Mencintai Sepupuku

Mencintai Sepupuku
Eps. 65# Hadiah


__ADS_3

Fely dan Ferdi pun pulang bersama, sementara Rossa dan Revi di antarkan om Johan ke Bandara karena mereka harus kembali ke Luar Negeri.


"Gimana, apakah kamu senang?" tanya Ferdi pada Istrinya setelah mereka berdua sampai di dalam rumah dan memasuki kamar mereka.


"Seneng banget... makasih ya suamiku" ucap Fely dengan senyum mengembang membuat Ferdi merasa bahagia saat ini.


"Syukurlah kalau kamu senang" Ferdi merasa lega karena apa yang di lakukanya ternyata tidak sia-sia.


"Kamu harus ceritain nanti gimana kamu menemukan Revi dan Rossa" ucap Fely, lalu ia masuk ke kamar mandi untuk menganti pakaian yang lebih santai dan membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian Fely keluar dengan piyama tidur bermotif Taddy Bear faforitnya, terlihat Ferdi duduk bersandar di atas ranjang mereka.


"Kalau kamu ngantuk, kamu istirahat aja duluan aku mau membersihkan diri dulu" ucap Ferdi yang di angguki oleh Fely. Setelah selesai mengganti pakaian tidur, mencuci wajah, dan menggosok giginya Ferdi kembali ke kamar mereka.


"Kenapa kamu masih belum tidur?" tanya Ferdi pada Fely.


"Nungguin kamu" jawab Fely, saat ini Ferdi benar-benar sangat bahagia mendengarnya.


"Ya sudah ayo tidur" ajak Ferdi sengaja ingin mengalihkan pembicaraan supaya Fely tidak minta di ceritain soal tadi.


"Kamu berhutang penjelasan loh sama aku" tagih Fely karena merasa penasaran.

__ADS_1


"Dan kamu berhutang hadiah sama aku" Skakmat. Ferdi terkekeh membuat Fely manyun dan semakin terlihat menggemaskan.


"Lucu banget sih istri aku" goda Ferdi tapi tak membuat Fely merubah ekpresi datarnya malah semakin On Mode juteknya.


Akhirnya Ferdi tak tega untuk tidak bercerita pada Fely. "Apa yang pengen kamu ketahui?"


Seketika ekpresi Fely berubah menjadi bersahabat. "Tentu saja tentang bagaimana kamu bisa mendatangkan Rossa dan Revi kesini?"


"Itu semua om Johan yang mengaturnya" jawab Ferdi santai. "kamu kalau mau tau detailnya kamu tanya saja pada om Johan" enteng banget ucapan Ferdi membuat Fely kesal kembali, sia-sia saja ia bertanya pada suaminya itu, karena hasilnya nihil.


"Huuuffft... berasa ngomong sama tembok ini aku dari tadi" Fely mendengus kesal. Fely lalu menarik selimut menutupi wajahnya kemudian berusaha memejamkan matanya.


"Kamu pasti capek banget ya? ya udah kamu istirahat dulu. Good Night istriku" ucap Ferdi sambil mengelus kepala Fely di balik selimut. Fely yang belum tidur merasa jantungnya berdebar kencang saat ini.


"Kenapa kamu ngomong begitu?" tanya Fely dengan tatapan senduh, ia berfikir apakah ia sudah bersikap keterlaluan hingga membuat suaminya merasa bersalah terus.


"Aku hanya ingin membahagiakan kamu sekarang dan kedepanya" Ferdi membalas pelukan istrinya, dan pelukan itu kini kian semakin erat seakan mereka berdua tidak ingin terpisahkan lagi selamanya.


"Jangan bicara seperti itu sayang, aku tidak ragu niat kamu untuk bahagiain aku" Ferdi menganga mendengarnya, apa Fely barusan memanggilnya sayang, itu artinya Fely sudah kembali menjadi Fely yang dulu lagi. Benar-benar tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata kebahagiaan Ferdi kali ini. Ferdi lalu mencium kening Fely dalam-dalam dan membawa Fely semakin dalam ke pelukanya.


"Kalau kedepanya ada masalah seperti kemarin atau bahkan yang lebih besar lagi, kita hadapi bersama ya jangan menghilang seperti waktu itu lagi" ucap Fely Diplomatis.

__ADS_1


"Iya maafin aku sudah menjadi pengecut dan meragukan kesetiaan kamu" ucap Ferdi penuh sesal.


"Iya-iya di maafin asal jangan di ulangi lagi aja" Fely kembali memperingatkan.


"Sayang, apakah boleh aku meminta hadiahnya sekarang" rengek Ferdi pada istri kecilnya itu. Fely berusaha menahan senyumnya rasanya ia tak percaya seorang Ferdi yang menjadi CEO di perusahaanya bisa merengek seperti sekarang ini.


"Kamu mau hadiah apa memangnya? ini sudah malam besok aja aku belikan hadiahnya. Oh iya besok kan hari minggu, kita jalan-jalan ke Mall dan kamu boleh pilih hadiah apapun yang kamu mau" jelas Fely.


"Tapi aku maunya kamu" ucap Ferdi dengan nafas yang mulai tidak teratur karena menahan sesuatu.


"Maksutnya?" tanya Fely memastikan. Entahlah..istrinya itu kenapa masih saja polos padahal sudah berkali-kali ia nodai.


"Boleh ya?" tanya Ferdi memastikan. Fely pun yang mulai paham mengangguk pasrah. Tanpa aba-aba tangan Ferdi sudah kemana-mana dan terjadilah peristiwa pemersatu anak bangsa.


.


.


.


.

__ADS_1


#Happy Reading


__ADS_2