
Hari-hari berlalu dengan cepat, tak terasa sekarang kandungan Fely memasuki Tujuh Bulan dan itu membuat perutnya semakin terlihat membuncit. Jelas saja para rekan kerjanya semakin menjadi bergosip ria, ada yang berfikir Fely merayu Bos nya sampai hamil di luar nikah, ada yang ngatain Fely wanita malam, gak bener, dan sebutan jelek lain nya.
Seperti saat ini Fely sedang duduk di bangku kantin tak jauh darinya ada karyawan yang membicarakan dia. Fely yang mendengar hanya tersenyum, baginya mereka lucu jadi anggap saja lagi nonton drama komedi secara Live.
" Nell, udah selesai pesen makananya? " tanya Fely pada Nella yang baru saja bergabung denganya.
" Fel, kamu kok diam aja sih di kata-katain seperti itu? " kesal Nella yang mendengar ucapan para karyawan-karyawan yang sudah sangat keterlaluan menurutnya.
" Udah lah biarin aja, ngapain mesti marah kan gue bukan orang yang seperti itu " lagi-lagi Fely hanya santai menanggapinya.
Tak lama kemudian ada dua orang karyawan mendekati Fely, dan memaki Fely secara terang-terangan tentu saja itu membuat mereka ber Empat jadi pusat perhatian.
" Hei sekretaris ganjen, kamu pasti sengaja ya godain si Bos biar bisa hidup enak " ejek salah satu karyawan tersebut.
" Tanpa menggoda pun Bos kalian sudah tergila-gila sama gue " jawab Fely dengan sedikit menyunggingkan senyumnya, lucu sekali mereka begitulah pikirnya.
" Cihh... percaya diri banget kamu, sok kecakepan jadi orang " hardik karyawan satunya.
" Jangan asal ngomong kalau tidak tahu kebenaranya, takutnya kalian malu " ujar Fely memperingatkan mereka, sementara itu Nella sejak tadi tanganya sudah mengepal ingin mengumpal mulut mereka tapi di cegah oleh Fely.
" Kamu yang harusnya malu udah godain Bos sampai hamil gini biar dia tanggung jawab dan tidak bisa lepas dari kamu kan " bukanya berhenti malah menjadi itu karyawan.
__ADS_1
" Dia kan emang gak punya malu, mangkanya dia ngasih tubuhnya pada Bos secara gratis " sahut yang satunya lagi.
" Berani sekali menghina istri bos kalian " tiba-tiba suara bariton mengagetkan mereka, ternyata itu adalah Ferdy.
Para karyawan yang menonton kejadian itupun kembali berbisik-bisik dan menebak-nebak. Lihatlah mereka semua pintar sekali membuat alur cerita kenapa tidak menjadi penulis Novel saja.
" Pa..Pak... Ferdi " ucapan mereka tercekat nyalinya semakin menciut di depan Bos nya.
" Dengar kalian semua, Fely ini istri sah saya. Saya dan Fely sudah menikah sejak Empat tahun yang lalu, kalian pasti bertanya-tanya kenapa saya tidak pernah mengumumkanya kan? itu karena saya dan Fely memang sepakat karena kehidupan pribadi tidak semua harus di ekpos. " Para karyawan pun mulai mencoba memahami penjelasa Bos mereka walaupun ada yang masih bingung.
" Kalian semua silahkan bubar, karena ini bukan tontonan. Saya menggaji kalian bukan untuk membicarakan orang lain apalagi istri Bos kalian... berani sekali kalian... " jeda Ferdi.
" Ma...ma...maaf Pak... " ucap mereka menunduk malu.
" Kalian harus nya minta maaf pada istri saya " ujar Ferdi.
" Maaf Bu Fely, kami nggak tahu " sesal mereka berdua.
" Ya udah gak pa pa... lain kali jangan seperti itu lagi sama orang lain. Jangan asal bicara apalagi menjelekkan orang lain kalau tidak tahu kebenaranya. " Jawab Fely bijak membuat para karyawan itu semakin tidak enak dan canggung.
" Pantas saja pak Bos kelihatan cinta banget sama istrinya, ternyata Bu Fely bukan hanya cantik tapi hatinya juga baik " ucap beberapa karyawan lain nya.
__ADS_1
" Sudah-sudah... silahkan kalian kembali bekerja " titah Ferdi.
" Kami pamit juga kalau begitu pak, Bu " ucap dua karyawan itu.
" Yeeee... malu kan kalian... tadi aja maki-maki Fely dengan berani kenapa sekarang jadi mati kutu " ledek Nella, membuat kedua orang itu semakin malu lalu pergi dari sana.
" Nell, udah dong gak boleh gitu " ucap Fely.
" iya Bu Fely " kali ini Nella godain Fely.
" Nell, jangan mulai deh... " kesal Fely.
" Heehehe... ampun Bu Bos " Nella semakin tertawa menggoda Fely, Ferdi hanya menggeleng-geleng aja melihat kelakuan mereka.
.
.
.
#Happy_Reading....🥰🥰
__ADS_1