Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 25# Siswa Baru


__ADS_3

"Maaf...maaf gue gak sengaja, gue sedang buru-buru." Felysa masih berjongkok mengambil buku yang berserakan di lantai, tanpa melihat yang ia tabrak. Sementara yang di tabrak masih terbengong menatap kagum pada Felysa.


"Hei... ini buku-buku kamu, sekali lagi maaf ya". Ucap Felysa lagi dengan tersenyum sambil menyodorkan buku-buku siswa di depan nya.


"Ah...I...Iya... santai aja kali. Gue juga tadi gak lihat pas jalan" jawab siswa tersebut santai.


"Loe anak baru ya? sepertinya gue belum pernah lihat" tanya Felysa.


"Iya. ini hari pertama gue masuk sekolah tapi udah apes banget di tabrak bidadari cantik, Hehehe" Canda Siswa tersebut.


"Kenalin gue Reynald, biasa di panggil Rey" lanjut Rey memperkenalkan diri.


"Aku Felysa, panggil Fely aja" Felysa mengulurkan tangan nya lalu menjabat tangan Renald.


"Ya udah gue duluan ya Rey" pamit Felysa berlalu meninggalkan Rey yang masih terpesona dengan Felysa.


"Baru kali ini ada Cewek yang biasa aja lihat gue, Felysa, loe harus bisa gue dapetin." Gumam Rey pelan sambil menatap kepergian Felysa.


Reynald atau biasa di panggil Rey adalah siswa pindahan dari SMK kota L. Karena orang tuanya pindah dinas, jadi dia pindah Sekolah. Reynald di kenal sebagai seorang Playboy di sekolahnya yang dulu, wajar saja banyak cewek yang tergila-gila dengan ketampanan Rey. Tidak hanya wajah nya saja yang tampan tapi dia juga cerdas dan lahir dari keluarga berada.


Seperti ini kira-kira Visual wajah Reynald



Jam pelajaran pun di mulai, semua siswa dan siswi sudah duduk di bangku nya masing-masing. Pak Slamet selaku guru Matematika memasuki ruang kelas.


"Slamat pagi anak-anak, silahkan kumpulkan PR nya". Sapa Pak Slamet kepada murid-murid.


"Oh...iya kebetulan hari ini kalian bertambah satu teman baru, pindahan dari kota L" lanjut pak Slamet menjelaskan.


"Silahkan masuk Rey, perkenalkan diri kamu" titah pak Slamet pada Reynald yang berdiri di depan pintu. Reynald lalu masuk ruangan kelas, tanpa sengaja dia sedikit menyunggingkan senyum nya melihat seorang yg tadi bertabrakan dengan nya. Dia sangat senang ternyata sekelas dengan Felysa.


Para siswi-siswi pada heboh teriak-teriak histeris bak melihat pangeran saja termasuk Rossa dan Revi. Namun tidak dengan Felysa, ia terlihat biasa aja.


"Fel, mimpi apa gue semalam sekarang bisa ketemu pangeran" ucap Rossa yang kemudian mendapat sentilan dari Revi.


"Aauuhhh... sakit Rev. Kenapa sih loe sirik aja" ujar Rossa dengan nada kesal.

__ADS_1


"Abisnya loe halunya kebangetan sih" jawab Revi enteng, sementara Felysa cuma menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya.


"Alay loe berdua" cibir Felysa pada Rossa dan Revi lalu mendapat dengusan kesal dari kedua sahabatnya.


"Baik Pak, Halo...selamat pagi semuanya. Perkenalkan nama saya Reynald, panggil aja Rey. Semoga kalian berkenan menjadi teman saya dan mohon bantuan nya ya selama saya belajar di sini." Reynald memperkenalkan diri nya dengan jelas.


"Ok...baiklah anak-anak mari kita lanjutkan pelajaran hari ini. Dan kamu Reynald, silahkan duduk di bangku yang kosong.


"Baik pak." Jawab Reynald sopan, lalu berjalan menuju tempat duduk yang kosong.


"Hei, loe Felysa kan? yang tadi pagi nabrak gue?" tanya Reynald basa-basi juga memastikan. Felysa yang mendengar namanya di panggil pun menoleh ke arah orang yang berada di sebelahnya.


"Iya... loe masih inget nama gue ternyata" jawab Felysa singkat. Felysa memang tidak suka bertele-tele kalo bicara, hal itu justru membuat Reynald semakin menyukai Felysa. Kalo aja Reynald tau bahwa perempuan yang saat ini di sukai nya sudah punya suami belum tentu dia masih menyukai Felysa.


"Gue boleh gak duduk di sini" tanya Reynald ragu.


"Duduk aja, lagian itu bangku punya sekolahan kenapa loe izin ke gue" Felysa terkekeh sendiri dengan ucapanya. Reynald yang mendapat persetujuan pun langsung duduk.


"Thanks Fel, semoga kita bisa berteman dengan baik kedepannya" ujar Reynald lagi.


Felysa memang tipe orang yang santai tapi tegas prinsipnya juga sangat kuat apalagi soal cinta. Meskipun ia mengakui kalo Reynald lebih tampan dari Reza suaminya, tapi dia sama sekali tidak tertarik pada Reynald sedikitpun.


"Fel, nanti gue pinjem catatan loe yach buat nyalin materi yang ketinggalan" ucap Rey.


"Ok siap... tapi jangan kaget ya kalo nanti gak bisa baca tulisan gue... soalnya tulisan gue jelek banget loh" jawab Felysa dengan ekspresi wajah memelas yang membuat dia terlihat semakin imut semakin membuat rasa suka Reynald bertambah.


"Bisa aja loe Fel, merendah untuk meroket" mereka berdua lalu tertawa bersama di sela-sela obrolan mereka. "Ya Tuhan...kenapa dia imut sekali. Sepertinya gue makin suka sama dia" ucap Reynald dalam hati.


Rossa dan Revi yang melihat keakraban Felysa dengan Reynald bertanya-tanya, lalu Revi berbisik padanya.


"Fel, loe kok bisa kenal sama anak baru itu?" tanya Revi penasaran.


"Iya tadi pagi gue gak sengaja nabrak dia, jadi gue kenal" jawab Fely dengan suara pelan.


"Fel, inget loch udah punya suami. Sebelah loe jatah gue ya"gantian Rossa yang berbisik pada Fely.


"Ya...elah... ambil aja" jawab Fely dengan enteng.

__ADS_1


""Makasih bebeb" Rossa yang kegirangan langsung mencubit gemas pipi Fely. Reynald cuma tersenyum melirik pada mereka bertiga yang bisik-bisik.


Pelajaran terus berlangsung Siswa Siswi mengikuti pelajaran dengan tenang. sampai tiba waktunya pulang. Rossa dan Revi sedang ada keperluan mendadak jadi pulang lebih dulu dan meninggalkan Fely. Sementara Fely masih santai saja karena Reza juga tidak di rumah dan tadi mengirim pesan kalo pulang sore.


"Fel, loe pulang sama siapa?" Rey yang melihat Fely belum pulang pun bertanya.


"Gue naik taksi online Rey" jawab Fely.


"Daripada naik tak Online mending bareng gue aja Fel" Modus Rey supaya bisa bersama Fely lebih lama.


"Ngrepotin loe nanti Rey. Ga papa gue udah biasa naik taksi online kok" jelas Fely


"Gue malah seneng Fel kalo di repotin sama loe" canda Rey.


"Serius loch, ya udah deh gue nebeng sama loe lumayan kan hemat ongkos" ujar Fely menyetujui tawaran Rey sambil cengengesan.


"Yuukkk, kita cabut sekarang" mereka berdua pun menuju parkiran lalu masuk mobil Rey.


Di dalam mobil mereka berbincang-bincang, bercanda, sesekali tertawa hingga mereka semakin akrab. Sampai mereka tidak sadar kalo sudah sampai di depan gerbang ber cat putih. Fely pun turun dari mobil Rey.


"Rey, thanks ya... loe gak mampir dulu" Fely sedikit basa-basi.


"Gue langsung balik aja Fel, udah sore juga. Mungkin lain kali gue mampir" jawab Rey sambil melihat arah jam tanganya yang menunjukkan pukul 14:00.


"Bye Fel" pamit Rey memencet Klakson, Fely pun melambaikan tanganya, terbitlah senyuman keceriaan di wajahnya. Saat ia mau berbalik dan masuk ia melihat ada motor yang ia kenal berhenti tidak jauh dari nya. Ia pun menatap pengemudi nya tapi yang mengemudikan sudah terlebih dahulu menatapnya dengan tatapan yang membunuh...


"Mamp****sss...gue" pekiknya dalam hati.


Haiii Readers....🥰🥰


Makasih udh ngikuti sampai episode ini...🙏🥰


Smoga tidak membosankan yach critanya...🥰🥰


Terimakasih buat yang udah Like, Coment, dan Vote...🙏🥰


Happy Reading...🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2