Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps 15# Penjelasan


__ADS_3

Setelah kepulangan kak Eza, aku merebahkan diriku, ku buka Hp ku lalu aku mendengarkan lantunan Ayat suci Al Qur'an lewat aplikasi Hp ku yang kemudian mengantarkanku terlelap dalam mimpi indahku.


.


Keesokan harinya


Aku berangkat sekolah seperti biasanya, setelah tiba di sekolah Duo R sudah duduk di bangku ku. Pasti mereka mau nagih hutang, eh nagih penjelasan(dalam bathinku) Aku menahan senyum dan tetap berusaha santai menetralkan sikap ku.


.


"Hai guys, tumben pagi-pagi sudah di sini loe pada?"


sapaku ke mereka pura-pura gak tau apa-apa sambil pasang wajah O'on...hihihi...😆😆


"Fel , loe harus jelasin semuanya" ucap Rosa To The Point.


"Iya Fel, lo berhutang penjelasan sama kita, kita bertiga kan sudah janji supaya saling terbuka, jadi jangan ada yang di tutup-tutupi lagi. Loe udah gak nganggep kita sahabat lagi emangnya?" Imbuh Revi dengan nada kesal.


"Iya, iya deh gue bakal jelasin ke kalian berdua, tapi janji ya jangan bilang ke siapa-siapa" pintaku sambil mengatupkan kedua telapak tangan di atas dada seraya memohon. Lalu mereka berdua mengangguk dan mendengarkan dengan serius.


Aku mulai menceritakan dengan detail dan terperinci tak terlewat sedikit pun kepada kedua sahabatku, dari awal sampai aku di jodohkan dengan kak Eza dan Enam hari lagi akan menikah. Aku bersyukur karena kedua sahabatku bisa mengerti dan memahami posisiku kenapa aku tidak cerita dan memendamnya sendiri, karena semua serba mendadak.


"Apa, Enam hari lagi kalian menikah?" teriak Rosa sedangkan Revi masih tercengang tidak percaya. Untung saja belum ada anak-anak lain uang datang, kalo ada teman-teman bisa berabe urusanya, pikirku.


"Pliiisss... pelanin suara kalian berdua guys" pintaku lirih, dan mereka berdua mengangguk-angguk.kan kepala.


"Maaf Fel, kita reflek" ucap mereka memelas dengan kompaknya.

__ADS_1


"Ya udah kalian janji ya jangan ember, ini rahasia kita bertiga okay?" tegasku pada kedua shabatku, lalu kami bertiga tersenyum dan berpelukan.


"Aahhh...bebeb... akhirnya sebentar lagi lo uda gak lajang lagi, apa kita masih bisa hang out bareng?" tanya Revi penuh harap.


"Kalian tenang aja, hanya status gue yang berubah. gue tetap sahabat kalian tentu saja kita masih bisa jalan bareng dan main bareng, gue yakin kak Eza pasti bisa ngerti dan bakalan ngizinin kok". Jelasku pada Rosa dan Revi.


"Bener ya Fel, lo gak akan berubah. Awas aja kalo lo sampe berubah, gue gak mau kenal lo lagi" ancam Rosa sambil melototin aku, tapi aku tahu itu hanya bercanda.


"Kalian ngancam gue, ihhhh takut aku tuh..."


Ucapku dengan ekpresi sedih...dan mereka hanya tertawa, sampai akhirnya bel berbunyi menandakan pelajaran akan segera di mulai.


Pelajaran.pun terus berlangsung tak terasa jam menunjukkan pukul 12.00 Wib, waktu nya untuk pulang.


Aku dan kedua sahabatku berjalan bersama melewati gerbang sekolah, tiba-tiba di seberang jalan agak jauh kak Eza dari tadi sudah berdiri menungguku di sana. Dia berpakaian sangat santai hari ini, karena memang sedang libur mengajar, dan dia ada kelas dua jam tadi. Jadi setelah pulang dari kampus dia langsung menjemputku ke Sekolah.


"Fel, itu bukanya pak Reza ya. Pak Reza kelihatan beda banget gak seperti kalo lagi ngajar" puji Rosa.


"Iya, pak Reza kok ganteng banget ya.. sayang sudah ada yang punya" cerocos Revi sambil menoleh ke arahku. Entah kenapa aku tidak suka mereka memuji kak Eza di depanku, apa aku cemburu, tapi tidak mungkin aku cemburu sama sahabatku, bathinku.


"Cie-cie... ada yang di jemput calon suami ni" goda Rosa, tapi aku masih saja terdiam kaku di tempatku berpijak.


"Fel, pak Reza sudah nungguin loh tuh" ucap Revi sedikit keras sambil menyenggol lenganku, membuatku sadar dari kegugupanku.


"Apa'an sih kalian berdua, ya udah gue duluan ya guys" mereka hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu aku berjalan menghampiri kak Eza.


Girang banget sih mereka berdua, gak tau apa gue nervous setengah mati, rasanya jantungku mau copot.

__ADS_1


Bukanya lebay tapi itu yang aku rasakan guys...hiks hiks...gerutuku dalam hati.


"Kak Eza, udah lama disini?" tanyaku basa-basi karena aku memang kaget dia ke sekolah dengan pakaian santai.


"Lumayan Ca, kamu ada acara gak abis ini?" tanyanya.


"Gak ada kak, memangnya ada apa?" tanyaku penasaran.


"Kakak mau ngajak kamu ke suatu tempat, kamu mau gak?" lanjutnya bertanya.


"Kemana kak? Tapi aku harus izin mama dulu. Takutnya nanti mama Hawatir"


"Kakak sudah izin kok sama mama dan papa, dan mereka tidak masalah" jelasnya. Aku tidak bisa menolak lagi kalo sudah begini.


"Ayo masuk Ca, nanti kamu juga akan tahu sendiri"


kak Eza mempersilahkan aku naik mobilnya sambil membukak kan pintu, dia juga masuk tapi lewat pintu sampingnya.


Kak Eza mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, selama di dalam mobil kami berdua cuma saling melirik, tidak ada yang berbicara, sampai akhirnya tiba di salah satu tempat di kota B, lalu kak Eza memarkir mobilnya.


Terimakasih Readers sudah mengikuti


sampai Episode ini...🙏🥰


Semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya yach


kalo kalian suka, boleh Like, komen, dan kasih Vote yach...🙏🙏

__ADS_1


Happy Reading....🥰🥰


__ADS_2