
Ferdi benar-benar kalang kabut pagi ini. Yah..baru kali ini ia telat bangun dan melupakan Meeting penting pagi ini. Sementara itu Fely yang jadi sasaran nya karena setiap harus sigap menghadapi Bos nya apalagi di saat genting seperti saat ini.
Dengan cekatan Fely menyiapkan semua keperluan Reza sehingga Reza tidak perlu menunggu waktu lama-lama untuk selesai bersiap.
" Drrrrrttt...drrrtttt... " berkali-kali ada panggilan masuk dari sekretaris Nela tapi Ferdi abaikan.
" Pak, kenapa tidak di angkat? " tanya Fely.
" Kamu tidak lihat saya sedang apa? " Ferdi malah balik bertanya dengan nada kesal. Yah...pasalnya saat ini Ferdi sedang sibuk memakai sepatu.
" Emmmm... " Fely jadi merasa serba salah.
" Ayow cepat berangkat, jangan biarkan Klien kita menunggu terlalu lama " titah Ferdi.
" Baik pak " Fely pun berlalu mengikuti langkah kaki Ferdi.
Oh...Ya Tuhan berilah aku kesabaran untuk menghadapi Bos gila ini...lirih Fely dalam hati.
Karena Bos nya ini sifatnya berubah-rubah menurutnya, kadang manis, kadang lembut, kadang baik, dan kadang menyebalkan seperti saat ini. Memang melampiaskan emosi adalah hal yang baik, termasuk mengeluarkannya dalam bentuk kemarahan. Sangatlah manusiawi ketika seseorang marah karena terpicu hal-hal tertentu.
Setelah cukup lama membelah jalanan, Mobil yang di tumpangi Fely dan Ferdi pun tiba di depan gedung Pencakar langit itu. Untungnya Klien mereka belum lama tiba di sana. Di ruang meeting sudah ada sekretaris Nela yang menemani Klien mereka.
" Kok kalian bisa telat si Fel? " bisik Nela dengan tatapan yang seolah mengintrogasi.
" Ceritanya panjang Nel " Nela yang paham akan maksud Fely pun hanya mengangguk mengerti.
" Emmmmm... " Ferdi pun membuka obroalan.
" Maaf tuan Davin membuat anda menunggu, terjadi sedikit masalah di tengah jalan " ucap Ferdi asal basa-basi.
__ADS_1
" Bukan masalah besar tuan Ferdi. Saya juga baru saja tiba " jawab Davin santai.
Setelah berbincang dan membahas pekerjaan dengan panjang lebar akhirnya selesai juga meeting mereka.
Sebelum pamit Davin bertanya pada Ferdi, tapi bukan soal pekerjaan.
" Tuan Ferdi, bisa bicara sebentar. Tapi ini buakn soal pekerjaan " ucap Davin.
" Bisa Tuan, silahkan " jawab Ferdi.
" Tuan, sepertinya baru kali ini saya melihat Asisten anda, apakah saya boleh mengenalnya? " tanya Davin To The Point.
" Kenapa anda tidak berkenalan sendiri dengan dengan Asisten saya tuan Davin? " Ferdi merasa kesal ternyata Klien nya ini menyukai Fely.
" Baiklah kalo tuan Ferdi mengizinkan saya tidak akan sungkan untuk mengajaknya berkenalan. Kalo begitu saya pamit " Ferdi hanya mengangguk, Davin pun lalu keluar dari ruangan Meeting tersebut sementara Ferdi masih berusaha menetralkan suhu tubuhnya yang sedikit panas.
Saat keluar dari sana kebetulan bertemu dengan Fely yang akan masuk ke dalam karena ada beberapa berkas yang butuh tanda tangan dari Bos nya.
" Iya benar Tuan, apakah kita pernal kenal sebelumnya " ujar Fely.
" Tidak...tidak... hanya saja baru hari ini saya bertemu dengan anda " jujur Davin.
" Ah....iya saya masih baru bekerja disini Tuan " jawab Fely sopan.
" Oh...pantas saja saya tidak pernah melihat anda sebelumnya. Apakah boleh saya meminta Nomor Telepon anda nona? " ucap Davin hati-hati.
" Untuk? " Fely mengernyit sedikit bingung karena merasa tidak pernah ada urusan dengan orang di depan nya ini.
" Jangan salah faham nona, saya hanya ingin mengajak anda makan siang kapan-kapan kalo anda ada waktu " jelas Davin.
__ADS_1
" Oh begitu... " boleh tuan, kalau saya sedang tidak sibuk. Fely memberikan kartu nama pada Davin lalu pamit masuk untuk menemui Bos nya.
" Felysa Aulia... nama yang cantik, singkat, dan indah " gumam Davin sambil terus tersenyum sepanjang jalan sampai meninggalkan gedung tinggi itu.
" Apa kamu bekerja untuk menggoda Pria di kantor ini? " sinis Ferdi yang entah apa yang merasukinya saat ini.
" Maksud bapak apa? " tanya Fely lantang.
" Kenapa kamu sok akrab dengan Tuan Davin? " ucap Ferdi dengan nada yang semakin kesal.
" Saya hanya bersikap baik dengan orang yang bersikap baik sama saya apa salah? " ujar Fely tak terima dengan tuduhan Bos nya itu.
" Saya tidak mengizinkan kamu dekat dengan pria lain, apalagi sampai mencintai pria lain " tegas Ferdi dengan gaya sedikit arogan.
" Apa hak bapak? " Fely semakin nyolot, karena merasa Bos nya ini mencampuri urusanya.
" Karena kamu hanya milikku dan aku tidak akan membiarkan orang lain mengambilnya " jawab Ferdi enteng lalu berdiri merengkuh Fely dan dalam sekejap sudah mengkungkung dan mendudukkan Fely di pangkuanya.
" Bapak jangan kurang ajar, lepaskan saya " teriak Fely.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy Reading...🥰