Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Demam


__ADS_3

***


Pemakaman usai, pernikahan pun usai... Tapi, tangisan Syiren belum reda dan membuat Diran tertekan. Untuk saat ini Diran tak bisa membuat Syiren tersenyum... Malam pertama Diran usai ijab Kobul terasa sangat menyesakkan... Dalam kamar pengantin yang masih berhiaskan bunga melati dan kain pariasi warna warni itu, Diran malah menyaksikan kepedihan istrinya...


"Syiren. Jangan menangis lagi... Lihat, matamu sudah sembab bagitu" Ujar Diran. Diran mulai duduk di pinggir ranjang pengantinnya.


Tapi nampaknya Syiren tak mengindahkan ucapan Diran, ia tetap seperti itu hingga kelopak matanya tak bisa terbuka karna bengkak menangis semalaman.


"Tuan. Saya... Saya tak bisa berhenti menangis, setiap kali saya berhenti menangis... Kenangan mendiang terus saja memutar di otak saya hingga saya mengenang segala kebaikan beliau" Balas Syren seraya sesegukan.


Diran yang terduduk di samping istrinya pun mulai kembali merangkul wanita tersebut dan terus berusaha "Jangan terus terusan larut dalam kesedihan begini... Jika kamu sakit, aku akan lebih terluka lagi" Diran selalu berusaha menengangkan istrinya. Tapi, mungkin karna Syiren belum dewasa dan ia perlu waktu untuk terbiasa... Saat Diran menyenderkan jidaknya ke arah pipi Syiren. Diran pun tersentak "Syiren! Kamu demam?" tanya Diran sedikit panik.


"Mungkin hanya masuk angin tuan" Ucap Syiren.


"Tapi suhumu meningkat drastis... Kamu demam" Diran mulai menggendong istrinya menuju ke luar kamar.


"Tuan. Kita mau kemana?" Tanya Syiren memejamkan matanya yang mulai terasa perih.


"Kita periksa kan kedokter" Ujar Diran. Diran melangkah lebar ke arah ruang tengah "Dion! Dion!" Teriak Diran. Tapi Dion mungkin sedang tidur karna lelah bekerja seharian.


"Kemana Dion?" Diran sungguh panik. Dan Jimmy pun keluar dari kamarnya lalu menghampiri kakaknya "Ada apa kak?" tanya Jimmy.


"Jimmy. Antar aku ke dokter" Pinta Diran.


"Siapa yang sakit?"

__ADS_1


"Suhu tubuh Syiren meningkat drastis dan aku tak mau dia terkena serangan kejang karna suhu nya terlalu panas"


"Kalau begitu. Aku akan siapkan mobil" Ujar Jimy lekas berlari ke arah bagasi dan mengambil salah satu mobil Sport milik Diran.


"Syiren. Bertahanlah ku mohon..." pinta Diran.


Seperti yang Diran pikirkan, karan tekanan bathin. Syiren pun jatuh sakit, suhu tubuhnya tinggi dan kini Syiren tak sadarkan diri dalam pelukan Diran.


***


Rumah sakit...


"Bagai mana dokter?" tanya Diran panik. Sang dokter baru sajas selesai memeriksa Syiren di ruang gawat dalurat.


"Kondisinya saat ini sedang dalam fase kritis. Jadi, dia akan di pindahkan ke ruangan rawat inap besok pagi" Balas sang Dokter.


"Kakak. Kakak sebaiknya tunggu di sini" Pinta Jimmy menepuk nepuk kursi kosong di sebelahnya.


"Tidak Jimmy. Aku tidak bisa tenang... Istriku ada di dalam dan dia sedang kritis" Panik Diran terus saja mondar mandir di depan pintu ugd.


"Memangnya jika kakak mondar mandir begitu, Syiren akan sembuh? Bukannya sembuh nanti malah giliran kakak yang sakit" Cerocos Jimmy.


"Husss. Kamu kalau ngomong selalu saja ngelantur" Diran pun mengalah karna malu pada omongan adiknya.


"Nah begitu dong... Sekali kali menurur saja, kenapa sih?" Jimmy mulai tenang kela melihat kakaknya lekas duduk di sampingnya. Meski Diran tetap saja terlihat panik dengan memijat mijat kepalanya yang mulai terasa sakit.

__ADS_1


"Kakak mau kopi? Aku akan pergi keluar sebentar" ucap Jimmy.


"Tidak. Aku tidak mau makan atau minum apapun. Aku hanya ingin Syiren sembuh hingga tak membuatku resah" Balas Diran.


"Begitu ya. Ya sudah... Aku akan keluar sebentar untuk membeli kopi dan makanan lain" ujar Jimmy seraya berdiri lalu pergi.


"Ya. Pergilah" Balas Diran.


Jimmy pun pergi dari hadapan Diran... Hati Jimmy menggumam, kasihan sekali nasib kakak ku. Di tinggal istri mati, lalu musibah sebelum pernikahannya... Juga, sekarang istrinya malah jatuh sakit. Semoga saja, Syiren lekas sembuh dan tidak membuat kakakku cemas. Bathin Jimmy menggumam.


Saat Jimmy melewati koridor sebelumnya, entah kenapa... Ekor matanya menyimak sesuatu yang memcurigakan. Ia penasaran dan mulai menoleh ke arah tersebut... Di lihatnya, sosok perempuan yang mirip sekali dengan mantan kakak iparnya.


"Kak Lena?" bisik Jimmy seraya menghampiri sosok tersebut. Jimmy hapal betul pada Lena meski ia sudah empat tahun tak bertemu dengannya. Dari pandangan Jimmy Lena baru saja keluar dari ruang ganti para staff kedokteran. Lena lekas memakai masker putih dan melangkah tanpa menyadari ke datangan Jimmy.


"Kakak Lena... Benar dia adalah kak Lena? Kenapa kak Diran bilang dia sudah tiada? Bukankah itu adalah kak Lena? Mana mungkin aku melihat hantu..." Umpat Jimmy seraya menghampiri langkah wanita itu. Namun, setelah Jimmy telisik lebih lanjut untuk membuntuti Lena. Lena malah menghilang di antara persimpangan koridor rumah sakit tersebut.


"Dia hilang? Kemana dia pergi..." Bisik Jimmy mencari sekeliling. Suasana saat itu cukup sepi hingga Jimmy pun mulai merinding... Namun, entah kenapa Jimmy bisa lengah. Hingga seseorang penipuk punggung nya dengan sebuah kayu balok yang cukup besar dan menipuknya sekeras mungkin "Buak!"


"Akkhh!" Jimmy menekan pundaknya seraya mempertahankan posisinya. Ia mulai memutar ke belakang untuk tahu siapa yang memukulnya. Namun, sosok tersebut malah kembali memukul kepala Jimmy dengan balok itu hingga Jimmy pusing dan lekas tumbang.


BRUAAAGGHH! Jimmy terkapar lemas tak berdaya dengan darah yang bercucuran di jidaknya.


"Heh. Satu penghalang sudah ku singkirkan" bisik Lena lekas menarik kaki Jimmy dan membawanya ke sebuah gudang peralatan kebersihan. Ia menguncinya dari luar agar Jimmy tak bisa keluar dengan mudah. Apa lagi, saat Jimmy berbalik tadi... Jimmy sudah terlanjur menatap wajah Lena yang penuh dosa itu.


Lena kembali melangkah menuju ke kamar Syiren. Ia membawa sebuah suntikan yang berisikan sianida. Ia bermaksud menyuntikan racun tersebut ke selang infus yang di gunakan Syiren untuk menetralkan cairan tubuhnya yang drop.

__ADS_1


Langkah Lena teratur dan cenderung tenang... Ia sama sekali tak terlihat mencurigakan. Hingga rencananya untuk melenyapkan Syiren akan berjalan dengan lancar...


__ADS_2