Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Sangat Canggung


__ADS_3

Syiren menunggu hingga Diran selesai membersihkan diri. Karna Syiren sangat cemas, ia sampai mondar mandir di depan pintu Bathroom. Entah kenapa, Syiren begitu khawatir pada Diran...


"Apakah tuan Diran baik baik saja?" tanya nya pada dirinya sendiri. Entah berapa putaran lagi hingga Syiren berhenti mondar mandir di depan pintu kamar mandi itu.


***


Di dalam kamar mandi...


Diran sangat cemas pada dirinya sendiri "Astagfirullah... Ini tidak benar, ini sungguh tidak benar. Aku seharusnya tak terlalu dekat dengan gadis muda itu. Bahkan hanya sebagai tuan dan pelayannya... Ini sungguh tidak masuk akal" Bisik Diran seraya beberapa kali menenggelamkan wajahnya di bathtub yang di isi penuh dengan air hangat itu.


Sesekali Diran menenggelamkan kepalanya untuk mendinginkan otaknya yang penuh dengan tanda tanya. Ia sungguh lelah ketika berkutat dengan isi kepalanya sendiri.


Saat kepala Diran menyelam di dalam Bathtub, Syiren pun masuk seraya teriak teriak "Tuan!! Tuan... Apakah anda baik baik saja?" tanya Syiren. Diran tak terlalu mendengar suara itu karna ia masih menenggelamkan diri di Bathtub.


Syiren perlahan menghampiri bathtub itu, ia cukup kaget karna pakaian basah Diran berserakan di lantai, Ia pun lekas menyingkap tirai yang menutupi Bathtub itu dan menatap isi Bathtub tersebut. Syiren pun seketika terbelalak ketika melihat Diran terpejam di dalam air tanpa bergerak sedikitpun.


"Tuan!!!" Ia lekas menarik leher Diran dan menariknya keluar dari air, Diran hampir naik ke permukaan... Namun!


Byuurrr!!! Alhasil, Syiren yang ceroboh malah terpeleset oleh pakaian basah Diran dan malah jatuh ke dalam Bathtub itu.

__ADS_1


Diran kaget dan ia bangun, tapi ia sulit untuk naik kepermukaan karna terhimpit oleh tubuh Syiren yang menimpanya tanpa sengaja.


"AAAKHHH!" Syiren terpekik, ia pun mulai menarik wajahnya ke permukaan. Tubuhnya basah kuyup "Hah hah! Astaga... Aku jatuh ke bathtub" Gumamnya membereskan wajahnya yang basah tak karuan juga menyingkap rambut yang menutupi seluruh wajahnya.


Di sana, Syiren mulai berfikir setelah ia tersadar...


Tunggu tunggu... Aku jatuh dibathtub, bukankah tuan Diran pun ada di dalam Bathtub ini?" bathin Syireen.


Perlahan, Syiren pun menoleh ke bawah pijakannya. Diran masih di dalam air itu karna terhimpit tibuh Syiren yang cukup berat. Diran tampak membiru karna terus menahan napasnya yang tinggal sejengkal.


"Ah tuan!!" Syiren menahan tubuhnya sendiri dengan lututnya. Lalu ia menarik Diran yang tampak seakan ke habisan napas.


"Tuan! Anda baik baik saja?" Tanya Syiren menarik Diran.


Batuknya tak henti hingga Syiren meraih pundaknya dan mendekatkannya di dadanya. Ia menepuk nepuk punggung Diran sekuat tenaga untuk mengeluarkan air di yang telah di telan Diran.


"Uhuk Uhuk!" Diran terus saja terbatuk.


Syiren masih tak sadar jika keadaan Diran saat itu masih telanjang bulat. Dan lagi dia malah memeluk Diran ketika menepuk nepuki punggungnya.

__ADS_1


Diran tak sadar begitu pun Syiren "Tuan tenanglah. Anda akan baik baik saja..." ucap Syiren tegas.


Diran mulai terhenti dari batuknya, ia mulai terdiam. Syiren masih menepuki punggung Diran dengan kencangnya.


Diran terdiam dan mendelik ke arah leher jenjang Syiren yang putih dan mulus juga rambutnya yang di kuncir mulai basah dan pelukannya yang hangat membuat hati Diran sedikit tenang.


"Anda akan baik baik saja..." ucap Syiren mengulang-ulang.


Diraan belum sadar dari lamunannya, ia masih menikmati hangatnya pelukan seseorang yang tulus menjaganya. Pelukannya seakan mengingatkannya pada mendiang sang ibu.


Setelah beberapa menit berlalu, Diran seketika terbelalak "Astagfirullah! Jauhi aku..." Diran mendorong bahu Syiren dan menjauhkannya dari tubuhnya yang saat itu tengah telanjang dalam bathtub.


Syiren seketika tersadar juga ia pun terbelalak ketika memperhatikan tubuh Diran yang kekar penuh roti sobek di dadanya itu. Lalu tanpa sengaja Syiren pun menatap ke bawah dan ada sebuah barang besar berwarna merah mirip dengan sosis bakar tengah menegang.


Seketika itu Syiren teriak seraya menampar Diran "Huaaaaaaaa!!! Mesuuuummm! Plak!!"


Diran jadi babak belur gara gara ke cerobohan Syiren.


Diran menggumam, coba ku tanya? siapa yang mesum di sini? Aku hanyalah korban... Kenapa dia yang merasa di rugikan? Padahal dia sendiri yang masuk ke dalam kolam bak mandi ku... Gerutu bathih Diran cukup bingung pada hal tersebut.

__ADS_1


Syiren pun lari begitu saja setelah melakukan sebuah kesalahan pada Diran. Syiren pergi dengan wajah yang merona merah karna malu.


"Bagai mana ini aku sangat canggung... Aku malu jika harus bertemu lagi dengan tuan Diran..." gumam Syiren dalam tempat persembunyiannya. Yakni rumah pelayan di belakang kediaman Diran


__ADS_2