
Keesokan harinya Reza dan om Johan kembali menghadiri rapat penting. Saat mereka keluar dari Hotel tiba-tiba di parkiran Susan menghampiri Reza dan om Johan.
"Pak Reza, ini Susan bawakan makanan buat sarapan Bapak. Ini masakan Susan sendiri loh" ucap Susan dengan nada suara manjanya di buat sehalus mungkin untuk menggoda Reza.
"Tidak usah repot-repot ibu Susan, kami bisa makan di Hotel" jawab Reza dengan wajah datar.
"Dasar wanita ular" umpat om Johan dengan suara sangat pelan yang tak terdengar oleh orang lain.
Sementara di kota lain seorang wanita yang berstatus sebagai istri sedang bersih-bersih yah itu adalah Fely, saat dia bersih-bersih tiba-tiba saja "Pyaaaarrrrr" foto pernikahan mereka jatuh ke lantai, bingkai nya pecah dan kacanya berserakan. Saat Fely membersihkan jari telunjuk Fely tergores pecahan kaca-kaca itu tiba-tiba hatinya gelisah dan firasatnya menjadi tidak enak.
"ya Allah ada apa ini kenapa perasaanku jadi tidak tenang. Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan kak Eza dan Om Johan" ucap Fely lirih dengan perasaan yang berkecamuk saat ini, tapi dia masih berusaha untuk berfikir positif dan terus mencoba menenangkan diri walau hatinya masih terus gelisah.
Sementara di sisi lain, Reza baru mau masuk mobilnya tapi ia tidak sengaja melihat nenek-nenek yang sembarangan menyebrang. Reza langsung spontan berlari mendorong nenek itu...dan akhirnya
Brruuuuaaaaakkkkkkk... Reza sendiri yang tertabrak dan Terluka parah sementara nenek yang di tolongnya tadi selamat, segitu tinggi jiwa sosialnya sampai dia lebih mementingkan keselamatan orang lain daripada dirinya sendiri.
Om Johan yang melihat dari kejauhan seakan tidak percaya dengan apa yang di saksikan nya barusan, Ia bingung harus mengatakan apa pada Fely istri Reza, ia juga merasa bersalah karena teledor mengawasi Reza.
Sementara orang-orang berkerumun mengangkat tubuh Reza ke pinggir jalan sambil menunggu ambulan datang, sedangkan om Johan yang baru sadar dari Shock nya langsung ikut berkumpul dengan kerumunan orang-orang yang menggotong Reza tadi.
Tak lama setelah itu Ambulan datang, om Johan membawa Reza ke Rumah Sakit terbaik di kota itu, 20 menit kemudian mereka sampai di Rumah Sakit.
" Dokter tolong selamatkan keponakan saya " titah Reza.
" Kami akan berusaha melakukan yang terbaik Pak " Jawab sang Dokter, lalu di tutupnya kamar pasien dan sesegera mungkin Dokter beserta para perawat melakukan tugasnya.
" Apa yang harus aku katakan pada Fely " ucap Om Johan frustasi sambil mengusap kasar kepalanya.
__ADS_1
Setengah jam kemudian pintu terbuka, Om Johan langsung berlari dan menanyakan keadaan Reza.
" Gimana keadaan keponakan saya Dok? " tanya om Johan dengan cukup keras dan mendesak.
" Mohon maaf Pak, kami sudah melakukan yang terbaik tapi kecelakaan yang di alami pasien sangat parah sehingga mengakibatkan kaki pasien lumpuh karena kedua Tulang kaki nya patah, harapan untuk sembuh kurang lebih hanya Lima Belas persen dan butuh waktu yang cukup lama, tapi kalau pasien semangat dan rajin terapi InshaaAllah akan lebih cepat pulih. Sekarang pasien masih pingsan karena dalam pengaruh obat bius dan akan sadar dalam waktu setengah jam. " Jelas Dokter detail.
" Astagaaa... Reza kenapa kamu seperti ini " Teriak Om Johan yang masih belum percaya dengan ucapan dokter barusan.
" Boleh saya menemui keponakan saya Dok? saya mau menunggu sampai dia sadar " tanya Reza.
" Silahkan pak tapi jangan biarkan pasien terlalu banyak gerak dulu ya " pesan sang dokter sebelum Om Johan masuk ke ruang rawat Reza.
Setengah Jam lemudian Reza sadar dari Pingsan nya. Ia merasa badan nya sakit semua terutama kakinya tidak bisa di gerak kan.
" Om, aku kenapa Om? " tanya Reza masih sedikit bingung karena belum mengingat sepenuhnya kejadian naas tersebut.
" Za, syukurlah kalo kamu sudah sadar, kamu tidak mengingat apa-apa? " tanya Om Johan memastikan.
" Nenek itu baik-baik saja Za, tapi kamu..." om Johan tidak sanggup melanjutkan ucapanya.
" Aku kenapa Om? " tanya Reza penasaran.
" Kamu L..lum...puuh Za " ucap om Johan dengan sangat Berat.
" Aaapaaa...Om...? tidak mungkin " jawab Reza tak percaya tapi itulah kenyataan nya.
" Apa Reza ada harapan sembuh Om? " tanya Reza lagi.
__ADS_1
" Kata dokter kamu masih punya harapan Lima Belas persen Za dan butuh waktu cukup lama " jawab Om Johan apa adanya.
" Tolong jangan sampai Fely tahu Om, Reza tidak sanggup membayangkan gimana sedihnya Fely " mohon Reza.
" Trus apa yang harus Om katakan pada Fely Za? " tanya Om Johan.
" Om bilang saja kalo Reza meninggal, itu lebih baik daripada Fely menghabiskan hidupnya untuk merawat Reza yang belum tahu kapan sembuhnya. " ucap Reza buru-buru menyimpulkan.
" Om tinggal dulu Za, sepertinya kamu butuh waktu untuk berfikir jernih, nanti Om kesini lagi " Om Johan lalu berlalu meninggalkan Reza yang masih mematung dengan tatapan yang kosong.
.
.
.
.
.
Happy Reading....🥰🥰
Maaf yach baru bisa Up di karenakan banyak sekali kesibukkan...🙏🙏
Mumpung masih di bulan Syawal Author mau mengucapkan:
Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin yach para Readers...🙏🙏
__ADS_1
Semoga ceritanya menghibur...🥰🥰
#Untuk Saat ini Author Tamatkan dulu sementara yach Gaess,,, Next kalo ada waktu Author lanjutkan lagi...🙏🙏