak, saya terpaksa lancang masuk kamar Bapak karena ini sudah jam setengah Tujuh lewat " Ferdi tercengang. " apa bapak tidak ke kantor? " imbuh Fely lagi.
" Apaaaa? yang benar kamu? " Ferdi masih tak percaya bisa-bisanya dia bangun kesiangan. Dan karena hal itu membuatnya kalang kabut, apalagi pagi ini dia ada janji bertemu Klien penting bisa-bisanya ia melupakan hal itu.
Ferdi langsung bergegas turun dari ranjangnya lalu berlari memasuki kamar mandi yang ada di dalam situ.
" Fely, tolong siapkan kemeja kerja saya " teriak Ferdi yang masih berada di kamar mandi.
" Hemmm... " Fely menggeleng dan benar-benar di buat pasrah menghadapi tingkah Bos nya pagi ini. Namun ia tetap menyiapkan keperluan Bos nya karena memang sudah tugasnya. Setelah itu dia turun ke bawah untuk sarapan sambil menunggu Bosnya bersiap.
.
.
.
.
__ADS_1
#Happy Reading...🥰🥰
#Semoga kalian suka...🥰🥰