
Sesampai di rumah aku melihat mobil terparkir di depan, aku mengira itu rekan bisnis Papa, jadi aku langsung mengetuk pintu,
"Tok...tok...tok... Assalamu'alaikum" Teriak.ku dari luar.
"Wa'alaikum Salam" tunggu sebentar sayang, jawab mamaku dari dalam rumah.
.
.
Setelah pintu di buka aku langsung nyelonong masuk saja, tiba-tiba aku terkejut karena sudah ada kak Eza duduk di ruang tamu.
.
.
"Ka ka kak Ez za"... ucapku terbata-bata, "aku masuk dulu ya kak" sambil melangkahkan kaki menuju kamarku. Kak Eza hanya mengangguk dan menyunggingkan senyumnya. Aku memang sengaja menghindarinya karena aku masih canggung dengan dia.
__ADS_1
.
.
Di dalam kamar
Kenapa...kenapa... kenapa kak Eza muncul lagi di hadapanku dengan situasi seperti ini, rasanya aku tidak percaya harus melihatnya lagi,
Ya Tuhan... aku ingin melupakan nya tapi kenapa sangat sulit, setiap aku berusaha melupakan nya rasa itu semakin kuat. Tanpa ku sadari butiran kristal berjatuhan di pipiku.
.
.
Diam-diam mereka semua menyembunyikan sesuatu dari aku. "Tante Eza pulang dulu ya, nitip salam buat Eca" pamitnya, "Iya nak Eza hati-hati" tutur Ibuku.
.
__ADS_1
.
Aku menatap kosong keluar Jendela kamarku, perlahan mobil yang di kendarai kak Eza perlahan menghilang.
Kak Eza, "kenapa kakak harus di jodohkan dengan orang lain, mungkin sudah tidak ada kesempatan buat aku lagi. Aku akan merelakanmu kak, dan akan ku kubur rasa ini dalam-dalam"... ucapku lirih.
.
.
.
.
Terimakasih para Readers Tercinta...🙏🥰
Terimakasih karena kalian sudah mengikuti sampai episode ini...🙏🙏🙏
__ADS_1