Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 19# Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari berlalu, tiba saat nya waktu yang menegangkan buat ku. Hari bersejarah dalam hidupku, Yah...hari ini adalah hari pernikahanku dan kak Eza, aku dan keluargaku hanya mengundang beberapa kerabat dan kedua sahabatku Rosa dan Revi. Kakak ku Farel juga menyempatkan pulang demi menyaksikan hari bahagia ku, walau sebenarnya kerjaanya sangat sibuk.


pagi ini aku sudah siap dengan kebaya putih simple dengan make up yang nantural, karena aku memang tidak suka dandanan yang terlalu menor.


Demikian juga dengan kak Eza yang sudah siap dengan jas Putih yang semakin menampak kan kegagahan nya.


Ucapan Ijab Qabul terdengar begitu Fasih kak Eza melafalkanya hanya cukup dengan satu tarikan nafas saja berhasil merubah statusku, sampai terdengar para saksi mengucapkan "SAH" dan itu pertanda aku sudah resmi menjadi Istri kak Eza.


"Selamat ya sayang, kalian sudah resmi jadi suami istri, semoga rumah tangga kalian selalu di penuhi kebahagiaan . Kalian harus saling mengerti dan terbuka. kalau ada masalah apa-apa jangan lupa di bicarakan berdua." nasihat Mama dan papa ku.


"Ma, Pa, Eca dan kak Eza minta do'a restu dari Mama dan Papa" ucapku. Lalu aku memeluk Mama ku, sedangkan kak Eza Memeluk Papa ku.


Para krabat juga bergantian memberi ucapan selamat pada kami berdua. Selanjutnya kak Farel dan kedua Sahabat ku berjalan menghampiriku.


"Selamat ya dek, kakak gak nyangka kamu secepat ini menikah. Kamu akan selalu menjadi adik kecil kakak yang paling kakak Sayangi setelah Mama." ucap kak Farel sambil tersenyum kepadaku dengan mata yang berkaca-kaca, lalu berhambur memeluk ku.


"Makasih kak, Eca sayang banget sama kakak. Semoga Allah juga segera mengirim jodoh terbaik buat kakak." ucapku sambil mengeratkan pelukan ku.


"Kamu sekarang sudah punya suami dek, kamu harus nurut sama suami kamu, karena surga nya istri itu ada pada ridho nya suami" tutur kak Farel.


"Iya kak, pasti" jawabku. lalu aku melepaskan pelukan nya dan beralih ke kedua sahabatku.


"Selamat ya Beb" ucap kedua sahabat ku.


"Makasih ya Beb" cuma itu yang keluar dari mulutku, aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, lalu aku rentangkan kedua tangan ku, kami bertiga kemudian berpelukan.


"Fel, jangan lupa cerita ke kita ya gimana rasanya malam pertama" cetus Rosa di sela-sela pelukan kami.

__ADS_1


"Kira-kira sakit gak ya" Imbuh Revi bertanya.


"ya mana gue tau, ngerasain aja blm" jawabku asal.


"Tapi kan bentar lagi bakal ngerasain" jawab Rosa dan Revi kompak.


"Deg... pikiranku menerawang membayangkan apa yang harus aku lakukan nanti malam"


"Woy...loe udah gak sabar ya?" teriak Rosa membuyarkan lamunanku.


"Bukan itu..." jawabku lemas.


"Trus...kenapa??" tanya Revi.


"Gue bingung apa yang harus gue lakuin ntar, gue canggung banget sama kak Eza" jelasku.


"Makasih ya Beb.. kalian memang yang terbaik" ucapku sambil mengeratkan pelukan ku pada kedua sahabatku.


Hari semakin larut, para tamu sudah pulang, semua keluargaku juga sudah memasuki kamar mereka masing-masing dan beristirahat. Begitupun aku dan kak Eza memasuki kamar pengantin kami, ya...sekarang aku harus berbagi kamar dengan kak Eza, sepupuku yang sekarang menjadi suamiku, aku masih tidak percaya secepat ini kami sudah berada dalam ikatan yang sakral.


Aku lihat kak Eza sudah rapi dan sedang berkutat dengan Laptopnya, karena memang kak Eza terlebih dulu masuk kamar.


"Kak, aku tinggal ganti baju dulu ya" ucap ku memulai pembicaraan, karena dari tadi kami sama-sama diam, lalu aku menuju ke kamar mandi.


"Iya sayang" jawab kak Eza sontak membuatku kaget, dan tiba-tiba aku reflek berhenti dan menoleh ke belakang.


"Kenapa? ada yang salah?" tanya kak Eza heran.

__ADS_1


"Ng...nggak... aku cuma belum terbiasa aja kak"


"Mulai sekarang kamu harus terbiasa sayang" ucap kak Eza sambil berjalan mendekatiku.


"Ii..iya kak" jawabku lalu aku masuk ke kamar mandi, setelah membersihkan diri akupun keluar.


Setelah itu aku duduk di sebelah kak Eza, dan menyandarkan tubuhku di ranjang.


"Kak, maaf aku belum siap" ucap ku ragu-ragu takut kak Eza kecewa.


"Kakak akan tunggu sampai kamu benar-benar sudah siap, tenang aja kita hanya tidur bersama kok. Kakak tidak akan memaksa kalo kamu belum memberi izin" ucap kak Eza panjang lebar membuatku benar-benar legah hingga aku pun terlelap. Malam berlalu begitu cepat, dan tanpa sadar kami tidur dengan saling berpelukan.


Maaf yach Readers...🙏🥰


Aku lama gak Up, soalnya kerjaan sibuk banget,


Rempong juga sama anak...🙏🥰


Banyak yang suka gak sama Novel ini??


Silahkan Like/Komen yach...


Kalo banyak yg suka akan Author lanjutin,


Kalo gak ada yg suka yach rencana nya mau Author Tamatin...😍😍


Happy Reading...🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2