
Tiga hari sudah Fely dan Ferdi mengambil cuti dan hari ini mereka sudah siap untuk kembali bekerja. Mama Weni dan Papa Bagas menyarankan Fely tetap tinggal bersama Ferdi, tapi memang seharusnya begitu karena mereka suami istri, dan mau tidak mau Fely harus menurutinya.
"Ayo berangkat bareng aku aja" ajak Ferdi. pada Fely namun sepertinya gadis itu enggan pergi bersama. Bukanya tidak suka atau tidak mau hanya saja masih ada kecanggunggan.
"Gak usah aku bisa naik Taksi Online" Fely masih membuka aplikasi Taksi Online di ponselnya lalu mulai memesan.
"Susah jam segini mencari taksi, nanti kamu terlambat" ujar Ferdi yang hanya di balas lirikan saja sama istrinya.
"Ayolah berangkat bersama saja" Ferdi kembali mengajaknya dengan nada membujuk.
"Hmmmmm" Fely masih tetap bersikukuh mau memesan taksi Online dan benar saja susah sekali mencari Driver di daerah sini.
"Ayolah sayang, aku ngerti kalo kamu masih kesal sama aku tapi jangan buat aku seperti suami yang tidak berguna gini" bujuk Ferdi kesekian kalinya karena tak tega membiarkan istrinya pergi sendirian.
"Bukan tidak berguna tapi menyebalkan" gerutu Fely sambil mendengus kasar membuat Ferdi mengulum bibirnya menahan untuk tertawa. Kalo seperti ini tandanya berarti suasana hati Istrinya sudah mulai membaik.
"Tapi kamu sayang kan sama aku?" goda Ferdi membuat Fely sedikit salting dan pipinya mendadak memerah.
"Percaya diri sekali anda" ucap Fely sedikit lantang,
"Apa kecelakaan membuat kepalanya juga ikut terbentur?" gumamnya lagi pelan namun masih terdengar oleh Ferdi.
"Ayow cepat, tidak ada penolakan"ajak Ferdi lagi sambil menarik tangan Fely.
"Dasar pemaksa" ucap Fely kesal.
"Cup" Spechlesss membuat Fely mendadak menghentikan langkah kakinya. Fely semakin merasa kesal dan membuat mode juteknya On.
"Jangan suka mengambil kesempatan" ucap Fely datar.
"Biarin kan sama istri sendiri" Ferdi menggodanya lagi malah kali ini Ferdi seperti sengaja mengerjainya.
"Ternyata pak Ferdi sekarang banyak ngomong" protes Fely lagi.
"Iya karena sudah menemukan istri saya yang cerewet" jawab Ferdi asal.
"Ngarang, mana ada aku cerewet" bantah Fely.
__ADS_1
"Memang begitu kenyataanya" ujar Ferdi santai.
"Haiissshh...Awwwww" belum sempat Fely meneruskan ucapanya Ferdi sudah memojokkan nya di sudut tembok.
"Kalo kamu bicara terus aku cium lagi mau?" tekan Ferdi yang saat ini sedang mengungkung Istrinya.
"Jaga batasan anda Pak Ferdi yang terhormat" Fely memperingati Ferdi dengan nada diplomatis.
"Tidak ada batasan antara suami dan istri...bahkan kita sudah berkali-kali melampau batas" Ferdi terus saja menggoda Fely membuat Fely semakin merasa kesal.
Belum sempat Fely membalas perkataan Ferdi, Ferdi sudah mendaratkan kecupan sekilas di bibir Fely. "Cup...Moorning Kiss My Wife... aku tunggu di mobil" Ferdi berlalu meninggalkan Fely yang masih mematung.
Tuhan...disaat aku sudah mulai nyaman dan menerimanya tolong jangan jauhkan dia dari hidupku lagi... Aku tidak tahu akan seperti apa hidupku jika dia pergi lagi... Akankah aku bisa sekuat kemarin?? atau lebih kuat lagi?? atau juga mungkin lebih mati rasa lagi?? kalau boleh egois, saat ini, sampai menua, dan selamanya aku hanya ingin bersama dia. Lirih Fely dalam hati, setelah beberapa saat ia sudah mulai terlihat kembali normal ia langsung cepat-cepat menyusul Ferdi yang sudah menunggunya di mobil.
Suasana hening di antara keduanya, Fely juga lagi malas berbicara sementara Ferdi terlihat sedang fokus mengemudi hingga tak terasa mereka tiba di depan gedung yang menjulang tinggi tempat mereka bekerja.
Suasana kantor pagi ini terasa hidup karena terlihat pancaran bahagia di wajah atasan mereka, tidak seperti hari-hari sebelumnya yang terlihat datar tanpa ekpresi.
Para karyawan saling berbisik membicarakan bos mereka. "Eh, lihat tu si bos kayaknya bahagia banget mukanya" ucap salah satu karyawan pada yang lain nya.
"Iya, gak biasanya si bos terlihat manis seperti hari ini" sahut yg lain nya lagi.
"Sepertinya si bos abis menang tender besar, semoga aja gaji kita naik" tebak yang lain nya.
Nella yang tak sengaja mendengar para rekanya membicarakan atasanya pun ikut bergabung lalu berkata "sudah-sudah, kalian di sini itu di bayar bukan untuk membicarakan bos" tegur Nella pada mereka.
"Iya sekretari Nella maaf kita akan kembali bekerja lagi" ucap para karyawan bersamaan lalu bubar barisan setelah tadi upacara menghibah.
"Tapi memang benar sih pak bos gak seperti biasanya, gue harus tanya sama Fely nanti" gumam Nella pelan.
Jam istirahat pun tiba
Fely di mana sih kok gak keluar-keluar, Nella sedikit gusar menunggu Fely, buaknya apa-apa cuma takutnya teman baiknya itu di suruh lembur sama bosnya.
"Think" tiba-tiba suara notifikasi pesan Whatsapp masuk ke HP nya.
"Nel, kamu dimana? pesenin aku seperti biasanya dong, abis ini aku ke kantin" begitu pesan Fely.
__ADS_1
"Ok Fel siap..." balas Nella.
Lima menit kemudian Fely tiba di kantin dengan buru-buru lagsung menyambar makanan yang sudah di pesankan temanya itu. Tanpa menunggu lama makanan Fely sudah habis tak tersisa membuat Nella heran menatapnya.
"Fel, loe kelaparan apa gimana?" tanya Nella setelah Fely selesai menikmati makananya.
"Gue lapar banget sumpah... tadi pagi tidak sempat sarapan" gerutu Fely, pikiranya menerawang mengingat kejadian tadi pagi.
"Emang loe kapan balik Fel?" tanya Nella lagi.
"Tadi subuh gue balik, trus langsung berangkat kerja" jawab Fely sambil menyeruput Jus Apel di atas meja yang ada di depanya.
"Whaaaatt??? gila loe emang gak capek??" Nella kembali bertanya dengan meninggikan suaranya.
"Yah begitulah... mau gimana lagi" jawab Fely pasrah.
"Loe berhutang penjelasan sama Fel" tatap Nella tajam Felly hanya nyengir.
"Emang loe mau gue cerita soal apa?" kali ini Fely melempar pertanyaan sama Nella, karena ia sendiri juga bingung mau cerita dari mana.
"Ada hubungan apa loe sama pak Bos?" tanya Nella mengintimidasi.
"Suami Istri" jawab Fely santai.
"Whaaatttt....kok bisa???" teriak Nella Heboh membuat para karyawan yang ada di kantin itu menatap mereka berdua.
.
.
.
Happy Reading...🥰🥰
Semoga menghibur...
Mohon maaf kalo ada typo dan kurang memuaskan...🙏🥰
__ADS_1