
" Kenapa Fel, kelihatan nya lagi bete banget? " tanya Nela.
" Iya gue lagi sebel sama Bos Crazy " jawab Fely sambil mengerucutkan bibirnya.
" Awas loh biasnya Benci trus nanti jadi Cinta " Goda Nela sambil menoel-noel hidung Fely.
" Amit-amit. Ya ampunn...jangan sampai " Fely menepuk-nepuk kepalanya dan menepuk meja.
" Emangnya kenapa sih Fel sampai sekesal itu? " Nela mendekati Fely sambil terus mengelus pundak Fely.
" Abisnya itu orang maksa gue harus nurutin semua kemauan dia... gimana gue gak bete coba? " jelas Fely.
" Udah sabar aja. Siapa tahu nanti lama-lama si Bos luluh sama kamu " Nela terus menggoda Fely, kali ini sambil mengedip-ngedipkan matanya.
" Nel, jangan ngaco deh... udah gak usah bahas dia " ujar Fely sambil membuang nafas kasar.
" Iya deh iya... udah yuk pulang bareng gue aja gue anter ke Appart loe " ajak Nela beranjak berdiri berniat akan menggandeng tangan Fely.
" Sorry Nel, mulai hari ini gue tinggal di rumah Bos Crazy " Fely tiba-tiba menjadi murung, wajahnya terlihat lesu dan tidak bersemangat.
" Serius loe? harus mulai hari ini juga gitu? " tanya Nela yang merasa heran. Apa si Bos menyukai Fely sampai tidak mau jauh-jauh dengan Fely, begitulah pikirnya.
" Yah...begitulah... " jawab Fely sambil mengerdikkan kedua bahu nya. Fely terlihat pasrah tapi tidak bisa menolak perintah atasanya.
Fely terus berjalan keluar dari gedung yang menjulang tinggi itu, ia berniat menuju parkiran untuk mengambil Mobilnya, setelah ia akan melajukan mobilnya namun tiba-tiba ada mobil yang tidak asing berhenti di depan nya.
" Fel, ayow naik mobil saya saja. " yah mobil yang berhenti itu adalah milik Ferdi atasanya.
Fely mau menolak tapi ia teringat kalo ia juga tidak tahu alamat rumah Bos nya.
" Gak usah Pak biar saya mengikuti bapak di belakang saja " jawab Fely.
" Cepat naik, biar nanti supir saya yang bawa mobil kamu " titah Ferdi lagi.
__ADS_1
" HMmmmm... " hanya itu yang di ucapkan Fely, meskipun ia kesal ia tetap saja menuruti perintah atasanya.
Di dalam mobil keduanya sama-sama terdiam tak ada obrolan apapun sampai mereka tidak sadar kalau mereka telah sampai di sebuah bangunan yang besar yang di penuhi bunga-bunga indah di depan nya. Fely nampak mengagumi keindahan rumah Bos nya, di balik sikap dingin Bos nya ternyata menyukai keindahan dan kesejukan begitu pikirnya.
" Sampai kapan kamu berdiri di situ? " Suara Ferdi tiba-tiba mengagetkan Fely.
" Saya suka melihat pemandangan di depan rumah Bapak " ucap Fely jujur.
" Mulai sekarang kamu bisa melihatnya setiap hari jika kamu mau" ujar Ferdi sambil sedikit tersenyum.
" Benarkah? Bapak tidak marah? " tanya Fely memastikan dengan penuh kegirangan. Karena jujur saja suasana di rumah Bos nya ternyata seperti keinginanya selama ini.
" Yah tergantung... selama kerjaan kamu Profesional, saya tidak punya alasan buat melarang kamu " jawab Ferdi.
" Setelah sudah puas memandangi taman nanti kamu langsung masuk saja, temui saya di ruang kerja saya" setelah mengatakan itu Ferdi masuk kedalam rumahnya karena ia merasa gerah dan ingin sekali cepat-cepat mandi.
Setengah jam.an Fely memanjakan mata nya dengan menatap keindahan di sekeliling rumah Bos nya lalu Fely memutuskan masuk ke dalam. Rupanya ia sudah di sambut oleh Bi Ima selaku kepala Art di rumah Ferdi.
" Pasti nona Fely yach? perkenalkan nama saya Bi Ima " Wanita paruh baya itu memperkenalkan diri, usianya sepertinya hampir sama dengan usia Mama Fely.
" Nona, saya di tugaskan pak Ferdi untuk menyiapkan apapun yang nona perlukan selama tinggal disini, jangan sungkan-sungkan kalo Nona butuh apa-apa bilang saja sama saya. " Jelas Bi Ima sopan.
" Maaf kalo selama saya disini mungkin akan merepotkan Bibi " ucap Fely merasa sedikit tidak enak.
" Tidak apa-apa nona, itu sudah menjadi tugas saya " jawab Bi Ima dengan senyum yang mengembang.
" Bi, Ruang kerja pak Ferdi di mana ya? " tanya Fely.
" Di sebelah sana Nona, mari saya antar. Pak Ferdi sudah menunggu nona di dalam " Fely mengikuti Bi Ima sampai Bi Ima berhenti di depan pintu salah satu ruangan di rumah itu, dan sepertinya itu ruang kerja Ferdi.
" Kalau begitu saya permisi ke dapur dulu ya non Fely " Bi Ima undur diri. Fely hanya mengangguk sambil tersenyum ramah pada Bi Ima.
" Tok-tok-tok... pak ini saya Fely " ucap Fely.
__ADS_1
" Silahkan masuk Fel " titah Ferdi.
" Ada apa Bapak menyuruh saya menemui Bapak di sini? " tanya Fely.
" Saya hanya ingin menunjukkan ruang kerja saya pada kamu, karena mulai sekarang kamu tinggal disini. Kalau kamu ingin mengerjakan pekerjaan kamu, kamu bisa menggunakan ruangan saya." jelas Ferdi.
" Dan...kamar kamu ada di lantai atas tepat di depan kamar saya " tambah Reza.
" Iya pak Makasih " jawab Fely.
" Ya sudah kalo kamu mau istirahat, kamu boleh keluar " ucap Ferdi.
..." Iya Pak. Kalo begitu saya pamit " Fely lalu pergi meninggalkan ruang kerja Bosnya, ia sudah merasa lelah ingin rasanya ia segera merebahkan tubuhnya....
Fely terus menaiki tangga ia melihat cuma ada dua kamar di situ dengan ukuran yang sama dan warna pintu yang sama. Fely asal menebak saja mungkin yang di masukinya saat ini kamarnya.
Setelah masuk dia lalu mencari kamar mandi kemudian langsung mengguyur tubuhnya dengan shower. Selesai mandi Fely keluar hanya dengan balutan handuk yang melingkar di tubuhnya karena ia lupa membawa baju ganti.
" Aaaaaaaa..... " Fely terkejut karena karena ada orang duduk di tepi tempat tidurnya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
#Happy Reading...🥰🥰