Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 52# Flash Back


__ADS_3

" Kenapa Bapak ada disini? " teriak Fely lagi.


" Saya yang harusnya bertanya kenapa kamu berada di kamar saya? kamu juga memakai kamar mandi saya " Ferdi balik bertanya membuat Fely bungkam karena menyadari kalau dia salah masuk kamar, pantas saja Bos nya ada di sini begitu pikirnya. Astaga...rasanya dia benar-benar sangat malu saat ini.


" Bapak jangan nyuri-nyuri kesempatan yah, jangan lihatin saya seperti itu saya belum pakai baju ini " Fely sibuk menutupi bagian atas dada nya dengan kedua telapak tangan, walaupun tidak tertutup sepenuhnya.


" Jangan Ge-Er kamu... cepat keluar dan kembali ke kamar kamu " ucap Ferdi datar.


" Baik pak " tanpa menunggu lama Fely langsung lari keluar dari kamar Bos nya. Sementara Ferdi hanya menggelengkan kepala sambil senyum-senyum sendiri mengingat kelakuan Fely.


" Shiit... kenapa dia semakin cantik dan menggoda " gumam Ferdi pelan. Sebenarnya ingin sekali ia jujur kepada Fely tapi ia belum punya keberanian. Sejauh ini yang tahu cuma Om Johan dan Pak Bagas papa mertuanya. Karena pak Bagas merasa yakin kalau menantunya masih hidup jadi diam-diam dia menyuruh anak buahnya mencari tahu keberadaan menantunya. Tapi Reza memohon kepada pak Bagas untuk tidak menceritakan kepada Fely dulu.


Pak Bagas awalnya keberatan dengan rencana menantunya itu, tapi Reza terus bersikukuh kalau semua untuk kebaikan Fely jadi pak Bagas menuruti kemauan Reza untuk merahasiakanya dari Fely selama ini.


Flash Back On


Waktu pulang perjalanan Bisnis dari luar kota pak Bagas tidak sengaja berpapasan dengan Reza di jalan. Tapi pak Bagas tidak yakin sepenuhnya akhirnya beliau menyuruh orang kepercayaanya untuk memata-matai dan mengumpulkan Informasi tentang Reza. Dan hasilnya sesuai dengan bukti-bukti Dokumen yang mereka kumpulkan.


Setelah merasa benar-benar yakin pak Bagas mengajak Reza bertemu lewat sekretarisnya dengan alasan berpura-pura membahas Kerja sama Bisnis. Setelah bertemu dan berbincang pak Bagas semakin yakin kalau yang di depanya benar-benar Reza menantunya.

__ADS_1


Dengan hati-hati pak Bagas bertanya pada Reza mengenai peristiwa sebenarnya yang terjadi dan alasan Reza berbohong. Reza pun menjelaskan dengan detail tanpa ada yang terlewat sedikitpun, akhirnya pak Bagas bisa mengerti kondisi Reza. Pak Bagas sampai saat ini masih terus menutupi semuanya dari Fely anaknya tapi pak Bagas tidak ada maksud bersekongkol dengan Reza karena menurutnya putrinya sudah menikah jadi biarlah mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri.


Flash Back Off


Dua hari berlalu kini Ferdi berniat menemui mertuanya karena pak Bagas menelfon nya tadi pagi. kebetulan hari ini hari minggu ia tidak ke kantor, Fely juga pasti lelah kemarin-kemarin menyiapkan keperluanya terus jadi untuk hari ini ia membiarkan Fely beristirahat.


" Bik, nanti antarkan makanan ke kamar nona Fely ya " pesan Ferdi pada ART nya.


" Baik tuan " jawab ART itu sopan.


Ferdi pun pergi menuju kafe tempat di mana dia akan bertemu mertuanya. Dan ternyata sang mertua sudah tiba lebih dulu disana.


" Pa, maaf kalau sudah membuat papa menunggu " ujar Ferdi.


" Oh ya kenapa papa tiba-tiba mengajak ketemu? " tanya Ferdi.


" Papa dengar Fely sekarang tinggal di rumah kamu, papa harap kamu tidak menyakiti Fely lagi " tegas pak Bagas.


" Apa kamu masih belum berniat jujur sama Fely? " lanjut pak Bagas bertanya.

__ADS_1


" Aku masih menunggu waktu yang tepat Pa, aku takut akan melukai Fely " jawab Ferdi dengan suara pelan, pak Bagas bisa mengerti mungkin menantunya butuh persiapan untuk jujur.


" Kalau papa boleh kasih saran, sebaiknya jangan lama-lama Za, papa cuma takut semakin lama kamu berbohong sama Fely, Fely akan semakin benci sama kamu " nasehat pak Bagas pada menantunya.


" Iya Pa Eza ngerti, Eza juga siap menerima konsekwensinya kalaupun Fely membenci Eza " ucap Ferdi pasrah...


" Ya sudah, cuma itu yang ingin papa bicarakan. Tolong jaga istri kamu dengan baik " ucapan terakhir pak Bagas sebelum berdiri meninggalkan Kafe itu.


" Tanpa papa mintapun aku pasti akan berusaha menjaga Fely dengan sebaik mungkin " kekeh Ferdi. Pak Bagas hanya tersenyum lalu berlalu meninggalkan kafe itu.


Hari sudah semakin siang, Ferdi pun melajukan Mobilnya menuju rumah kediamanya. Tiba-tiba tanpa sengaja ia melihat toko Boneka, ia turun lalu memasuki toko Boneka itu. Dilihatnya banyak sekali boneka lucu-lucu, dan tak sengaja matanya menatap boneka Taddy Bear yang ukuranya sangat Besar. Ferdi lalu teringat kalau Fely dulu pernah menginginkan Boneka seperti itu untuk menemaninya tidur.


Sesampainya di rumah ia langsung mengetuk pintu kamar Fely. Fely yang kebetulan lagi bermain Handphone sambil duduk di Sofa langsung membukakan pintu. Ketika di depan pintu ia kaget ada Boneka Besar di depanya, Fely Celingak Celinguk tapi tidak melihat ada siapa-siapa. Akhirnya ia berbicara pada Boneka itu.


" Hai Boneka Taddy? kamu kesini sama siapa? aku dari dulu pengen banget punya Boneka seperti kamu, tapi gak sweet kalo beli sendiri. Pengenya ada yang beli'in biar seperti di Film-film Drakor gitu... HMmmmm kasian banget kan aku.... " sapa Fely pada Boneka itu sambil mendramatisir keadaan, sementara Ferdi yang berdiri di belakang Boneka itu hanya menahan tawa. Ternyata Fely masih saja konyol dan sedikit Ceroboh seperti dulu pikirnya.


.


.

__ADS_1


Happy Reading yach Readers...🥰🥰


Maaf yach Author baru bisa Up Lagi...🙏🙏


__ADS_2