Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 37# Malam yang Indah


__ADS_3

Hari yang mendebarkan pun datang. Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa akhirnya ujian Kelulusan sudah selesai. Siswa-siswi kelas Dua Belas pun sudah libur panjang. Mereka hanya perlu datang ke sekolah sesekali untuk melihat pengumuman dan menghadiri acara Perpisahan.


Begitupun dengan Reza, ia juga sudah selesai dengan sidang Skipsinya, tinggal menunggu wisudah saja. Ia sengaja menyelesaikan kuliahnya dengan cepat karena sudah waktunya ia terjun ke perusahaan peninggalan orang tuanya. Belum lagi ia tiga hari sekali masih harus datang ke sekolah untuk mengajar.


Sore hari Fely yang sudah pulang dari sekolah, ia langsung bergegas membersihkan diri lalu memasak untuk suaminya. Tak lama setelah itu terdengar suara Motor masuk halaman rumah, Fely sudah hafal dengan suaranya tidak salah lagi itu pasti Reza dan ternyata benar. Fely langsung keluar menyambut suaminya yang baru pulang dari kampus itu.


" Assalamu'alaikum " ucap Reza tersenyum sambil memberikan tanganya pada Fely.


" Wa'alaikum salam... " Fely yang sudah paham dengan maksud Reza pun langsung mencium tangan Reza. Mereka berdua lalu masuk kedalam rumah.


"Emmmm...baunya enak sekali. Kamu pasti abis masak ya sayang? " tanya Reza yang saat ini sedang berjalan menghampiri Fely.


" Iya kak ini aku masakin makanan kesukaan kakak, semoga kakak suka " jawab Fely penuh harap.


" Apapun yang kamu masak aku pasti menyukainya, apalagi makan kamu " goda Reza pelan namun masih terdengar oleh Fely.


" Benarkah? kakak serius mau banget?' Maaf kalo belum bisa jadi istri yang baik buat kakak ". Imbuh Fely dengan wajah sedih karena merasa bersalah"


" Hei, kenapa kamu gelisah seperti itu? jangan terlalu di pikirkan aku akan sabar nunggu kamu siap " ucap Reza berusaha menghibur istrinya. Ia tidak ingin membuat istrinya ketakutan membayangkan malam pertama mereka meskipun Reza sebenarnya juga sangat menginginkanya.


" Yaudah aku mandi dulu ya sayang " Reza mengecup kening Fely sebentar kemudian berlalu ke kamar mandi.

__ADS_1


Sementara menunggu Reza selesai mandi Fely menyiapkan makan malam mereka. Tak lama Reza sudah selesai mandi dan mengambil duduk di meja makan.


" Kakak mau makan yang mana? " tanya Fely sambil berdiri .


" Apa aja yang kamu ambilin aku suka " jawab Reza dengan senyum yang mengambang. Ia selalu berusaha mengerti karena tidak ingin membuat Fely repot mengurus dirinya. Di usia Fely sekarang harusnya ia bersenang-senang dengan teman-temanya dan menikmati masa remaja mereka, sementara Fely sudah punya kewajiban mengurus dirinya.


Mereka berdua pun makan dengan lahap tanpa suara. Suasana menjadi hening, sesekali hanya terdengar suara sendok dan Garpu.


"Kamu rencananya mau Kuliah di mana?" tanya Reza memulai obrolan ketika mereka berdua sudah sama-sama naik tempat tidur.


"Apa aku boleh kuliah kak?" Fely balik bertanya dengan tatapan senduh yang sulit di artikan.


"Tentu saja. Kamu harus kuliah supaya makin pinter" Reza memprovokasi istrinya, entah maksutnya meledek atau memotivasi Fely yang jelas Fely di buatnya bimbang.


"Aku selalu setuju dengan keputusan kamu, tapi saran aku kamu harus benar-benar memikirkanya dengan matang" Reza terus mengelus kepala Fely sementara tangan yang satunya memeluk Fely erat seakan ia tidak mau melepaskan istrinya.


Fely semakin lama semakin merasa sedikit sesak dan gerah begitupun dengan Reza.


Akhirnya Reza melepaskan pelukanya lalu menanggalkan kaos oblongnya. Fely yang sebelumnya sudah pernah melihat Reza seperti itu sudah tidak kaget lagi.


" Kak, aku udh selesai ujian kelulusan kalo kakak menginginkan hak kakak silahkan lakukan " Fely menggigit bibirnya tanpa sadar ucapan itu lolos begitu saja dari mulutnya.

__ADS_1


"Kamu yakin?" tanya Reza memastikan. Fely hanya menganggukkan kepala. "Jangan salahkan aku kalo malam ini aku menerkammu, kamu yang mengizinkan nya loh sayang" lanjut Reza, di lihatnya Fely memejamkan matanya. Mungkin ia sedang berusaha mengatur kegugupanya.


Medengar mendapat lampu hijau dari istrinya, Reza pun memulai aksinya. Entah kerasukan setan dari mana, malam ini Reza terlihat menakutkan.


" Sayang, boleh aku melakukanya sekarang? " tanya Reza kembali meminta persetujuan. Fely lagi-lagi mengangguk.


" Aku akan mlakukanya dengan pelan, kamu tahan sebentar ya " ucap Reza sambil menanggalkan pakaian mereka berdua Lalu mulai melakukan kewajibanya, setelah berusaha dengan keras akhirnya ia berhasil menuntaskan kewajibanya. Ia berhenti sejenak di lihatnya Fely meneteskan air mata, Reza sebenarnya tidak tega menyakiti istrinya seperti ini, tapi mau gimana lagi sudah tanggung dan akhirnya sampailah Reza pada pelepasan pertamanya.


" Terimakasih sayang, kamu sudah menjaga dan memberikan milikmu yang berharga untuk aku " Reza mengecup singkat kening Fely, sambil melirik bercak noda darah pada seprei mereka. Itu artinya Reza lah yang pertama, Ia sangat bahagia dan merasa semakin mencintai istrinya.


" Tidak perlu berterima kasih kak, memang seharusnya begitu. Ini semua hak mu dan milikmu" jawab Fely sambil meraih selimut lalu menutupi tubuh polos mereka. Malam yang indah bagi dua insan yang sedang memadu kasih, tak lama setelahnya keduanya tumbang bersama.


.


.


.


Terimakasih Readers...🙏🥰


Mohon maaf kalo sejauh ini ceritanya Kurang menarik/membosankan... Author akan terus berusaha memperbaikinya...🙏🙏

__ADS_1


Happy Reading...🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak yach...🙏🥰


__ADS_2