
Sore hari menjelang Maghrib Om Johan kembali menemui keponakanya, ia berharap Reza berubah pikiran.
Ceklek...setelah pintu terbuka Om Johan langsung masuk dan mendekati keponakanya.
" Za, bagaimana keadaan kamu sekarang? apa masih sakit? " tanya Om Johan terlihat begitu menghawatirkan sang keponakan.
" Eza gak apa-apa Om, tolong bantu Eza untuk menjaga Eca selama Eza sakit ya Om? " mohon Reza dengan tulus. " Dan semua urusan perusahaan Eza serahkan pada Om " lanjutnya lagi.
" Za, kamu tenang saja gak usah mikirin yang tidak-tidak dulu, kamu Fokus saja pada kesehatan kamu supaya kamu cepat sembuh. Om akan mencarikan Dokter yang terbaik di kota ini " ucap Om Johan memberi support pada sang keponakan.
" Terimakasih Om, dan jangan lupa tiap bulan Om Transfer uang ke Rekening Eca. Eza berharap Eca mau fokus Kuliah. " pinta Reza lagi dengan tatapan memohon.
" Pasti Za. Kamu yakin menyuruh Om berbohong sama Fely tentang kondisi kamu? " tanya Om Johan memastikan lagi, karena biar bagaimanapun ia tidak tega sama istri keponalanya itu.
" Om, tolong Eza Om... jangan katakan sebenarnya sama Eca, Eza gak mau dia sedih " ucap Reza lesu.
" Tapi dengan membohongi dia seperti itu bukan hanya membuat Fely sedih Za, tapi membuat Fely hancur " ucap Om Johan dengan suara yang sedikit meninggi.
" Eza tahu Om, tapi setidaknya walaupun dia sedih, itu tidak akan lama. Eca jg berhak mengejar cita-citanya Om " Reza masih tetap bersikukuh dengan pendirianya. " Kalau Tuhan masih berkehendak kita jodoh, Eza yakin selama apapun kita terpisah pasti suatu hari kita akan di pertemukan kembali " lirihnya kemudian.
" Ya sudah Om akan menghubungi Fely setelah ini, Om akan bantu kamu sebisa Om " ucap Om Johan nyerah karena sudah tidak bisa membujuk keponakanya. Dia sangat hafal karakter ponakanya itu seperti apa, dan sangat sulit untuk di luluhkan.
Sementara di kota lain Fely sedang gelisah karena tidak bisa menghubungi nomor ponsel suaminya.
Sudah Puluhan kali ia menghubungi Reza tapi nomornya tidak aktif.
__ADS_1
" Bee, kamu sebenarnya lagi di mana sih, kamu baik-baik aja kan...kenapa sampai sekarang kamu tidak menghubungi aku " Fely terus berbicara sendiri sambil menatap Handphone nya. Walupun ia berusaha menenangkan pikiranya supaya tetap Positive Thinking, tapi tidak dapat di pungkiri kalau yang ia rasakan saat ini perasaanya benar-benar sangat kacau. Ia merasa ada hal buruk terjadi.
Beberapa saat kemudian ia menatap layar HP nya tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk yang ternyata itu dari Om Johan.
"Assalamu'alaikum Om, ada apa? tumben Om Johan menghubungi Fely? " tanya Fely menelisik. Ia sedikit curiga karena tiba-tiba sekali Om Johan menelfonya
" Fel, maafin Om karena Om tidak bisa menjaga Reza dengan baik " ucap Om Johan setelah pangilan nya tersambung.
" Maksut Om apa? " Fely merasa bingung dengan perasaanya yang mulai was-was.
" Om, jelasin maksutnya apa Om? " Fely semakin mengeraskan suaranya karena perasaanya semakin hawatir.
" Fel, Reza kecelakaan dan nyawanya tidak bisa di selamatkan...maafkan Om Fel " Om Johan tiba-tiba menangis karena merasa bersalah atas kebohongan nya.
" Om jangan bercanda, Om pasti bercanda kan? " Fely tertawa hambar karena begitu shock & tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
" Masalahnya Reza jatuh ke jurang Fel, Polisi sudah mengerahkan anggota nya tapi tidak bisa menemukan Reza, jurang tersebut sangat dalam kemungkinan Reza sudah meninggal " kata Om Johan lagi yang masih berusaha meyakinkan Fely.
" Hiks...hiks...hiks... itu tidak mungkin Om.. kenapa kak Eza tega ninggalin aku Om " Fely menangis lemah. " Maafin Om Fel, ini semua permintaan Reza" bathin Om Johan.
" Tidaaaaakkkkk...Aaaaarrrrrgggg...kenapa seperti takdir begitu bercanda " Fely terus tertawa sambil menangis, pikiranya benar-benar kacau saat ini, ia butuh teman untuk meluapkan semua kesedihanya. Kedua Orang tuanya masih di luar kota, Kakaknya juga ada pekerjaan di kota lain, akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi sahabatnya Rossa dan Revi.
Setengah jam kemudian kedua sahabatnya sampai di rumah Fely... mereka sudah biasa keluar masuk rumah Fely jadi tanpa sungkan lagi mereka berdua langsung masuk kamar Fely.
Fely benar-benar terlihat sangat menyedihkan saat ini.
__ADS_1
" Beb, ada apa? " tanya Rossa.
" Iya Beb, ada apa sampai loe kaya gini? " kini giliran Revi yang bertanya.
" Kak...kak...ka...k Eza... " Fely tidak kuat melanjutkan kalimatnya...malah ia semakin keras menangis. Rossa dan Revi pun langsung memeluk Fely berusaha memberikan ketenangan pada sahabatnya.
" Sabar Beb, kalo loe gak kuat bicara jangan di paksa..." ucap Revi lagi.
" Kak Eza me...ning...gal... " Fely kembali terisak sambil memejamkan matanya.
" Aaa...paaaa.... " teriak Rossa dan Revi bersamaan.
.
.
.
.
Haaiii semuanya...Maaf yach Author lama gak Up di karenakan banyak sekali kesibukan...🙏🙏
Semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya...
Konflik ini akan menjadi awal baru dari kisah Fely dan Reza nantinya.
__ADS_1
Happy Reading All...❤️❤️