
Malam Harinya
Dua pasang suami istri sedang menikmati makan malam mereka dengan tenang dan santai. Setelah selesai makan malam Fely dan Reza menonton Televisi di ruang tengah. Tak lama kemudian papa Bagas dan mama Weni berpamitan menghadiri undangan acara syukuran salah satu teman kerja papa Bagas.
"Ca, Za, mama sama papa mau pergi dulu ke acara salah satu teman kerja papa dulu ya" pamit mama Weni sambil mencium kedua pipi putri nya dan di susul papa Bagas di belakang nya.
"Kalian gak ada acara kemana-mana?" tanya papa Bagas.
"Belum tau ni pa, kaya nya nanti kalo gak malas Eca juga keluar kaya nya" ujar Fely yang sedang santai menonton acara Televisi.
"Ya sudah kalo begitu kami tinggal dulu ya, kalian baik-baik di rumah" ujar papa Bagas.
"Iya Pa, Papa dan Mama juga hati-hati ya" kali ini Reza yang berbicara dan di angguk.i kedua mertuanya sambil berlalu meninggalkan mereka.
Kebetulan sekarang malam minggu, sepasang suami istri itu sama-sama tidak ada acara dan belum ada rencana kemana-mana. Fely tiduran di kasur lantai menikmati acaca kesukaanya sedangkan Reza fokus membaca buku di sofa yang dekat dari situ.
"Sayang, kamu kenapa ketawa-ketawa sendiri kaya gitu?" tanya Reza sambil berjalan mendekati istrinya karena dari tadi ia penasaran acara apa yang membuat istrinya sering ketawa dari tadi.
"Ini loh kak acara komedi nya lucu banget" jelas Fely sambil menepuk kasur yang ia duduki supaya Reza ikut duduk di situ. Bukan nya duduk di sebelah Fely, tapi Reza malah merebahkan kepala di atas pangkuan istrinya.
"Kak Eza, jangan gini donk nanti kalo mama sama papa tiba-,tiba pulang gimana?" ucap Fely dengan manja membuat wajahnya terlihat semakin imut.
__ADS_1
"Gak bakalan sayang, mereka baru saja pergi" Reza malah melingkarkan tanganya di perut Fely.
"Kak, hangan gini dong...geli banget...kakak sekarang makin nakal deh...Huuufffttt" dengus Fely dengan nada kesal karena dia memang belum pernah mendapat perlakuan seperti ini. Sebenarnya hati Fely senang mendapat belaian dari Reza, tapi perasaan nya masih takut karena belum terbiasa. Wajar saja karena biar bagaimanapun Fely juga wanita normal sama seperti wanita pada umumnya. Mendapat perhatian dari Reza tentu membuatnya sangat senang.
"Nakal sama istri sendiri ga pa pa dong, memangnya kamu mau aku nakal sama orang lain" goda Reza spontan langsung membuat Fely mengerucutkan bibirnya sedangkan Reza malah terkekeh.
"Serius kamu ngizinin aku nakal sama orang lain?" goda Reza lagi. Setelah menikah Reza mempunyai hobi baru tidak lain yaitu menggoda istri tercinta nya. Sedangkan Fely setelah menikah jadi lebih sensitif padahal sebelumnya dia sedikit bar-bar.
Fely memikirkan ide untuk membalas sang suami yang terus menggoda nya. Tiba-tiba ancaman yang membuat Reza selalu mati kutu terlintas di kepala nya.
"Silahkan saja kalo kak Eza mau tidur sendiri" dan benar saja Reza langsung gelisah takut sang istri serius dengan ucapanya. Fely yang melihat perubahan mimik wajah sang suami pun tersenyum kecut.
"Biarin aja, aku malas tidur sama kak Eza salah sendiri rese banget" Fely masih terus menggoda sang suami.
Reza pun tak mau kalah, ia juga memikirkan cara untuk mengalihkan pembicaraan mereka.
"Oh iya sekarang kan malam minggu, kamu gak mau kemana-kemana atau ada yang mau di beli gak biar aku anterin" tanya Reza dengan hati-hati berharap sang istri melupakan topik pembicaraan mereka tadi.
"Ahh iya, perlengkapanku ada yang mau habis kaya nya kak. Anterin belanja dong Kak" ajak Fely manja sambil mengelus rambut sang suami.
Dasar cewek kalo ada maunya aja ngrayu-ngrayu dengan manja. Guman Reza falam hati. Tapi ga papa sudah lama juga gak pernah keluar malam mingguan pikirnya.
__ADS_1
Mereka berdua pun bergegas naik mobil. Sepuluh menit lemudian akhirnya mobil yang mereka tumpangi tiba di depan salah satu Supermarket terbesar di kota itu. Setelah memarkir mobil mereka berdua turun lalu memasuki Supermarket. Setelah puas berbelanja mereka membayar semua belanjaan di kasir.
"Sayang, kamu mau di antar kemana lagi abis ini?" tanya Reza lembut pada sang istri.
"Kak, aku malas pulang, pengen mampir ke alun-alun. Udah lama aku ga makan bakso favorit langganan aku, boleh ya kak?" mohon Fely dengan muka yang di buat semanis mungkin.
"Baiklah, kemanapun kamu mau aku siap ngantar" jawab Eza dengan senyum yang sangat tulus.
Waktu masih pukul delapan malam, masih terlalu sore bagi mereka untuk pulang akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti di alun-alun kota bersantai sambil makan bakso favorit Fely.
Happy Reading yach Dears...🥰🥰
I Love You All...❤️❤️
Sampai di Episode ini banyak yang suka gak yach??
Masih ingin di lanjutkan apa gak??
Tolong kasih masukan donk Readers...🙏🥰
Terimakasih....🙏🥰
__ADS_1