
"Melly, maaf saya harus pergi. Saya ada urusan lain, saya sudah minta tolong dua orang teman kamu untuk mengantarkan kamu pulang." Jelas Reza tegas.
"Iya pak ga pa pa." Jawab Melly dengan wajah lesuh.
Melly sebenarnya berharap Reza yang mengantarnya pulang karena dia berniat memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Reza, tapi nyatanya rencana yang ia susun malah kacau.
Reza langsung berjalan tergesa-gesa sambil celinguk.an mencari keberadaan istri tercintanya. Dia menyadari sesuatu pasti istrinya salah paham makanya dia langsung mencari keberadaan Felysa.
Reza terus berjalan menyusuri semua lorong Sekolah sampai kemudian di tengah salah satu lorong Reza berpapasan dengan Rossa dan Revi.
"Kalian pasti tahu kan di mana Eca?" tanya Reza dengan rahang sedikit mengeras sontak membuat Rossa dan Revi saling melempar pandang.
"Fely lagi pengen sendiri Pak" jawab Rossa.
"Lagian Bapak juga sih terlalu berlebihan memperhatikan Melly, gimana Fely gak cemburu coba". Sahut Revi dengan ketus.
"Katakan! di mana Eca?" tanya Reza yang kedua kali dengan nada yang lebih keras dari sebelumnya, sontak membuat dua orang yang di hadapanya kaget dan sedikit gemetar.
"A...a...ad...ada di taman belakang Pak" jawab Rossa dan Revi dengan gugup. Tanpa menunggu lama Reza langsung berlari menuju taman belakang Sekolah.
"Sumpah gue baru tau kalo Pak Reza sedang marah seserem itu" cerocos Rossa.
"Ya... namanya juga sedang khawatir sama orang yang dia sayang. Jomblo mana paham" ledek Revi sambil menjulurkan lidah nya di depan Rossa.
"Shiiittt...mentang-mentang punya pacar loe sombong" umpat Rossa.
"Bercanda Beb, gitu aja sewot loe" ucap Revi sambil merangkul pundak sahabat nya, lalu mereka melanjutkan langkah menuju ruang kelas.
FLASH BACK ON
__ADS_1
"Gue lagi pengen sendiri guys, please tinggalin gue ya." Mohon Fely pada kedua sahabat nya.
"Loe yakin gak pa pa Fel?" tanya Rossa memastikan.
"Iya tenang aja, gue gak akan aneh-aneh janji" ucap Fely dengan serius sambil mengangkat dua jarinya ke atas.
"Ya udah kita tinggal dulu ya" pamit Revi pada Fely, yang di pamiti pun hanya mengangguk sambil menyunggingkan senyum tipis nya.
FLASH BACK OFF
"Sayang, ternyata kamu disini" ucap Reza lega karena menemukan istri nya.
" Kak Eza kok bisa tahu aku di sini?" tanya Eca heran.
"Aku dari tadi keliling Sekolahan nyari'in kamu" jujur Eza dengan nafas yang masih tersenggal sambil menatap Eca penuh arti.
"Masa... bukanya Kakak lagi asyik berduaan sama Melly?" tuduh Eca dengan raut muka yang kesal.
"Iidiiihh.. siapa yang cemburu" elak Eca yang berusaha menyembunyikan rasa malu nya. Tapi tetap saja terbaca oleh Eza.
"Jangan salah faham dulu dengerin aku, aku cuma sayang sama kamu ok. yang kamu lihat tadi itu cuma sebatas simpati aku terhadap siswiku tidak ada perasaan lebih. Jelas Eza panjang lebar berharap bisa meyakinkan istri nya.
"Gak tau kenapa hati aku sakit banget kak rasanya" ucap Eca jujur dengan suara melemas sambil menunduk.
"Kamu gak percaya sama aku?" tanya Eza dengan mendongak kan wajah Eca dan menataonya lebih lekat.
"Bukanya tidak percaya kak, aku butuh waktu menerima ini semua. Aku perlu menyesuaikan diri menjadi istri Kakak, jujur saja semua ini terasa baru buat aku." Eca seolah sedang meluapkan semua emosi yang ada di hatinya. Semua kekesalan itu seolah sudah tak bisa terbendung lagi.
"Iya aku ngerti. Sudah jangan di bahas lagi" ucap Eza menghentikan perdebatan mereka karena tidak ingin masalahnya semakin berlarut.
__ADS_1
"Ok baiklah. Aku minta maaf kalo aku terlalu kekanak-kanakan." Sesal Eca dengan tatapan senduh.
"Kamu kan memang masih anak-anak" Goda Eza.
"Issshhhh... yang benar saja bilang aku anak-anak padahal aku juga bisa melahirkan anak-anak Kakak nantinya" Umpat Eca sambil memanyunkan bibirnya.
"He he he... Bercanda sayang. Kenapa kamu sangat lucu dan menggemaskan kalo lagi ngambek. Tau gitu tiap hari aku buat kamu ngambek aja." Rayu Eza dengan tawa yang tak tertahan lagi. Ia tak habis pikir dengan ucapan Istrinya.
"Bahagia banget ya kakak lihat aku ngambek. Ok kita pisah kamar aja kalo gitu" Ucap Eca dengan raut muka Sebel yang di buat-buat.
"Jangan dong. Apa kata Mama sama Papa ntar" mohon Eza dengan raut muka khawatir takut Eca minta pisah kamar beneran.
"Udah ah... aku mau pulang dulu" Ujar Eca sambil berbalik arah.
"Janji dulu kita nanti gak pisah kamar" Eza meraih tangan Eca lalu mengecupnya seraya meminta kepastian. Eca yg tadinya mau pergi pun berhenti lalu kembali menghadap Eza.
"Ha ha ha... aku cuma bercanda Kak. Kenapa di anggap serius" jawab Eca sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kamu sudah mulai pinter ngibulin aku ya sekarang. Awas saja nanti sampai rumah pasti aku hukum" ancam Eza dengan menunjukkan wajah yang serius.
"Baiklah... aku tunggu hukumanya Kak" Teriak Eca sambil berlari meninggalkan Eza.
"Ternyata seperti ini rasanya menikahi anak ABG" ucap Eza dalam hati sambil terus tersenyum menatap kepergian Istri nya.
Happy Reading All...🥰🥰
Semoga kalian semua selalu Sehat...🤲🤲
Maaf lama gak Up...🙏🙏
__ADS_1
Semoga bisa terus menghibur...
Makasih buat yang sudah Like & Vote...🙏🥰