Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Balas budi


__ADS_3

***


Setelah mendapatkan Syiren dari Asraf, Lena membawanya ke kediaman Diran tanpa sepengetahuan suaminya. Lena dan Ibunya di tempatkan di belakang rumah, sebab di sana ada beberapa rumah minimalis untuk beberapa pembatu di rumah itu. Rumah tersebut tak terlalu besar tapi bagi Syiren itu sudah cukup karna bersih dan rapi. Syiren sangat menyukainya dan ibunya pun mungkin bisa pulih lebih cepat dari sakitnya.


"Terimakasih bu... Saya sungguh berhutang budi pada anda" Ucap Syiren membungkukan tubuhnya.


"Tak apa... Aku tak akan jatuh miskin hanya karna kehilangan uang sebesar itu" Balas Lena penuh ke angkuhan.


"...Bagai mana cara saya membalas budi pada anda?" Tanya Syiren sungkan.


"Tenanglah..." Lena mulai mengulur waktu.


Apakah ini waktu yang tepat untuk membicarakan hal penting itu? Tanya Lena dalam hati.

__ADS_1


"Anda sungguh dermawan. Bukan saja anda baik hati, anda juga sungguh berwibawa. Bahkan anda rela mengorbankan uang yang begitu banyak hanya untuk menebus saya yang tak berguna ini. Jadi Bu... Tolong bilang pada saya, apa yang harus saya lakukan untuk membalas budi anda..." Imbuh Syiren panjang lebar.


Lena hanya terus saja menatap gadis itu dari atas hingga bawah dan terus menerus. Hingga membuat Syiren makin gugup...


"...Saya akan lakukan apapun, asalkan jangan menjual harga diri saya pada orang mesum" Sambung Syiren.


Lena mulai kembali mengangguk "Baiklah... Apakah kau butuh pekerjaan?" Tanya Lena. Syiren yang tadinya menunduk pun mulai mendonggakan wajahnya dan menatap lawan bicaranya.


"...Sa-saya sangat membutuhkan pekerjaan bu. Apakah anda akan memberikan saya pekerjaan?" Tanya Syiren sangat senang.


"Benarkah? Anda sungguh baik hati, bukan hanya menolong saya, anda juga memberikan kami tempat bernaung sekaligus pekerjaan. Semoga allah selalu memberikan rizki melimpah pada anda dan kluarga anda" Syiren sungguh bahagia. Hingga ia terus saja mendoakan orang yang telah menabraknya...


"Jangan berlebihan, pekerjaan ini tidak terlalu bagus" Balas Lena.

__ADS_1


"Apapun itu, saya tidak akan pernah mengeluh" komen Syiren.


"...Baiklah... Aku akan memberikan mu sebuah kontrak pra kerja... Jadi, tolong baca dan tanda tangani" Lena mulai menjelaskan hal apa saja dan apa saja yang boleh dan tidak boleh di rumah itu.


"...Saya belum pernah menjadi suster sebelumnya. Bila beres beres rumah saya ahlinya. Tapi jika mengurus orang atau bayi saya belum pernah" Komen Syiren.


"Jangan khawatir, dia bukan bayi dan dia tidak perlu di suapi. Kamu hanya perlu membawanya jalan jalan dan mengobrol" Jelas Lena. Syiren yang tadinya bingung pun mulai menandatangi berkas kontrak yang ada di tangannya tanpa berfikir panjang.


"Lebih cepat lebih baik... Kamu tak akan ke sulitan aku yakin. Setelah kamu menandatangani kontrak kerja ini.. Tak ada alasan untuk mundur, kau paham kan?" tanya Lena. Syiren mengangguk... Tanpa berfikir panjang.


"Baiklah, sekarang ganti pakaian mu dengan pakaian suster yang sudah ku siapkan. Lalu ikut denganku ke rumah induk" Pinta Lena.


Syiren lagi lagi mengangguk, Lena belum menjelaskan pada Syiren siapa yang nantinya akan ia rawat... Setelah beberapa saat, Syiren pun selesai mengganti pakaiannya dan ia pun mulai ikut ke mana Lena akan membawanya.

__ADS_1


"Bu... Iren pamit ya. Iren tak akan lama... Doakan agar Iren lancar di tempat kerja Iren ya" Pinta Syiren pada sang ibu. Ibunya yang gagu hanya bisa mengagguk diam...


Akhirnya, Syiren dan Lena pun pergi ke kediaman induk... Entah apa yang akan Diran katakan pada Lena, seandainya ia tahu bahwa Lena hendak menyewa jasa Suster hanya untuk merawat nya.


__ADS_2