Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 56# Kamu Hanya Milikku


__ADS_3

Ferdi benar-benar kalap entah apa yang merasukinya saat ini tapi ia tidak membiarkan Fely lepas. Perlahan ia merengkuh Fely dan semakin mengeratkan pelukanya. Fely merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. mulutnya ingin menolak tapi reaksi tubuh dan hatinya berkata lain. Melihat tidak ada penolakan dari Fely Ferdi perlahan menekan sedikit tengkuk Fely lalu mencium bibir Fely pelan. Fely yang seketika kaget mendapatkan kesadaran nya kembali langsung berdiri berusaha melepaskan diri.


"Maksud bapak apa?" tanya Fely penuh amarah.


"Maafkan saya, tapi saya benar-benar sayang sama kamu" jawab Ferdi dengan nada sesal penuh penyesalan. Ternyata besarnya rasa cemburu membuat otaknya tidak sinkron.


"Saya tidak mau kamu akrab dengan pria lain apalagi sampai menyukai pria lain" lirihnya lagi.


"Apa hak bapak? ini hidup saya, terserah saya mau berteman dan suka sama siapapun. Bapak tidak berhak mencampuri urusan saya" jelas Fely berapi-api.


"Terserah tapi saya tidak akan membiarkan itu terjadi" ujar Ferdi.


"Dasar Bos tidak berperasaan, banyak aturan, kurang kerjaan ngurusi hidup orang" cibir Fely dengan tatapan kebencian terhadap Bos nya.


"Dengarkan baik baik, KAMU HANYA MILIKKU hanya boleh melihatku, mendengarku, dan mencintaiku" ucap Ferdi lembut lalu kembali mengecup bibir Fely sekali lagi membuat Fely mematung, ia bingung dan sedikit kaget dengan apa yang baru saja di dengarnya. Oh God tolong Fely saat ini benar-benar tidak bisa berfikir jernih.


"Maafkan saya kalau membuat kamu seperti ini, mungkin kamu berfikir saya Egois, tidak punya perasaan, keras kepala, pria buruk, atau apalah tapi saya benar-benar tidak bermaksud seperti itu. Saya tahu ini berlebihan, tapi saya benar-benar takut kehilangan kamu lagi" Ferdi mengelus kepala Fely lembut membuat Fely semakin bingung dan tidak mengerti dengan ucapan Bos nya ini.


"Apa di masa lalu kita pernah saling mengenal" tanya Fely penuh Selidik dengan tatapan tajam, ia sudah tidak mempedulikan sedang berhadapan dengan siapa, masa bodoh kalo ia di pecat ia akan melamar kerja di perusahaan lain.


"Hmmmmm..." hanya itu jawaban Ferdi.


"Jawab yang jelas pak, apa kita sebelumnya pernah saling mengenal?" tanya Fely lagi sambil menggoyang-goyangkan lengan Ferdi.

__ADS_1


"Lebih dari saling mengenal" jawab Ferdi pelan. Mungkin ini saatnya ia jujur pada Fely, apapun reaksi Fely nanti ia akan menerima nya karena ia sudah benar-benar tidak tahan dengan kebohongan ini. Ia sangat tersiksa menahan perasaan nya, istri yang sangat oa sayangi ada di dekatnya tapi tidak bisa ia sentuh. Cepat atau lambat Fely juga pasti akan tahu dan berhak tahu, semakin lama ia menyembunyikan dari Fely malah akan semakin membuat Fely membencinya, begitulah pikirnya.


"Apa maksud bapak?" tanya Fely semakin penasaran.


"Sebenarnya saya ingin jujur dari dulu. Huuufffttt" Ferdi membuang nafasnya kasar.


"Tapi aku terlalu takut dan sangat takut kamu akan membenciku" ucap Ferdi melemah namun penuh kesungguhan.


"Katakan apa yang bapak sembunyikan dari saya" Fely semakin tidak sabar mendengar pengakuan Bosnya.


"Kalau aku berkata yang sebenarnya apa kamu bisa berjanji untuk tidak marah dan membenciku?" tanya Ferdi memastikan sebelum ia jujur dengan Fely.


"Tergantung... tapi akan saya usahakan tidak marah" Ferdi langsung menatap lekat Fely, istri yang selama ini sangat ia rindukan. Ada rasa bahagia bisa berada sedekat ini dengan wanita yang sangat ia cintai, akhirnya perlahan Ferdi membuka kacamata nya dan menghapus kumis tipisnya itu sontak membuat Fely semakin yakin kalau pria yang ada di hadapanya saat ini adalah suaminya.


Melihat Fely yang berdiri kaku Ferdi langsung memeluknya hangat lalu berkata, "maafkan aku...maafkan aku sayang...aku tidak bermaksud membohongi kamu" Ferdi terus merasa bersalah dan menyesal. Fely yang sudah kembali sadar langsung mendorong Ferdi, lalu berlari keluar.


Saat tengah berlari Fely tidak fokus melihat kanan kiri dan sekitarnya sampai tidak sadar menabrak Nella sahabatnya, "Bruuuukk" Fely memeluk Nella erat, saat ini ia benar-benar butuh sandaran. Ia benar-benar terlihat kembali rapuh seperti tidak punya semangat hidup. Matanya sudah berurai air mata dan pandanganya kosong membuat Nella semakin khawatir tapi berusaha menenangkan Fely.


"Fel, kamu tenang ya minum dulu" Nella menyodorkan air mineral pada Fely ketika mereka berdua tengah duduk di bangku taman yang ada di samping kantor


"Fel, ada apa? kenapa kamu jadi seperti ini seperti bukan Fely yang aku kenal" tanya Nella lagi dengan hati-hati.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau cerita tidak apa-apa" Nella yang tidak tega dengan kondisi Fely tidak ingin memaksa, biarlah Fely sendiri yang cerita kalau ia sudah siap.

__ADS_1


"Nell, malam ini apa aku boleh numpang tidur di tempat kamu?" ucap Fely dengan tatapan memohon, karena ia tidak mungkin pulang kerumah Ferdi, ia juga tidak mungkin pulang ke Apartemen Varel kakaknya karena Apartemenya sendiri juga ia sewakan dan saat ini ia benar-benar butuh berbagi dengan seorang teman akan masalahnya, setidaknya bisa sedikit mengurangi bebanya.


"Tentu saja boleh, aku malah senang ada temanya. Tapi jangan kaget ya kalo tempat aku kaya kapal pecah" kekeh Nella berusaha menghibur Fely.


"Santai aja Nell, aku juga orgnya jarang ngerapihin kamar" Fely tersenyum getir lalu kembali diam.


"Tolong izinkan sama pak Bos kalo aku tidak bisa kembali ke kantor dalam keadaan seperti ini" ucap Fely terlihat frustasi. Ia tidak ingin meninggalkan pekerjaanya tapi ia belum siap bertemu Ferdi. Nella yang mengerti akhirnya mengacungkan dua jempol.


"Siippp...tenang aja. Ya udah aku balik kerja dulu... kamu nanti tungguin aku di Mushollah kantor ya jangan kemana-mana" titah Nella, Felly mengangguk patuh.


Jam pulangpun tiba Fely dan Nella akhirnya pulang bersama, mereka berdua mampir mengisi perut dulu sebelum pulang ke Apartemen Nella.


Sementara Ferdi masih terdiam di ruangan kerjanya. Ia ingin menghubungi Fely tapi ia tahan karena saat ini bukan waktu yang tepat biarkan Fely menenangkan diri dulu. Walaupun khawatir tapi Ferdi tahu kalo Fely bukan orang yang Nekat, ia percaya Fely pasti bisa berfikir Rasional tentang masalah mereka.


.


.


.


#Happy_Reading...🥰🥰


#Jangan lupa Bahagia...🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2