Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 46# Hobi dan Cita-cita Fely


__ADS_3

Hari-hari berlalu tak terasa sudah Dua Minggu Reza pergi. Fely tidak ingin dirinya berlarut-larut dalam kesedihan, untuk melupakan masalahnya kadang ia habiskan waktu untuk belajar memasak, karena cita-citanya ingin jadi Koki yang handal yang terkenal dan membuka Restoran sendiri. Tapi entahlah, biarkan semua berjalan dengan sendirinya, jalan hidup seseorang tidak ada yang tahu.


Seperti kemarin-kemarin, hari ini Fely juga memperdalam ilmu memasaknya dan kali ini ia memasak untuk makan malam bersama keluarganya, Fely ingin keluarganya mencicipi masakanya biar ia tahu kekurangan dari karya tanganya itu.


" Taaraaaaa....makan malamnya sudah siap. Ini sepesial masakan Chef Felysa " keluarga Fely tersenyum senang melihat Fely yang sudah mulai kembali ceria seperti dulu.


" Cih...gaya yang udah mulai bisa masak. Tapi gak tau nanti gimana rasanya" goda Farel pada adiknya itu.


" Ihhh...abang...jahat banget sih. Bukanya adeknya di semangatin malah di jatuhin mentalnya. Namanya juga masih belajar, kalo aku jago masak ya pasti aku udah jadi Chef lah sekarang " cerocos Fely dengan memasang wajah imutnya berhasil membuat semua keluarga tertawa karena merasa gemas pada Fely.


" Ini nggak kamu kasih racun kan dek? " goda Farel lagi. Beginilah kalo mereka sudah kumpul pasti bercandanya gak ada habisnya.


" Mama...masa Fely di tuduh kasih racun ke makananya sama kak Farel " Fely terus bergelayut manja di lengan Mama Weni.


" Abang...udah dong adeknya jangan di godain terus " Fely menjulurkan lidahnya ke Farel karena senang di bela sama sang Mama.


" Mana ada aku nuduh gitu Ma...kan abang cuma nanya " Farel berusaha mengelak dengan memasang wajah sedikit melas.


" Abang kan emang suka Sirik sama aku, iya kan ngaku aja deh bang " kali ini gantian Fely yang menggoda abangnya. Sementara papa Bagas hanya tersenyum melihat anaknya yang saling bercanda, Ia merasa sangat bersyukur karena kedua anaknya saling menyayangi.


" Gak ya..aku gak iri. Masa seorang Farel iri karena ga bisa masak? " semua keluarga pun di buat tertawa oleh ucapan Farel.


" Sudah-sudah Mama udah lapar nih, kalo kalian ngomong terus kapan kita makan nya? " Mama Weni menghentikan keseruan candaan mereka berdua.


" Siapp Ibu Ratu " jawab Fely dan Farel kompak.

__ADS_1


" Kayaknya enak nih masakan putri papa yang paling cantik " tiba-tiba papa Bagas membuka suara.


" Ya semoga aja kalian suka dengan masakan aku " jawab Fely sedikit ragu masakanya enak atau tidak menurut keluarganya.


" Dek, tapi beneran enak loh masakan kamu. Gak kalah sama masakan Resto " sahut Farel sambil mengacungkan dua jempol pada Fely.


" Ia menurut Mama ini cukup enak loh sayang. Gak kalah sama makan di Resto " kali ini Mama Weni ikutan Bersuara.


" Emang beneran enak ya? aku gak mau loh kalo kalian cuma menghibur aku aja" Fely menatap satu persatu keluarganya menyelidik mencari kebohongan namun ia justru melihat keseriusan di situ.


" Iya bener sayang. Menurut papa enak kok masakan kamu, kalo kamu mau belajar lebih giat lagi papa yakin suatu hari nanti kamu pasti bisa jadi Chef yang handal. " Puji papa Bagas dengan ekpresi wajah yang sungguh-sungguh.


" Makasih Papa... " Fely langsung berdiri memeluk dan mengecupi wajah sang Papa.


" Sama-sama sayang. Oh iya kapan kamu mau daftar Kuliah? " tanya papa Bagas.


" Terserah kamu saja sayang kan kamu yang jalani " papa Bagas memang selalu bijak kepada anak-anak nya, kepada Farel dulu juga begitu. Papa Bagas tidak pernah memaksa, baginya yang penting anaknya senang menjalaninya karena kebahagiaan keluarganya itu yang paling penting.


" Lho Dek bukanya kamu suka memasak dan pengen punya Resto sendiri, kenapa ambil jurusan Bisnis? " tanya Farel mengernyit heran pada adiknya itu.


" Memasak itu memang Hobi aku bang, tapi aku ingin belajar Bisnis " jawab Fely mantap. Tidak tahu darimana ia mendapatkan keyakinan itu, yang jelas ia pengen belajar ilmu bisnis karena setelah lulus nanti ia ingin bekerja supaya bisa mengumpulkan modal untuk membuka Restoran impianya itu, begitu pikirnya.


" Oh gitu, ya udah abang setuju dan pasti akan selalu mendukung apapun keputusan kamu " ucap Farel. " Kamu yang serius ya belajarnya, biar nanti jadi orang yang hebat seperti abang " sambung Farel lagi dengan penuh percaya diri.


" Pasti dong... adeknya siapa? Fely nanti pasti bisa lebih hebat dari abang..." ujar Fely mengejek abangnya dan sontak membuat semuanya tertawa, sedangkan Farel memasang wajah kesal.

__ADS_1


" Kalo mama pasti setuju dan mendukung apapun keputusan kamu sayang. Kamu nanti kalo sudah masuk Kuliah tinggal sama abang kamu saja ya biar mama sama papa tidak hawatir " ucap mama Weni.


" Fely sebenarnya pengen mandiri Ma, Fely pengen kost sendiri biar gak ngerepotin abang" jujur Fely sebenarnya senang tinggal dengan abangnya tapi dia ingin menenangkan diri dulu, karena biar bagaimanapun dia butuh waktu pensesuaian dengan lingkungan barunya juga.


" Ya udah ga papa kalo kamu mau kost sendiri, tapi kalo libur kamu harus nginep di Apartemenya abang, karena abang tidak mau kalo kamu sampai salah pergaulan. " tegas Farel.


" Ok sepakat bang. Tapi nanti kalo cewek abang cemburu Fely gak tanggung jawab ya " jawab Fely dengan entengnya.


" Ya kali cewek abang kamu cemburu, orang pacar aja dia belum punya " ejek Mama Weni. Meskipun mama Weni dan papa Bagas sibuk mengurus perusahaan tapi mereka tetap menyuruh orang untuk memantau anak-anaknya dari jauh, makanya mereka selalu tahu keadaan dan kegiatan anak-anaknya.


" Cih...muka doang ganteng tapi jomblo " Fely menjulurkan lidah ke abangnya lalu berlari ke kamar nya. Sementara Farel yang sudah merasa gemas pada Fely dari tadi langsung berlari mengejar sang adik, sedangkan kedua orang tua mereka hanya menggelalengkan kepalanya melihat tingkah lucu anak-anak mereka.


.


.


.


.


.


Happy Reading All...🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak yach...

__ADS_1


Terimakasih...🙏🥰


__ADS_2