Mencintai Suamimu

Mencintai Suamimu
Berlalu


__ADS_3

Malam itu, Syiren tenang di pelukan Diran. Sementara Lena tak bergerak sama sekali... Entah ia pingsan atau tewas di tempat, yang jelas... Diran belum bisa menjelaskan tentang ke adaan mantan istrinya itu.


***


Segerombolan penjahat akhirnya terkena batunya. Belum saja mereka keluar dari kediaman Diran bersama hasil jarahannya, Kinan malah datang di waktu yang tepat bersama para aparat kepolisan dan menggondol puluhan rampok tersebut tanpa perlawanan ke kantor polisi.


"Tuan!!" Kinan ketar ketir mencari ke beradaan Diran. Hingga ia pun mulai masuk ruangan Kerja Diran dan melihatnya telah duduk di lantai bersama Syiren.


"Tuan! Tuan muda... Apakah anda baik baik saja?" Tanya Kinan seraya mulai menghampiri Diran.


Diran sadar akan seruan Kinan dan mulai menoleh ke arah Kinan "Kinan. Akhirnya kamu datang..." Diran sangat merasa bersyukur karna Kinan datang tepat waktu.


"Tuan... Syukurlah jika anda baik baik saja" Kinan berjongkok dan mulai menatap sekeliling.


"Kantor anda berantakan sekali..." ucapnya menghelan napas panjang.


"Tak apa. Oh ia, apakah para perampok itu sudah di tangkap?" tanya Diran panik.


"Ya. Mereka sudah di tangani oleh para aparat ke polisian"


"Syukurlah.." Diran mulai mengehelan napas lega.

__ADS_1


Netra Kinan menatap ke arah Lena "Tuan. Istri anda terluka?" Tanya Kinan sedikit syok.


"...Biarkan saja dia begitu...' Balas Diran tak sudi menatap keadaam Lena yang tak berdaya itu.


"...Apakah anda sudah tahu tentang kecelakaan yang menimpa anda beberapa bulan yang lalu?" tanya Kinan.


"...Aku sudah tahy siapa pelakunya dan atas motif apa di ingin melenyapkanku'


"Pelakunya adalah istri anda sendiri" jelas Kinan.


"Aku sudah tahu... Dia sangat membenciku. Oleh karna itu dia memanfaatkanku, tapi... Aku masih bisa berdiri tegak hingga saat ini, aku sudah sangat bersyukur" Ucap Diran.


"...Saya turut berduka cita, atas kejadian kejadian kriminal yang menimpa anda" Ucap Kinan.


"Ya. Untuk sekarang aku harus banyak beristigfar.... Ini mungkin rencana allah untuk menguji ke sabaranku dalam menjalani cobaannya" lenguh Diran


"Anda sangat baik. Saya tak paham kenapa anda bisa mendapatkan perlakuan seburuk ini dari orang terdekat anda. Mungkin karna anda terlalu baik hati" ujar Kinan.


"Kinan tolong bawa kru kemari, aku ingin Bi Mari segera di bawa ke rumahsakit untuk selanjutnya di semayamkan. Lalu, tolong bawa susterku ke rumah sakit, ia mengalami trauma atas ke jadian ini dan pasti itu akan mengganggu menatalnya" jelas Diran.


Kinan langsung menjalankan tugasnya sebagai assiten kepercayaan Diran. Dan sesuai yang Diran katakan Bi Mari dan Syiren di bawa ke rumah sakit untuk di periksa, begitupun Diran juga Lena mereka akan di periksa oleh dokter di rumah sakit.

__ADS_1


***


"Kenapa aku seperti pernah melihat wanita ini..." bathin Kinan menggumam.


"Kinan, apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa malah menatap wajah Syiren dengan raut bimbang seperti itu?" tanya Diran penasaran.


"...Entahlah tuan, saya meresa bahwa dulu saya pernah bertemu dengan gadis ini... Tapi saya tidak tahu dimana? Mungkin itu hanya perasaan saya saja" ungkap Kinan memutar otaknya untuk mengingat.


"Mungkin karna gadis ini sangat cantik, jadi kamu mungkin berfikir pernah bertemu dengannya..." balas Diran.


"Entahlah mungkin juga demikian... Hal seperti ini bisa saja terjadi. Sebab mungkin karna pekerjaan ku menumpuk jadi saya sedikit ingat ingat lupa..." Gumam Kinan.


Kapan aku pernah bertemu dengannya? Rasanya aku sungguh familiar pada wajah ini. Bahthin Kinan menggumam.


"Aku juga... Sedikit penasaran, seperti apa penolong nyawaku waktu itu? Seandainya... Dia sama seperti gadis ini, karna gadis ini sudah hampir dua kali menolong nyawakuu" Jelas Diran.


Tiba tiba ada ingatan yang terlintas di pikiran Kinan tentang dialog pertama kali bertemu dengan Syiren.


Namaku Syiren, tolong sampaikan pesan pada tuan ini. Semoga lekas sembuh...


Deg! Akhirnya, Kinan ingat pada gadis di depannya itu

__ADS_1


__ADS_2