
Keesokan paginya mereka berempat sarapan di ruang makan, suasana pagi ini cukup tenang karena tidak ada yang bersuara sama sekali selama mengisi perut.
" Fel, gue mau pamit berangkat duluan ya ke kantor sekalian gue mau mampir ketoko ada yang mau gue beli " ucap Nella.
" Mau gue temenin gak Fel? " tawar Fely membuat Ferdi melirik sekila membuat Nella tidak enak hati.
" Gak usah Fel, lagian gue cuma bentar kok, loe berangkat baren Pak Bos aja " tolak Nella, semoga saja Fely mengerti maksudnya karena ia melihat Ferdi sedang dalam mode tak bersahabat mungkin karena tadi malam gak dapat jatah kali. Hehehe...
" Oohhh ya udah deh kalo gitu " jawab Fely.
" Loe sekalian balik apa masih mau di sini Bang? " tanya Fely ke kakaknya.
" Balik lah... yah kali gue sendirian di sini ngapain juga " ujar Farel.
Nella sudah pergi terlebih dahulu, Sepuluh menit kemudian mereka bertiga akhirnya berangkat ke tujuan mereka masing-masing.
" Sayang, aku rasanya males banget kerja hari ini karena semalam gak di kasih Vitamin sama kamu " gerutu Ferdi ketika mereka berdua masih di dalam Mobil. Sepertinya Ferdi masih enggan keluar dan sengaja mengunci istrinya.
__ADS_1
" Masih pagi ini sayang kamu jangan aneh-aneh " Fely merasa aura tidak enak dari suaminya.
" Abis nya aku masih kangen sama kamu, gimana dong? " ucap Ferdi manja. kadang Ia heran kenapa semenjak dirinya berbadan dua suaminya itu menjadi semakin manja dari biasanya.
" Sayang, Pliiss ini aku udah rapi... aku gak mau penampilan q berantakan lagi, lagian ini sudah mau waktunya masuk kerja, kamu sebagai Bos harus memberikan contoh yang baik dong buat karyawan kamu. " Ucap Fely ber alibi. Yang benar saja sekarang sudah jam 07:47 gak lucu kan kalo mereka sampai telat masuk.
" Janji deh aku gak macem-macem cuma pengen peluk sama cium bentar aja " bujuk Ferdi membuat Fely mengangguk. (Skip)
Sudah gak heran lagi para karyawan melihat Bos dan sekretarisnya berangkat bareng, tapi kali ini yang menjadi perbincangan adalah badan Fely yang sedikit terlihat lebih gemuk, Perut rata nya juga mulai menyembul. Ferdi memang belum mengumumkan pernikahan mereka, sebenarnya ia ingin mengadakan Resepsi pernikahan tapi Fely menolak, daripada uang di hambur-hamburkan buat acara pesta mendingan di pakai buat Syukuran kehamilanya dengan berbagi pada orang-orang yang membutuhkan.
Ferdi bisa apa kalau Fely tidak setuju dengan rencananya. Bumil Moodnya tidak bisa di tebak, Iya in aja lah daripada debat. Selama berjalan Fely hanya tersenyum mendengar bisik-bisik karyawan yang mempergunjingkan dia, tapi dia tetap tersenyum tenang dan masa bodoh.
" Ngapain marah? mereka kan tidak tahu wajar kalo mereka berfikir yang tidak-tidak " jawab Fely santai.
" Tapi aku gak terima masa istri dan calon anak aku yang bahkan belum lahir di omongin begitu " kesal Ferdi, kenapa malah jadi Ferdi yang marah-marah, Fely hanya menggelengkan kepala pelan.
" Kamu itu kenapa jadi sensi gini sih yank? " kali ini Fely mendekatkan posisi duduknya sehingga semakin merapat ke samping Ferdi lalu ia bergelayut manja di lengan Ferdi.
__ADS_1
" Nggak tahu yank aku kesel banget denger kalian di omongin jelek gitu " ujarnya dengan nada kesal.
" Apa kita umumin aja pernikahan kita yah?" tanya Ferdi kemudian.
" Yah ga pa pa yank tapi tunggu waktu yang tepat aja " jawab Fely memberi solusi.
" Ya Udah deh, kalau waktunya menurut kamu udah tepat kamu bilang sama aku yah biar aku umumin, aku juga risih banget di godain karyawan lain karena di kira masih Jomblo. " gerutu Fely.
" Udah biarin aja gak usah di masukin hati yank... ntar juga mereka malu sendiri kalo tahu kamu udah ada pawangnya " hibur Fely, berharap Ferdi Moodnya kembali membaik.
" Kamu memang paling bisa bikin aku Gemas. gimana kalo aku tengokin Baby nya biar Daddy semangat kerjanya " ujar Ferdi sambil menoel hidung Fely.
" Halaah... kamu mah modus aja yank " mereka saling menatap satu sama lain lalu tertawa bersama.
.
.
__ADS_1
.
Happy_Reading...,❤️❤️