
"Pasti bakal gue jelasin ke kalian berdua guys, tapi tidak sekarang ya, Pliiisss" ucapku memelas.
"Ok kita tunggu penjelasan loe Fel" jawab mereka dengan nada kesal.
"Ya udah kita duluan yach" pamitku pada kedua sahabatku, mereka hanya mengangguk dan tidak bicara.
Maafin gue yach teman-teman, gue gak bermaksud nutupin dari kalian. Semuanya begitu mendadak dan mengejutkan, gue bingung mau cerita dari mana. "ucapku dalam hati sambil berlalu meninggalkan kedua sahabatku".
Di rumah Felysa
Tok tok tok... Assalamu'alaikum...
"Ma, Eca pulang" teriakku sambil nyelonong masuk karena pintu terbuka.
"Wa'alaikum Salam, kok tumben jam segini sudah pulang Ca? Loh Za, kok tumben Eca pulang bareng kamu?" tanya Mamaku heran.
"Iya tante soalnya tadi Eca pingsan di Sekolahan jadi Eza minta izin ke Kepala Sekolah supaya Eca bisa istirahat di rumah" jawab kak Eza.
"Kok bisa, Eca sampai pingsan?" tanya mamaku dengan menaikkan nada tujuh oktaf.
"Eca tadi pagi tidak sarapan Ma, sudah jangan di bahas lagi Ma" jawabku berusaha menenangkan Mamaku.
"Ya sudah kamu ganti baju dulu gih Ca, Mama mau siapin makan siang, biar Eza nunggu di ruang tamu" seru mamaku.
"Iya Ma, bentar ya kak Eza, Eca tinggal dulu" kak Eza hanya menyunggingkan senyum, dan aku berlalu pergi.
Beberapa menit setelah aku ganti bajuku dengan pakaian yang lebih santai aku keluar, lalu kami bertiga makan siang bersama karena papaku belum pulang kerja.
Selesai makan
__ADS_1
"Ca, Za, ada yang mau Mama sampaikan" ucap Mamaku. "Ada apa Ma?" tanyaku penasaran.
"Ca, gimana kalau kamu dan Eza segera menikah?" ucap Mamaku dengan entengnya.
"Eca kan masih sekolah Ma, sebentar lagi juga ujian, kalau sampai teman-teman Eca dan pihak sekolah tahu gimana?" jawabku dengan bibir bergetar.
"Kalian cuma menikah, resepsinya akan di adakan setelah kamu lulus. Dan pernikahan ini hanya di hadiri pihak keluarga saja, jadi kalian tenang saja, tidak ada yang tahu. Selain itu supaya kamu ada yang jagain, Farel kan kerja di luar kota dia tidak bisa jagain kamu di sini. Dan mama lebih tenang kalau Eza yang jagain kamu terutama saat di Sekolah" tutur mama menjelaskan.
"Eza, apa kamu setuju?" tanya mamaku meminta pendapat pada kak Eza.
"Eza ikut aja tante, terserah saja bagaimana baiknya menurut tante dan Om. Karena cuma kalian keluarga yang Eza punya." Jawab kak Eza dengan tatapan mata senduh. Terlihat seperti ada kesedihan di matanya.
"Za, kamu sudah tante anggap seperti anak tante sendiri. sebentar lagi kamu juga akan jadi menantu tante, kamu tidak usah sungkan, dan kamu bisa panggil tante dengan sebutan Mama mulai sekarang" ucap mamaku memberikan ketenangan (sambil mengelus pundak kak Eza).
"Baik Tan"...ucapnya menggantung
"Eh, maksud Eza baik Ma..Mama" lanjutnya dengan sedikit kaku.
"Eca, kalo kamu gimana? Eza sudah setuju, apa kamu mau menolak" tanya mama dengan sedikit menggoda.
"Kalau itu yang terbaik menurut kalian Eca ikut aja" jawabku pasrah. Jujur aku sebenarnya senang tapi juga kaget karena hari ini penuh dengan kejutan, tapi aku berusaha berfikir positif saja karena aku tidak ingin mengecewakan keluargaku dan juga Alm. Bude sama Pakdeku.
"Baiklah kalau begitu pernikahan kalian akan di adakan minggu depan, biar mama yang mempersiapkan semuanya kalian tetap fokus dengan kegiatan sekolah kalian saja, Mama yang akan mengurusnya" jelas mama sontak mengejutkan aku dan kak Eza. Reflek aku menatap tajam mamaku dan beralih menatap kak Eza.
Deg..deg..deg... pandanganku bertemu dengan mata kak Eza.
"Apa..apa..apakah ini mimpi kak?" tanyaku terbata-bata.
"Tidak Ca, kamu gak mimpi. Apa kamu berubah pikiran?" tanya kak Eza menatapku dengan sedikit keraguan.
__ADS_1
"Bukan begitu kak, aku hanya kaget dan masih belum percaya kalau satu minggu lagi kita akan menikah. Bahkan kita pacaran saja belum pernah" jawabku dengan polos, lalu aku menutup mulutku dengan kedua telapak tangan (kenapa lemees banget nih mulut, bathinku).
"Pacaran setelah menikah akan jauh lebih indah Sayang, rasanya akan lebih bahagia dan mesra seperti Mama dan Papamu dulu" goda mamaku lagi.
"Iiihhhhhh... apa'an sih Ma.
terrserah lah, Eca sudah ngantuk mau istirahat dulu. Daaa... kak Eza, sampai ketemu di sekolah." aku langsung pergi ke kamar dan meninggalkan mama juga kak Eza, aku takut semakin salting karena terus-terusan di godain sama Mama dari tadi, dan mereka berdua malah tertawa menatap kepergianku.
Hari mulai petang
"Sudah sore Ma, Eza pamit pulang dulu" kak Eza berpamitan sopan pada Mamaku sambil mencium punggung tangan mamaku.
"Gak nginep aja di sini Za?" tawar mamaku, sebenarnya cuma akal-akalan mama saja supaya kak Eza lebih dekat dengan aku.
"Maaf Ma, Eza masih ada urusan lain, mungkin besok-besok saja" tolaknya halus.
"Ya udah kalau gitu hati-hati ya Za, jaga kesehatan kamu, jangan lupa makan yang teratur, Mama tidak mau kamu sampai sakit dan kurus di hari pernikahan kalian." Canda mamaku.
"Siappp Ma," sambil tanganya di tempelkan di kepala, seperti memberi penghormatan saat upacara. Lalu pulang ke kostnya.
Mohon maaf yach Readers
Author baru bisa Up lagi...🙏🙏
Semoga gak bosan yach
sama ceritanya...🥰🥰
Happy Reading...🥰🥰
__ADS_1
Sehat-sehat terus yach...🤲🤲