
Matahari mulai muncul dari persembunyianya
Menampakkan sinar paling bahagianya
Menyambut pagi yang indah nan ceria
Menemani langkahku yang setia
Sunggguh membingungkan takdir ini
Berjalan pasti tanpa ku sadari
Jika ini adalah sebuah mimpi
Aku tak ingin terbangun lagi
Ketika semua rasaku menjauh
Ketika hati dan cintaku mulai keluh
Dirimu datang meyakinkanku
Dengan keberanianmu menghalalkanku
Aku percaya dengan takdir kita
Aku percaya dengan cinta kita
Aku percaya dengan ketulusanmu
Aku percaya kamulah imam terbaikku
Begitulah kira-kira ungkapan suara hati Felysa. Sebenarnya dia sudah terbangun dari tadi, tapi dia masih enggan turun dari tempat tidur. Di tatapnya terus wajah tampan suaminya. Tidak pernah membayangkan cinta di masa kecilnya kini menjadi takdir nya. Setelah puas menatap wajah suaminya dia pun membangunkan suaminya.
__ADS_1
"Kak Eza, bangun kak udah pagi" Felysa terus membangunkan suaminya sambil menepuk pelan pipi Reza. Bukanya bangun, yg di bangunkan malah memeluk pinggang nya semakin erat.
"Kak, kenapa kakak Ngebo banget tidurnya. Aku gak bisa nafas kalo kakak seperti ini" umpat Felysa dengan wajah di tekuk.
"Ok. kalo kakak gak bangun mulai hari ini aku akan pindah kamar" ancamnya pada Reza dan benar saja Reza pun langsung membuka matanya.
"Jangan dong. Aku gak bisa tidur kalo gak ada kamu di sampingku" Rayu nya pada Felysa.
"Jadi sejak tadi kakak cuma pura-pura tidur. Sejak kapan kakak bangun?" selidiknya dengan tatapan tajam.
"Sejak kamu terus memandangi wajah tampanku" jawabnya dengan menyunggingkan senyum.
"Ciiiiihhhhh...GR banget kakak" elak Felysa, dengan suara di buat se santai mungkin berharap bisa menutupi rasa malu nya.
"Ngaku aja sayang gak usah pura-pura jaim. Semua yang aku punya milik kamu bahkan tubuhku juga milikmu" goda Reza lagi membuat Felysa terbengong. Reza yang tak mau menyia-nyiakan kesempatan pun langsung mencium singkat istrinya kemudian bergegas lari ke kamar mandi.
"Shiiittt....aku kecolongan lagi. Dasar Guru mesum" teriaknya, sedangkan Reza yang berhasil mengerjai istrinya tertawa puas di dalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi kedua pasangan suami istri itu bersiap-siap, lalu turun sarapan. Reza hari ini ada ujian di kampusnya, sementara Felysa berangkat ke Sekolah seperti biasanya. Jarak antara Kampus Reza dan Sekolah Felysa berlawanan arah jadi mereka memutuskan berangkat sendiri-sendiri.
"Iya kak tenang aja. Aku udah sering kok naik taksi online sendiri" jelas Felysa dengan menampakkan senyum cerianya, membuat Reza lega mendengarnya.
Reza pun berpamitan, lalu melajukan motornya ke arah Kampus. Sementara itu setelah Felysa mencium punggung tangan suaminya, ia langsung menaiki taksi Online langgananya yang biasa ia pesan.
"Siapa neng mas yang ganteng tadi, kakaknya neng ya?" tanya Sopir taksi yang sudah akrab dengan Felysa.
"Ss..sss..sepupu saya pak" jawab Felysa dengan tersenyum hambar.
"Pantesan kayaknya akrab banget sama Eneng, cocok banget sama Eneng" ucap pak Sopir lagi.
"Masa sih pak, bisa aja Bapak. He he he" jawab Felysa dengan malu-malu. Maaf pak aku harus membohongi Bapak, kalo aku bilang kak Eza suamiku takutnya Bapak berfikiran yang tidak-tidak karena statusku yang masih pelajar. Ucap Felysa lirih dalam hati.
Sudah lama Felysa tidak naik Taksi Online. Ia sangat menikmati pemandangan di sepanjang jalan itu. Sesekali pak Sopir nya juga mengajak bicara jadi suasana terasa hangat. Tiba-tiba di tengah perjalanan ada sebuah kecelakaan sehingga menyebabkan sedikit kemacetan.
__ADS_1
"Kenapa berhenti pak" tanya Felysa sedikit panik sambil melihat ke arah jam tanganya, karena waktunya memang sudah sedikit mepet.
"Itu Neng, di depan macet. Sepertinya ada kecelakaan" jawab pak Sopir yang juga tak kalah gelisah. Padahal kurang beberapa Meter lagi sudah sampai SMK TERATAI.
"Ya udah pak kalo gitu aku turun di sini saja, lagian sudah deket Sekolah juga" ujar Felysa.
"Neng gak pa pa jalan kaki?" tanya pak Sopir sedikit tidak enak karena baru kali ini penumpang langganan nya minta turun padahal belum sampai tujuan.
"Ga pa pa Pak, udah mepet banget ini waktunya. Bapak hati-hati ya" jawab Felysa sambil turun lalu mendekati pintu kemudi depan tepatnya samping nya Pak Sopir.
"Maaf ya Neng, Eneng juga hati-hati" tutur pak Sopir.
"Iya pak terimakasih" jawab Felysa sambil tersenyum tulus pada pak Sopir.
Felysa pun mempercepat langkahnya Ia berlari karena takut telat. Untungnya pas sampai di depan Gerbang Sekolah, hampir saja Gerbang akan di tutup.
"Pak...pak...pak... tunggu dulu" teriak Felysa dari seberang jalan.
"Tumben non Fely terlambat?" tanya pak Eko selaku Satpam Sekolahan.
"Iya pak tadi kena macet di jalan" jawab Felysa dengan nafas yang masih engos-engosan.
"Ya sudah silahkan masuk non" pak Eko yang sudah kenal akrab dengan Felysa pun lalu mempersilahkan Felysa masuk dengan sopan.
"Terimakasih pak" jawab Felysa sambil terus melanjutkan langkahnya. Sementara pak Eko hanya menggeleng-geleng kepala melihat tingkah siswi di depan nya.
Dengan tergesa-gesa Felysa berjalan menuju ruang kelas nya, tanpa menengok kanan kiri Ia terus berjalan dengan cepat, sampai Ia tidak menyadari kalo ada seseorang di depan nya, tiba-tiba
"Brrruuuukkkk" Felysa menabrak seorang pria tampan.
Hallo Readers setiaku...🥰🥰
Terimakasih sudah mengikuti sampai Episode ini....🙏🥰
__ADS_1
Terimakasih buat yang sudah Like, Coment, dan Vote....🙏🥰
Happy Reading ya...🥰🥰